• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 7 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Barcode Buka Jalan UMKM Masuk Pasar Ritel

Editor
Selasa, 06 Oktober 2026 - 06:41
Barcode . (Image: Pexels)

Barcode . (Image: Pexels)

JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk melengkapi produknya dengan barcode. Menurut Mendag Busan, barcode dapat membuka peluang lebih besar bagi produk-produk UMKM untuk menembus jaringan ritel modern. Barcode memudahkan integrasi ke dalam sistem pencatatan ritel sekaligus meningkatkan kredibilitas produk di mata konsumen.

 

RelatedPosts

Ekspor Industri Kerajinan Capai USD223,1 juta, Naik 28,59 Persen

Dorong UMK Tembus Pasar Global, Kemendag Fasilitasi Sertifikasi Halal

Warga Husein Kota Bandung Kenalkan Batik Ciprat

Mendag Busan menyampaikan hal tersebut saat Peluncuran (Kick Off) Fasilitasi Sertifikasi Barcode bagi UMKM produk pangan kemasan dan produk kecantikan di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (6/10). Program ini merupakan inisiatif baru Kemendag bersama GS1 Indonesia, sebuah organisasi penerbit nomor seri produk atau barcode resmi di Indonesia.

 

“Produk UMKM harus bagus dan berdaya saing karena konsumen dan ritel memiliki standar. Barcode menjadi salah satu standar yang mempermudah layanan, penyimpanan, dan distribusi produk, serta bagian dari digitalisasi yang mau tidak mau harus diikuti. Produk UMKM yang menggunakan barcode akan semakin mudah diterima di ritel modern,” ujar Mendag Busan melalui keterangan resminya.

 

Menurut Mendag Busan, potensi pasar melalui jaringan ritel modern di Indonesia sangat besar. Jumlah minimarket di Indonesia telah mencapai lebih dari 50 ribu gerai, belum termasuk supermarket dan toko serba ada (department store). Penetrasi produk lokal yang makin kuat ke jaringan ritel modern dapat membuka pasar yang makin besar bagi UMKM.

 

Mendag Busan menambahkan, barcode memberikan identitas unik bagi suatu produk dan identitas ini dapat dikenali secara internasional. Ia melihat hal ini sebagai upaya peningkatan daya saing bagi UMKM yang akan menyasar pasar ekspor.

 

Meski baru diinisiasi, para pelaku UMKM menyambut antusias fasilitasi sertifikasi barcode. Dari proses pembukaan pendaftaran (open call) dan kurasi tahap awal, sebanyak 100 UMKM telah terpilih untuk mengikuti Kick Off Fasilitasi Sertifikasi Barcode hari ini. Selanjutnya, para peserta akan mengikuti tahap seleksi lanjutan untuk menentukan 50 UMKM yang akan mendapatkan fasilitasi sertifikasi barcode bagi produknya. Mendag Busan berharap, cakupan fasilitasi ini dapat terus diperluas sehingga makin banyak produk UMKM yang memenuhi standar dapat masuk ke jaringan ritel modern.

 

Mendag Busan memaparkan, dari total pendaftar program, sebanyak 94 persen merupakan UMKM produk pangan dalam kemasan, sedangkan enam persen lainnya merupakan UMKM produk kecantikan seperti sabun, sampo, dan produk kosmetik lainnya.

 

Salah satu UMKM yang lolos kurasi tahap awal adalah PT Choco Kreasi Sehat. Pemiliknya, Dian Annisa, menyambut positif program fasilitasi sertifikasi barcode dari Kemendag. Menurut Dian, kepemilikan barcode menjadi salah satu kebutuhan penting agar produknya dapat dipasarkan di jaringan ritel modern.

 

“Senang sekali dan alhamdulillah kami difasilitasi Kemendag. Selama ini, salah satu kendala kami adalah belum memiliki barcode sehingga produk belum bisa dipasarkan ke ritel modern. Fasilitasi ini sangat membantu kami,” ujar Dian.

 

Pertemukan Ritel Modern

 

Mendag Busan mengatakan, Kemendag terus memperluas akses pasar produk UMKM pangan maupun nonpangan dengan menggandeng Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO). Salah satu upaya sinergi dilakukan melalui penjajakan bisnis (business matching) yang mempertemukan UMKM terpilih dengan pelaku ritel modern.

 

Selama 2025–2026, Kemendag telah memfasilitasi business matching yang melibatkan kurang lebih 932 UMKM dengan peritel modern dan pusat perbelanjaan. Sejumlah ritel modern dan pusat perbelanjaan yang telah bersinergi, antara lain, MAP Group (Sogo dan Alun Alun Indonesia), Hero Supermarket, Metro Department Store, AEON Indonesia, IKEA Indonesia, serta KAI dan KAI Services.

 

“Kemendag menegaskan komitmen untuk membuka lebar jalan bagi produk UMKM agar dapat menembus jaringan ritel modern. Kami berharap semakin banyak produk UMKM dapat masuk ke jaringan ritel modern dan memperluas akses pasarnya,” pungkas Mendag Busan.

 

Mendag Busan juga mengajak para pelaku UMKM untuk hadir pada Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang akan digelar pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang. Menurut Mendag Busan, TEI dapat menyediakan kesempatan bagi UMKM untuk memperluas akses pasar hingga ke mancanegara.

Tags: Barcodebudi santosomendag

Related Posts

Kerajinan

Ekspor Industri Kerajinan Capai USD223,1 juta, Naik 28,59 Persen

Editor
6 Oktober 2026

Ekspor industri kerajinan mencapai USD223,1 juta, meningkat 28,59 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar USD173,50...

Fasilitasi Sertifikasi Halal UMK Kota Depok Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kota Depok, Jawa Barat, Senin (5/10).(Foto: Humas Kemendag)

Dorong UMK Tembus Pasar Global, Kemendag Fasilitasi Sertifikasi Halal

Editor
6 Oktober 2026

DEPOK - Kementerian Perdagangan terus berkomitmen memperkuat daya saing Usaha Mikro dan Kecil (UMK) agar tidak hanya mampu bertahan di...

Batik Ciprat yang dikembangkan warga RW 07, Kelurahan Husein Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Warga Husein Kota Bandung Kenalkan Batik Ciprat

Editor
5 Oktober 2026

Semangat melestarikan batik mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus tumbuh di tingkat kewilayahan. Salah satunya melalui Batik Ciprat yang dikembangkan warga...

UMKM hadir di Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 yang digelar Pemkab Bogor dan APPSI di Lapangan Panahan Gelora Pakansari, Cibinong, Sabtu (3/10).(Foto: Diskominfo Kab. Bogor)

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong UMKM

Editor
4 Oktober 2026

CIBINONG – Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Asosiasi Peternak dan Penggemar Sapi Indonesia (APPSI) dalam penyelenggaraan Kontes Sapi APPSI Piala...

Sosialisasi sertifikasi halal.(Foto: Humas Kemendag)

UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal

Editor
30 September 2026

TANGERANG SELATAN - Kementerian Perdagangan terus memacu kesiapan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dalam mempersiapkan diri menghadapi implementasi kewajiban...

Ajang FIFA ASEAN CUP 2026 ternyata memberi dampak ekonomi untuk masyarakat. Salah satunya bagi para pelaku UMKM di daerah Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Jawa Barat. (foto:Herry/kemenpora.go.id)

FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM

Editor
30 September 2026

SOREANG - Ajang FIFA ASEAN CUP 2026 ternyata memberi dampak ekonomi untuk masyarakat. Salah satunya bagi para pelaku Usaha Mikro,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.