• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 23 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Bupati Kuningan Apresiasi Bantuan Ekonomi Produktif oleh Balai Taman Nasional Gunung Ciremai

Editor
Rabu, 23 September 2026 - 09:33
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar (tengah paling depan) saat menghadiri Sosialisasi dan Serah Terima Bantuan Ekonomi Produktif Masyarakat yang digelar Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) di Aula BTNGC Kuningan, Selasa (22/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab Kuningan)

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar (tengah paling depan) saat menghadiri Sosialisasi dan Serah Terima Bantuan Ekonomi Produktif Masyarakat yang digelar Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) di Aula BTNGC Kuningan, Selasa (22/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab Kuningan)

KUNINGAN – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan pentingnya membangun keseimbangan antara peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan kelestarian lingkungan di kawasan Gunung Ciremai. Menurutnya, hutan yang lestari bukan sekadar aset ekologis, tetapi juga dapat menjadi sumber penghidupan masyarakat apabila dikelola secara bijak dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Sosialisasi dan Serah Terima Bantuan Ekonomi Produktif Masyarakat yang digelar Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) di Aula BTNGC Kuningan, Selasa (22/9/2026).

RelatedPosts

Industri TPT Tetap Strategis, Pemerintah Dorong Penguatan Daya Saing dan Investasi

Meski Utang ke BI Lunas, Menkeu Tetap Kejar Aset Obligor dan Debitur BLBI

Menkomdigi Tegaskan Aturan Indonesia kepada CEO Roblox

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kuningan didampingi Kepala BTNGC Toni Anwar, S.Hut., MT., menyerahkan secara langsung bantuan ekonomi produktif kepada lima kelompok masyarakat desa penyangga kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di Kabupaten Kuningan.

Kegiatan turut dihadiri Kepala DPMD, Kepala Diskopdagperin, Camat Pasawahan, Camat Cilimus, Camat Cigugur, sejumlah kepala desa, serta jajaran BTNGC.

Lima kelompok penerima bantuan tersebut masing-masing mendapatkan dukungan untuk pengembangan usaha produktif dengan total bantuan sebesar Rp155 juta. Bantuan terdiri atas Koperasi Ciremai Green Lambosir sebesar Rp50 juta, Koperasi Karya Putra Mandiri sebesar Rp30 juta, kelompok pembudidaya ikan Desa Sadamantra sebesar Rp25 juta, Kelompok Pertanian Purba sebesar Rp25 juta, serta Koperasi Lamping Kidang sebesar Rp25 juta.

Bupati Dian menyampaikan apresiasi kepada BTNGC dan Kementerian Kehutanan atas perhatian serta dukungan nyata terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan TNGC.

“Ini merupakan bentuk kehadiran dan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar Taman Nasional Gunung Ciremai,” ujar Bupati dikutip laman Pemkab Kuningan.

Menurutnya, pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Ia menilai, masyarakat sekitar hutan justru harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam menjaga kawasan konservasi.

“Prinsip ekologis dan ekonomi harus berjalan berbarengan. Tidak bisa ekonomi saja kemudian ekologinya hancur. Sebaliknya, ekologis saja juga tidak cukup kalau masyarakatnya tidak sejahtera,” tegasnya.

Bupati Dian juga mendorong pemanfaatan potensi kawasan sekitar TNGC melalui hasil hutan bukan kayu (HHBK), jasa lingkungan, ekowisata, pertanian, perikanan, serta berbagai potensi lokal lainnya secara produktif dan tetap memperhatikan prinsip kelestarian.

Menurutnya, kelestarian Gunung Ciremai memiliki nilai strategis bagi masa depan perekonomian daerah, khususnya dalam pengembangan pariwisata berbasis alam.

“Rumah di pinggir hutan, pinggir balong, maupun pinggir sungai yang dulu mungkin dianggap tidak memiliki nilai ekonomi, hari ini justru dapat menjadi potensi. Yang penting kelestariannya dijaga,” ungkapnya.

“Karena itu, kelestarian alam harus kita jaga. Mereka tidak hanya membutuhkan hotel, tetapi membutuhkan kesunyian, wellness, healing, alam, udara yang bersih dan suasana yang sejuk,” tambahnya.

Bupati Dian menegaskan, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan bukanlah ancaman bagi konservasi, melainkan dapat menjadi mitra sekaligus benteng utama dalam menjaga kelestarian Gunung Ciremai.

“Jangan dipandang sebagai ancaman atau musuh, tetapi sebagai sahabat dan potensi kita untuk sama-sama merawat hutan. Ketika hutan lestari, air bersih, lingkungan terjaga, masyarakat juga akan memperoleh manfaatnya,” tegas Bupati.

Lebih lanjut Bupati Dian mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Kuningan siap memperkuat sinergi dengan BTNGC melalui perangkat daerah terkait, terutama dalam pembinaan UMKM, pertanian, koperasi, perdagangan dan pariwisata.

Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah, BTNGC, pemerintah desa dan masyarakat dapat menjadikan kawasan Gunung Ciremai sebagai kekuatan ekonomi daerah tanpa mengorbankan kelestarian alam.

“Kita rawat Ciremai, agar Ciremai merawat kehidupan. Kita rawat Ciremai, Ciremai akan merawat kita.” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga meminta perangkat daerah terkait untuk melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap kelompok penerima bantuan. Bantuan yang diberikan, harus dikembangkan menjadi usaha produktif yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Kalau ada produk, kemasan, pemasaran maupun manajemen usaha, saya minta dibina. Kalau ada program yang bersinggungan, agar disinergikan sehingga bantuan ini benar-benar berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BTNGC Toni Anwar menjelaskan bahwa TNGC tidak hanya memiliki fungsi ekologis sebagai kawasan konservasi, sumber air, pencegah banjir dan longsor serta habitat satwa liar, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung perekonomian masyarakat sekitar.

Ia menyebutkan, terdapat 54 desa penyangga kawasan TNGC yang terdiri atas desa-desa di Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka. Menurutnya, keberadaan masyarakat desa penyangga merupakan modal penting dalam pengelolaan kawasan konservasi secara berkelanjutan.

“Keberhasilan pengelolaan kawasan konservasi salah satunya apabila masyarakat desa penyangga dapat memanfaatkan kawasan secara ekologi, ekonomi dan sosial secara berkelanjutan,” jelas Toni.

Pada tahun 2026, BTNGC mengalokasikan bantuan ekonomi produktif sebesar Rp300 juta untuk 13 kelompok mitra yang tersebar di Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka. Khusus di Kabupaten Kuningan, bantuan diberikan kepada lima kelompok dengan total Rp155 juta.

Tags: Bupati KuninganDian Rachmat Yanuargunung ciremai

Related Posts

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM serta CEO Danantara Rosan Roeslani (kanan) dan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Chief Operating Officer (COO)/Direktur Operasional Danantara Dony Oskaria.(Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

Industri TPT Tetap Strategis, Pemerintah Dorong Penguatan Daya Saing dan Investasi

Editor
23 September 2026

JAKARTA - Industri TPT atau tekstil dan produk tekstil merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki peran penting dalam perekonomian...

Presiden Prabowo Subianto dan dan Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, di Istanda Negara Jakarta, Selasa 22 September 2026.(Foto: BPMI Setpres)

Meski Utang ke BI Lunas, Menkeu Tetap Kejar Aset Obligor dan Debitur BLBI

Editor
23 September 2026

JAKARTA - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa pelunasan utang obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Bank Indonesia (BI)...

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bersama jajaran berfoto bersama usai menyampaikan langsung kepada Co-Founder dan Chief Executive Officer Roblox David Baszucki mengenai kewajiban platform dalam memenuhi regulasi Indonesia, khususnya terkait pelindungan anak di ruang digital.(Foto: Dok. Kemkomdigi)

Menkomdigi Tegaskan Aturan Indonesia kepada CEO Roblox

Editor
23 September 2026

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan langsung kepada Co-Founder dan Chief Executive Officer Roblox David Baszucki mengenai...

Peresmian Jalan Ratjih Natawidjaja.(Foto: Diskominfo Kab Sumedang)

Jalan Ratjih Natawidjaja Diresmikan, Akses Jalan Sport Center Cigugur Sumedang

Editor
23 September 2026

Jalan Ratjih Natawidjaja diresmikan menjadi nama jalan yang menghubungkan kawasan Sport Center dengan Jalan Kutamaya. SUMEDANG - Jalan baru menuju...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Rabu 23/9/2026 Antam Rp 2.630.000 Per Gram

Editor
23 September 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Selasa 23/9/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.620.000 per gram...

Ratusan batang kayu hanyut di perairan Sumenep Madura.(Foto: Dok Humas Kemenhut/website Kemenhut)

Kemenhut Telusuri Ratusan Batang Kayu Log Hanyut di Perairan Sumenep

Editor
23 September 2026

SUMENEP - Sebanyak 697 batang kayu log yang diangkut Tongkang Lintas Samudera XXIII dilaporkan jatuh ke laut dan hanyut menuju...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.