JAKARTA – Luas panen jagung pipilan pada Agustus 2026 sebesar 0,29 juta hektare, mengalami kenaikan sebesar 0,05 juta hektare atau 23,60 persen dibandingkan luas panen pada Agustus 2025 yang sebesar 0,23 juta hektare.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilansir Kamis 1 Oktober 2026, Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada Agustus 2026 sebanyak 1,74 juta ton, naik sebanyak 0,34 juta ton atau 24,81 persen dibandingkan pada Agustus 2025 yang sebanyak 1,39 juta ton.
Potensi luas panen jagung pipilan periode September–November 2026 diperkirakan sebesar 0,54 juta hektare, dengan potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen periode September–November 2026 diperkirakan sebanyak 3,49 juta ton.
Panen Padi
Luas panen padi pada Agustus 2026 sebesar 1,08 juta hektare, mengalami penurunan sebesar 0,03 juta hektare atau 2,83 persen dibandingkan luas panen padi di Agustus 2025 yang sebesar 1,11 juta hektare.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilansir Kamis 1 Oktober 2026, Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) pada Agustus 2026 diperkirakan sebanyak 6,52 juta ton GKP, mengalami penurunan sebanyak 0,21 juta ton GKP atau 3,15 persen dibandingkan produksi padi GKP di Agustus 2025 yang sebanyak 6,73 juta ton GKP.
Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) pada Agustus 2026 diperkirakan sebanyak 5,46 juta ton GKG, mengalami penurunan sebanyak 0,17 juta ton GKG atau 2,94 persen dibandingkan produksi padi GKG di Agustus 2025 yang sebanyak 5,63 juta ton GKG.
Produksi beras pada Agustus 2026 untuk konsumsi pangan penduduk diperkirakan sebanyak 3,15 juta ton beras, mengalami penurunan sebanyak 0,09 juta ton beras atau 2,90 persen dibandingkan produksi beras di Agustus 2025 yang sebanyak 3,24 juta ton beras.







