• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 8 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Raker dengan Kemenkes, Senator Agita Soroti Deteksi dan Akses Pengobatan TBC

Editor
Kamis, 08 Oktober 2026 - 05:22
Anggota DPD Daerah Pemilihan Jabar Agita Nurfianti (depan tengah) dalam Rapat Kerja Komite III DPD RI dengan Kementerian Kesehatan RI, Selasa (6/10), di Kantor DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Anggota DPD Daerah Pemilihan Jabar Agita Nurfianti (depan tengah) dalam Rapat Kerja Komite III DPD RI dengan Kementerian Kesehatan RI, Selasa (6/10), di Kantor DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat.

JAKARTA – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti menyoroti upaya deteksi dan pengobatan tuberkulosis (TBC) yang masih menghadapi tantangan, khususnya dalam memastikan pasien terdeteksi dan menjalani pengobatan secara rutin, termasuk yang ia temui di daerah Jabar. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja Komite III DPD RI dengan Kementerian Kesehatan RI, Selasa (6/10), di Kantor DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Agita mengatakan, angka pengidap TBC di Jawa Barat termasuk tinggi. Karena itu, ia mempertanyakan apakah pemeriksaan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dapat sekaligus mendeteksi masyarakat yang menderita TBC.

RelatedPosts

Biaya Haji 2027 Dibayar Jemaah Turun Rp 3,4 Juta

Implementasi PP TUNAS, Meutya Hafid: Platform Mulai Berbenah

Bupati Sumedang Cek Tebing Longsor di Pamulihan

“Di Jawa Barat, angka pengidap TBC ini termasuk yang tinggi. Kemudian, dari CKG ini apakah bisa dideteksi pasien-pasien penderita TBC?” ujar Agita.

Selain persoalan deteksi, Agita juga menyoroti ketersediaan obat TBC dengan durasi pengobatan yang lebih singkat. Ia menyampaikan bahwa dirinya mengetahui adanya obat TBC yang disebut dapat digunakan dengan masa pengobatan hanya sekitar satu bulan, berbeda dengan pengobatan TBC yang selama ini membutuhkan waktu lebih panjang.

“Yang saya tahu ada pengobatan TBC yang lebih singkat, yaitu sekitar satu bulan saja, hal ini berbeda dengan pengobatan TBC yang biasanya memakan waktu sekitar enam bulan. Apakah obat tersebut sudah ada dan sudah beredar, atau seperti apa?” kata Agita.

Jajaran Kementerian Kesehatan.
Jajaran Kementerian Kesehatan.

Agita kemudian mempertanyakan apakah obat tersebut sudah tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas serta dapat diperoleh oleh pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan.

“Jika sudah ada, apakah ini ada di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan juga apakah bisa didapatkan oleh pasien pengguna BPJS?” ujarnya.

Menurut Agita, ketersediaan pengobatan dengan durasi yang lebih singkat akan sangat membantu penanganan TBC, terutama karena pengobatan dalam jangka waktu panjang membutuhkan pengawasan dan pengendalian kepatuhan pasien.

“Ini kalau memang sudah ada dan sudah beredar, ini akan sangat membantu, karena pengobatan yang selama enam bulan itu butuh pengontrolannya yang agak sulit juga untuk di Jawa Barat ini, untuk mengontrol pasien-pasien TBC ini, untuk mau meminum obat atau mau berobat secara rutin,” kata Agita.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membenarkan bahwa pemerintah saat ini tengah mengembangkan pilihan pengobatan TBC, antara lain melalui suntikan sekali pemberian, yang durasi pengobatannya lebih singkat dibanding metode pengobatan sebelumnya. Namun, metode tersebut saat ini belum bisa beredar, dikarenakan masih dalam tahap uji klinis.

“Kemudian kita ada suntik sekali. Tapi itu sedang diuji klinis Bapak/Ibu. Mudah-mudahan kalau bisa jalan nanti bisa bagus ya,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Agita berharap penanganan TBC dapat terus diperkuat, mulai dari deteksi pasien hingga memastikan keberlanjutan pengobatan. Menurutnya, kemudahan akses terhadap pengobatan dan dukungan pembiayaan menjadi penting agar pasien dapat menjalani pengobatan secara rutin hingga tuntas.

Tags: Agita NurfianDPDPengobatan TBC

Related Posts

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf beserta jajaran Kemenhaj dan DPR di Kompleks Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kemenhaj menyebutkan biaya haji 2027 yang harus dibayarkan jemaah turun.(Foto: Dok. Humas Kemenhaj)

Biaya Haji 2027 Dibayar Jemaah Turun Rp 3,4 Juta

Editor
8 Oktober 2026

JAKARTA – Biaya haji 2027 yang harus dibayar oleh jemaah turun Rp 3,4 juta rupiah menjadi Rp 54,6 juta, ungkap...

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat konferensi pers di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (07/10/2026).(Foto: Dok. Kemkomdigi)

Implementasi PP TUNAS, Meutya Hafid: Platform Mulai Berbenah

Editor
8 Oktober 2026

JAKARTA – Implementasi PP Tunas memasuki waktu enam bulan sejak dimulainya implementasi penundaan akses anak di bawah 16 tahun pada...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meninjau penanganan dan perbaikan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang mengalami longsor di ruas Jalan Sumedang-Bandung, Desa Ciptasari, Kecamatan Pamulihan, Rabu (10/7/2026).(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Bupati Sumedang Cek Tebing Longsor di Pamulihan

Editor
8 Oktober 2026

SUMEDANG - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meninjau  penanganan dan perbaikan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang mengalami longsor di ruas...

Infrastruktur kota yang menopang aktivitas disabilitas.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Kota Bandung Semakin Ramah Disabilitas

Editor
8 Oktober 2026

BANDUNG - Bandung terus mendorong terwujudnya lingkungan yang ramah dan inklusif bagi penyandang disabilitas. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui...

Proses penanganan dan olah TKP tabrakan beruntun 15 kendaraan di Kilometer 91+900 B arah Bandung menuju Jakarta.(Foto:Istimewa).

15 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang, Satu Orang Luka Berat

Editor
7 Oktober 2026

SATUJABAR, PURWAKARTA--Peristiwa tabrakan beruntun melibatkan 15 kendaraan, terjadi di Tol Cipularang arah Bandung menuju Jakarta, Rabu (07/10/2026). Satu orang mengalami...

Taufik Hidayat (30), saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Jawa Barat.(Foto:Istimewa).

Sidang Kasus Penyekapan dan Penganiayaan, Taufik Hidayat Gugat Kewenangan Pengadilan

Editor
7 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Taufik Hidayat, terdakwa kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap kekasihnya YT, kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bale...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.