• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 8 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Menelusuri Sejarah di Balik Sumpah Pemuda

Editor
Rabu, 07 Oktober 2026 - 06:25
Kongres Pemuda II yang menjadi salah satu scene terjadinya Sumpah Pemuda.(Foto: Wikipedia)

Kongres Pemuda II yang menjadi salah satu scene terjadinya Sumpah Pemuda.(Foto: Wikipedia)

JAKARTA – Apa yang terjadi pada 28 Oktober 1928 hingga tanggal tersebut dikenang sebagai Hari Sumpah Pemuda? Peristiwa itu bermula dari semangat para pemuda dari berbagai daerah, suku, agama, dan organisasi yang memilih mengesampingkan perbedaan untuk membangun persatuan Indonesia.

Ikrar tersebut lahir dalam Kongres Pemuda Kedua yang digelar pada 27-28 Oktober 1928 di Jakarta. Peristiwa tersebut kemudian dikenang sebagai salah satu tonggak penting dalam perjalanan persatuan bangsa dan melahirkan apa yang kini dikenal sebagai Sumpah Pemuda.

RelatedPosts

Museum Bing Slamet Diresmikan, Menbud: Hidupkan Warisan Sang Maestro

Peluncuran Buku Sejarah MPR di Gedung Merdeka Bandung

Menbud Resmikan Perpustakaan Danantara Museum Nasional Indonesia

Kongres digagas Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI). Organisasi yang beranggotakan pelajar dari berbagai daerah itu ingin memperkuat rasa persatuan dan kebangsaan yang mulai tumbuh di kalangan pemuda.

Gagasan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Para pemuda sebelumnya telah menggelar pertemuan pada 3 Mei dan 12 Agustus 1928 untuk membahas persiapan kongres, mulai dari kepanitiaan, agenda, tempat, hingga pembiayaan.

Kongres akhirnya berlangsung di tiga tempat, yakni Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Oost-Java Bioscoop, dan Indonesische Clubgebouw di Kramat No. 106.

Sugondo Djojopuspito dari PPPI dipercaya menjadi ketua kongres. Ia didampingi R.M. Djoko Marsaid sebagai wakil ketua dan Muhammad Yamin sebagai sekretaris.

Rapat pertama berlangsung pada malam 27 Oktober 1928 di Gedung KJB. Dalam pembukaan kongres, Sugondo menegaskan pentingnya persatuan.

“Perceraiberaian itu wajiblah diperangi, agar kita bisa bersatu,” kata Sugondo.

Muhammad Yamin kemudian berbicara mengenai arti persatuan dan kaitannya dengan pemuda. Menurutnya, terdapat lima faktor yang dapat memperkuat persatuan Indonesia, yakni sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Pada rapat kedua, Minggu pagi 28 Oktober 1928 di Gedung Oost-Java Bioscoop, pembahasan beralih ke pendidikan.

Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro menekankan pentingnya pendidikan kebangsaan. Pendidikan juga harus menciptakan keseimbangan antara sekolah dan keluarga serta membentuk anak secara demokratis.

Sementara rapat ketiga pada sore harinya di Indonesische Clubgebouw membahas nasionalisme, demokrasi, dan gerakan kepanduan.

Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi. Ramelan menilai gerakan kepanduan memiliki kaitan erat dengan pergerakan nasional karena mengajarkan disiplin dan kemandirian sejak dini.

Momen bersejarah itu semakin kuat menjelang penutupan kongres.

Wage Rudolf Soepratman memperdengarkan lagu “Indonesia Raya” menggunakan biola. Lagu tersebut disambut antusias oleh para peserta kongres.

Setelah itu, Sugondo Djojopuspito membacakan keputusan kongres yang dirumuskan Muhammad Yamin.

Keputusan itu berisi tiga ikrar yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda:

Pertama, pemuda dan pemudi Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia.

Kedua, pemuda dan pemudi Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.

Ketiga, pemuda dan pemudi Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Kongres juga menegaskan keyakinan bahwa persatuan Indonesia harus diperkuat dengan kemauan, sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kepanduan.

Sumpah Pemuda bukan hanya catatan sejarah. Ikrar yang lahir dari keberanian pemuda pada 1928 itu menjadi simbol bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah.

Para pemuda ketika itu memilih menemukan persamaan di tengah beragam latar belakang. Mereka menyatukan tekad untuk menjadikan Indonesia sebagai identitas bersama.

Kini, semangat tersebut menjadi pesan penting bagi generasi muda untuk terus mencintai tanah air, merawat persatuan, dan menjunjung Bahasa Indonesia.

Dari ikrar para pemuda 1928, Indonesia belajar bahwa bangsa yang besar dibangun bukan dengan menghapus perbedaan, melainkan dengan menyatukan perbedaan dalam satu tujuan: Indonesia.

Sumber: Kemenpora

Tags: sumpah pemuda

Related Posts

Peresmian Museum Bing Slamet.(Foto/Dokumentasi: Kementerian Kebudayaan / Agung panji)

Museum Bing Slamet Diresmikan, Menbud: Hidupkan Warisan Sang Maestro

Editor
30 September 2026

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan Museum Bing Slamet yang berlokasi di Jalan Arimbi No. 7, Tanah Tinggi,...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama anggota MPR di Gedung Merdeka.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Peluncuran Buku Sejarah MPR di Gedung Merdeka Bandung

Editor
28 September 2026

BANDUNG - Gedung Merdeka, Kota Bandung, menjadi lokasi Peluncuran Buku Sejarah MPR dalam Mengawal Kedaulatan Rakyat serta Risalah Tematik Perubahan...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat memberikan sambutan dalam acara Peresmian Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.(Foto: Humas Kemenbud)

Menbud Resmikan Perpustakaan Danantara Museum Nasional Indonesia

Editor
27 September 2026

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan bahwa hadirnya perpustakaan di Museum Nasional Indonesia merupakan dua elemen yang saling...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menerima Piagam Penghargaan dari Keraton Sumedang Larang yang diserahkan Sri Radya Keraton Sumedang Larang Lukman Soemadisoeria di Museum Srimanganti, Kamis (24/9/2026).(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Keraton Sumedang Larang Beri Penghargaan ke Bupati

Editor
25 September 2026

Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta perhatian dalam memberikan perlindungan hukum kepada Keraton Sumedang Larang, Bupati Sumedang  Dony...

Gracie Mansion, kediaman Wali Kota New York.(Foto: Wikipedia)

Menelisik Gracie Mansion, Kediaman Resmi Wali Kota New York

Editor
22 September 2026

Di tengah jajaran pencakar langit Manhattan yang megah dan modern, berdiri sebuah struktur kayu bergaya Federal yang tenang di tepi...

BATIK SUMEDANG: Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di sela penutupan rangkaian kegiatan Sumedang Membatik Tahun 2026 di Pendopo Kecamatan Sumedang Utara, Sabtu (20/9/2026) seperti dikabarkan Humas Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Batik Sumedang, Bupati: Kuatkan Identitas Daerah

Editor
20 September 2026

SUMEDANG - Batik Kasumedang didorong tidak sekadar menjadi warisan budaya yang dilestarikan, tetapi berkembang menjadi identitas daerah yang memiliki karakter...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.