BANDUNG – Hari pertama pelaksanaan Sirkuit Nasional (Sirnas) A Jawa Barat 2026 pada Senin 28 September 2026 berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari para peserta maupun orang tua yang hadir mendampingi. Sejak pertandingan dimulai, suasana kompetisi terasa semarak dengan hadirnya atlet-atlet muda dan dewasa dari berbagai daerah yang membawa semangat untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Bagi peserta, Sirnas A bukan sekadar ajang pertandingan. Kompetisi ini menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman bertanding sekaligus membangun kepercayaan diri sejak usia muda.
Semangat tersebut juga dirasakan para orang tua. Dari pinggir lapangan, mereka memberikan dukungan penuh kepada anak-anaknya, mengikuti setiap pertandingan dengan antusias sekaligus menyaksikan proses perjuangan anak mereka mengejar prestasi.
Seperti diungkapkan Nuril Kautsar dari PB Mulya Bekasi. Dia mengikuti kategori tunggal putra dan campuran taruna. Langkahnya itu ditempuh sejak tahun 2024. Lantas apa yang menjadi cita-citanya? Dia menjawab, “Masuk Pelatnas!”

Favian Mahardika Arifin, pebulu tangkis muda asal Cimahi dari klub SGS PLN. Berkompetisi di kategori Remaja, Favian turun di dua nomor sekaligus, yakni Tunggal Remaja Putra dan Ganda Remaja.
Tahun ini menjadi momen perdana bagi Favian untuk merambah panggung Sirkuit Nasional (Sirnas). Untuk menghadapi persaingan yang ketat, ia menjalani serangkaian persiapan intensif dengan menambah porsi latihan fisik maupun teknik.
“Persiapannya latihan terus. Kalau bisa ditambahin porsi latihannya, porsi fisik sama tekniknya,” ujar Favian saat diwawancarai di sela-sela turnamen.

Favian juga mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang dinilainya sangat mendukung performa para atlet. Fasilitas lapangan yang nyaman serta pencahayaan yang terang di arena menjadi nilai tambah bagi para pemain.
Ajang Sirkuit Nasional (Sirnas) bulu tangkis menjadi wadah penting bagi para pebulu tangkis muda Indonesia untuk mengasah keahlian dan menambah jam terbang. Hal inilah yang dirasakan oleh Febi Nelvia, atlet muda berbakat dari klub Starlight Badminton Training. Dalam kejuaraan Sirnas kali ini, Febi turun berkompetisi di dua nomor sekaligus pada kategori Taruna, yakni Ganda Taruna Campuran dan Ganda Taruna Putri. Atlet yang aktif mengikuti ajang Sirnas sejak periode pasca-pandemi COVID-19 ini mengaku bahwa keterlibatannya di turnamen tingkat nasional sangat penting untuk meningkatkan pengalaman bertandingnya di lapangan.

Merawat Harapan
Sementara itu, bagi orang tua, keikutsertaan dalam Sirnas menjadi bagian penting dari perjalanan panjang seorang atlet. Menang atau kalah bukan satu-satunya ukuran. Keberanian bertanding, disiplin, mental berkompetisi dan pengalaman menghadapi lawan dari berbagai daerah menjadi modal berharga bagi perkembangan atlet muda.
“Yang paling penting anak berani bertanding dan mendapatkan pengalaman. Kami sebagai orang tua tentu bangga bisa melihat prosesnya secara langsung,” kata Rahmat Syarifudin asal Bekasi Jawa Barat.
Hal yang sama diungkapkan oleh Cecep dari Ciparay Kabupaten Bandung mungkin merupakan keluarga yang cinta bulutangkis. “Semua anak saya -empat, bulutangkis semua. Saya sudah mengantar mereka selama 35 tahun,” katanya.

Memang tidak ada menjadi sehebat pemain pelatnas yang menembus panggung dia. Namun setidaknya tidak sudah memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. “Ada anak ketiga, alhamdulillah menjadi pelatih di sebuah klub di China, namanya Iqbal Maulana Sidik,” ujarnya.
Saat ini, Cecep mengantar putri bungsunya ikuti Sirnas A Jawa Barat 2026. Dia menilai anak bungsunya itupun punya potensi untuk berkembang.
Pelaksanaan hari pertama yang berjalan tertib dan lancar juga menunjukkan bahwa Sirnas A Jawa Barat bukan hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi ruang untuk merawat harapan para atlet muda dan keluarga yang mendukung perjalanan mereka.
Dari lapangan-lapangan pertandingan, harapan itu tumbuh. Setiap pukulan, langkah dan perjuangan para atlet muda menjadi bagian dari proses panjang menuju prestasi yang lebih tinggi.

Melalui Sirnas, pembinaan talenta diharapkan terus berlangsung secara berjenjang dan konsisten. Sebab, di balik setiap atlet muda yang bertanding hari ini, ada mimpi, kerja keras dan dukungan keluarga yang berharap suatu hari nanti mereka mampu tampil di level yang lebih tinggi.
Hydroplus Sirnas A Jawa Barat berlangsung 28 September-3 Oktober 2026 diikuti 1.096 peserta dari berbagai daerah. Kompetisi ini berhadiah 587 juta dan tentunya kesempatan masuk Pelatnas.







