NAGOYA – Moh Zaki Ubaidillah, mengungkapkan kunci keberhasilannya setelah berhasil merebut medali emas bagi tim bulu tangkis Indonesia nomor beregu putra pada ajang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Ichinomiya City Sports Gymnasium, Jepang.
Pemain muda yang akrab disapa Ubed itu tampil sebagai pahlawan kemenangan di partai penentuan (kelima) sekaligus memastikan Indonesia membalikkan keadaan atas China dengan skor akhir 3-2.
Hasil ini sekaligus mengakhiri puasa gelar medali emas beregu putra Indonesia di ajang Asian Games selama 28 tahun sejak terakhir kali diraih pada 1998.
“Sempat tegang di awal-awal. Pastinya ada tanggung jawab yang harus saya selesaikan dengan baik. Ada tim juga tadi yang enggak berhenti sama sekali mendukung saya. Pastinya rasanya campur aduk, senang banget,” kata Ubed usai pertandingan penentuan tersebut seperti dikutip dari laman Kemenpora.
Ubed menceritakan bahwa pada awal gim pertama, dirinya sempat tertekan dan merasa gugup hingga permainan tidak berkembang secara maksimal. Namun, ketenangan serta arahan dari tim pelatih menjadi titik balik performanya di lapangan.
“Pertama agak sedikit keteteran karena agak sedikit nervous. Saya coba berusaha lebih tenang lagi dan pelatih juga terus meyakinkan saya untuk bisa mengambil poin satu per satu. Alhamdulillah bisa mengembalikan keadaan,” ujar atlet yang menjalani debutnya di pesta olahraga Asia tersebut.
Lebih lanjut, dia menekankan pentingnya komunikasi dan soliditas tim yang terus terbangun sejak awal kompetisi. Momen saling percaya antarpemain dan jajaran pelatih menjadi modal utama skuad Merah Putih dalam mengatasi tekanan, terutama saat sempat tertinggal 0-2 di awal laga.
“Dari awal sudah diskusi juga sama tim, terus meyakinkan bahwa kita tuh masih bisa berjuang sampai akhir. Dan alhamdulillah hasilnya bisa diberi kemenangan dan dikasih podium satu,” tuturnya.
Momen emosional juga mewarnai keberhasilan Ubed di lapangan. Sebelum melangkah masuk ke area pertandingan, dia sempat melepaskan rasa cemasnya dengan menghubungi kedua orang tuanya melalui sambungan telepon.
“Terima kasih buat kedua orang tua saya dan keluarga saya, dan masyarakat Indonesia juga yang sudah dukung saya sampai saat ini. Tadi sempat telepon juga sebelum main. Pas sebelum masuk ke lapangan saya telepon, meminta doanya, saya agak tegang gitu,” pungkas Ubed menambahkan dengan rasa haru.







