• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 23 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Tekan Karhutla di Sumsel, BMKG Lakukan OMC Dry Ice

Editor
Jumat, 23 Oktober 2026 - 01:18
Penanganan karhutla guna menekan titik panas.(Foto: Humas Kemenhut)

Penanganan karhutla guna menekan titik panas.(Foto: Humas Kemenhut)

PALEMBANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan TNI mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengendalikan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan. Sejak 16 Oktober 2026, OMC menggunakan dry ice atau es kering untuk membantu mengurai kabut asap yang terperangkap di lapisan inversi atmosfer sekaligus membuka peluang terbentuknya awan hujan.

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menjelaskan bahwa penggunaan dry ice dalam OMC untuk mengurai kabut asap ini menjadi yang pertama kali diterapkan di Indonesia. Teknologi tersebut bertujuan mengganggu lapisan inversi yang menahan asap di dekat permukaan, sehingga asap berpeluang terdispersi ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi.

RelatedPosts

Oknum Dokter di Bandung Diduga Cabuli Anak Kandung Ditetapkan Tersangka

Progres Kilang Balikpapan 99 Persen, Stok BBM Nasional Dipastikan Aman

Menteri Ekraf Buka WCCE 2026 di Jakarta, Bawa Semangat Kolaborasi Ekonomi Kreatif

“Melalui penyemaian dry ice, kami berupaya mengurai lapisan inversi agar asap yang terperangkap dapat terdispersi. Ketika lapisan ini melemah, radiasi matahari diharapkan dapat menembus atmosfer dengan lebih baik sehingga mendukung proses konveksi dan pembentukan awan hujan dan diharapkan membantu memperbaikikualitas udara serta jarak pandang,” kata Budi, Jumat (23/10) dilansir laman BMKG.

Hingga 22 Oktober 2026, petugas telah melaksanakan 18 sorti penyemaian, terdiri atas 14 sorti menggunakan dry ice dan empat sorti menggunakan natrium klorida (NaCl). Tim memusatkan penyemaian dry ice di sekitar Palembang untuk membantu mengurai lapisan inversi. Sementara itu, tim menggunakan NaCl untuk menyemai awan potensial hujan berdasarkan hasil pemantauan kondisi atmosfer dan radar cuaca.

Budi menyampaikan bahwa hujan ringan sempat terpantau di sekitar Jalan Tol Palembang–Indralaya (Palindra) pada 17 Oktober 2026. Untuk mendukung pelaksanaan operasi, TNI Angkatan Udara mengerahkan pesawat Cassa dengan nomor registrasi A-2117. Sejak 21 Oktober 2026, armada bertambah dengan satu pesawat Cassa bernomor registrasi A-2104.

BNPB turut mendukung operasi dengan mengerahkan dua pesawat Cessna Caravan, yakni PK-IKC yang beroperasi dari Posko Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, dan PK-SNP yang ditempatkan di Posko Radin Inten, Lampung. Pada 22 Oktober 2026, satu pesawat Hercules bernomor registrasi A-1319 juga mulai beroperasi. Dengan tambahan tersebut, lima pesawat mendukung pelaksanaan OMC secara bergantian sejak pagi hingga sore hari.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatra, Ferdinan Kristanto, mengatakan bahwa penggunaan dry ice menjadi salah satu upaya penanganan karhutla di Sumatra Selatan, terutama ketika kabut asap mengganggu jarak pandang secara signifikan.

“Berdasarkan pengamatan pada 15 Oktober 2026, jarak pandang di sekitar Palembang sempat turun hingga 50 meter. Kondisi ini mendorong kami mengupayakan penggunaan dry ice untuk membantu mengurai kabut asap yang terperangkap di atmosfer,” ujar Ferdinan pada Jumat (17/10) lalu.

Ferdinan menjelaskan bahwa OMC menggunakan dry ice awalanya direncanakan berlangsung selama 10 hari, mulai 16 hingga 25 Oktober 2026. Namun demikian, OMC di Sumsel akan diperpanjang hingga 5 November mendatang.

Pelaksanaan operasi ini melibatkan koordinasi lintas sektor untuk menyesuaikan strategi penyemaian dengan perkembangan kondisi atmosfer dan kebutuhan penanganan karhutla.

BMKG terus mengembangkan inovasi teknologi modifikasi cuaca melalui pemantauan atmosfer dan evaluasi pelaksanaan operasi. Kolaborasi bersama Kementerian Kehutanan, BNPB, TNI, serta pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat mendukung upaya pengendalian dampak karhutla dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan pada masa mendatang.

BMKG mengingatkan bahwa efektivitas modifikasi cuaca bergantung pada kondisi atmosfer, ketersediaan awan potensial, dan dinamika cuaca setempat. Karena itu, pelaksanaan operasi tetap mengutamakan hasil pemantauan dan analisis meteorologi sebagai dasar penentuan strategi penyemaian.

Tags: bmkgbnpbkarhutlatni

Related Posts

Ilustrasi korban kekerasan seksual.(Foto:Istimewa).

Oknum Dokter di Bandung Diduga Cabuli Anak Kandung Ditetapkan Tersangka

Editor
23 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat menetapkan oknum dokter, yang diduga telah mencabuli balita anak kandungnya sebagai tersangka. Penetapan tersangka dugaan tindak...

Kilang minyak Balikpapan.(Foto: Dok. Kementerian ESDM)

Progres Kilang Balikpapan 99 Persen, Stok BBM Nasional Dipastikan Aman

Editor
23 Oktober 2026

BALIKPAPAN - Usai meresmikan penerimaan gas Jangkrik North East #6 (JNE#6) dan fasilitas produksi Lapangan Maha-South Hub di tengah laut...

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya.(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.)

Menteri Ekraf Buka WCCE 2026 di Jakarta, Bawa Semangat Kolaborasi Ekonomi Kreatif

Editor
23 Oktober 2026

JAKARTA - The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) resmi dibuka di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis...

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyambut baik pembukaan penerbangan langsung maskapai TransNusa rute Melbourne–Bali.(Foto: Dok. Kemenpar)

Maskapai TransNusa Buka Rute Melbourne-Bali, Kemenpar: Tingkatkan Konektivitas Wisatawan

Editor
23 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyambut baik pembukaan penerbangan langsung maskapai TransNusa rute Melbourne–Bali yang semakin memperluas akses wisatawan Australia...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Jum’at 23/10/2026 Antam Rp 2.540.000 Per Gram

Editor
23 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Jum’at 23/10/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.540.000 per gram...

Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa izin konsesi yang tidak dikerjakan selama lebih dari dua tahun harus dicabut.(Foto: BPMI Setpres)

Telantarkan Izin Tambang 2 Tahun, Siap-siap Dicabut

Editor
23 Oktober 2026

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penertiban konsesi sumber daya alam (SDA) yang tidak dimanfaatkan secara produktif. Menurut Kepala...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.