• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 18 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Pocari Run 2026 Digelar 19-20 September, Ini Rutenya

Editor
Jumat, 18 September 2026 - 09:45
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, Pocari Run menjadi salah satu dari enam event lari besar berskala nasional. Oleh karena itu, Pemkot Bandung memberikan perhatian khusus terhadap penyelenggaraannya.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, Pocari Run menjadi salah satu dari enam event lari besar berskala nasional. Oleh karena itu, Pemkot Bandung memberikan perhatian khusus terhadap penyelenggaraannya.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

BANDUNG – Pocari Run 2026 siap menyemarakkan suasana Kota Bandung. Pocari Run yang akan berlangsung selama dua hari pada 19-20 September 2026.

Sebanyak 15.000 peserta dijadwalkan mengikuti ajang tersebut. Sekitar 70 persen peserta berasal dari luar Kota Bandung, sehingga event ini dinilai turut memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

RelatedPosts

FIFA ASEAN Cup 2026: Trophy Tour di Sarinah Mall

FIFA ASEAN Cup 2026: Tiket Mulai Dijual, Segini Harganya

ASIAN GAMES 2026: Harapan Besar dari Tunggal Putra Bulutangkis

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, Pocari Run menjadi salah satu dari enam event lari besar berskala nasional. Oleh karena itu, Pemkot Bandung memberikan perhatian khusus terhadap penyelenggaraannya.

“Pocari Run ini satu di antara enam event lari besar nasional. Jadi untuk Kota Bandung menjadi sangat strategis,” kata Farhan di Pendopo Kota Bandung, Kamis 17 September 2026 dilansir laman Pemkot Bandung.

Menurutnya, hingga 2024 event tersebut berada dalam pengelolaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, sejak 2025 hingga saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendapat tugas untuk mengawal pelaksanaan Pocari Run.

Pemkot Bandung akan melibatkan sejumlah perangkat daerah dan unsur kewilayahan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib. Di antaranya Dinas Perhubungan, Satpol PP, panitia penyelenggara, camat hingga lurah di wilayah yang dilalui rute lari.

“Kami akan mengawal event ini karena event yang berlangsung selama dua hari melibatkan 15.000 orang peserta yang 70 persennya datang dari luar Kota Bandung memiliki dampak ekonomi yang luar biasa. Itu menggerakkan perekonomian wisata Kota Bandung,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemkot Bandung menyadari pelaksanaan event lari berskala besar akan berdampak terhadap mobilitas warga.

Farhan memastikan jalan yang menjadi lintasan peserta tidak ditutup total, melainkan menerapkan sistem buka-tutup. Rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kelancaran event dan kebutuhan pengguna jalan.

“Kita tidak mungkin Kota Bandung itu bisa mensterilkan sebuah jalur. Tapi kita akan lakukan skema buka-tutup,” ucapnya.

Pengaturan lalu lintas akan berlangsung sejak dini hari. Pada Sabtu, aktivitas mulai menggunakan sejumlah ruas jalan sekitar pukul 05.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB. Sementara pada Minggu, pengaturan berlangsung mulai sekitar pukul 04.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB.

Sejumlah ruas jalan yang perlu menjadi perhatian masyarakat antara lain Jalan Merdeka, Vanda, Wastukancana, Pajajaran, Cicendo, RE Martadinata, Dago, Diponegoro, Supratman, Cihampelas, Cicaheum, Kiaracondong, Gatot Subroto, Asia Afrika, Sudirman, Gardujati, hingga kembali ke kawasan Balai Kota Bandung.

Farhan juga meminta para marshal atau petugas pengamanan di sepanjang rute untuk mengedepankan kesabaran ketika menghadapi pengguna kendaraan yang terdampak rekayasa lalu lintas.

Ia mengatakan, pengamanan tidak hanya melibatkan panitia tetapi juga Kepolisian, TNI, Dishub dan Satpol PP.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama Forkopimda yang sangat erat, terutama Polrestabes yang telah menunjukkan arahan-arahan kepada kita agar bisa melaksanakan dengan baik,” ujarnya.

Selain rekayasa lalu lintas, Pemkot Bandung juga memberi perhatian terhadap sejumlah titik cheering point, tempat komunitas maupun pendukung memberikan semangat kepada peserta.

Farhan mengatakan, penyisiran akan dilakukan bersama Satpol PP untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran di titik-titik tersebut.

Hal itu menjadi perhatian setelah adanya kejadian yang menurut Farhan telah mengurangi nilai positif penyelenggaraan event.

“Kita akan melakukan penyisiran terutama di titik yang disebut dengan cheering point, di mana komunitas dipersilakan memberikan semangat. Itu akan kita jaga satu-satu. Tidak boleh ada pelanggaran,” katanya.

Aspek kebersihan juga menjadi perhatian dalam Pocari Run. Pemkot Bandung bersama panitia menyiapkan langkah khusus untuk menangani sampah yang ditimbulkan selama event.

Pocari menyiapkan Project Eco Blue yang bertugas melakukan pengumpulan sampah plastik selama kegiatan berlangsung untuk kemudian diproses dan didaur ulang.

Farhan mengatakan, peserta maupun panitia harus menjaga kebersihan sepanjang rute.

“Kalau masalah sampah kita sama-sama galak. Kita mesti lakukan sweeping sehingga semua sampah plastik nanti akan ditarik oleh Project Eco Blue, di-recycle,” ucapnya.

Menurutnya, event olahraga seperti Pocari Run tidak hanya berdampak terhadap perekonomian dan pariwisata, tetapi juga dapat mendorong kebiasaan hidup sehat masyarakat.

“Lari bukan sekadar olahraga. Event-event lari ini di level dunia sampai level nasional menunjukkan kontribusi yang luar biasa. Tidak hanya kontribusi ekonomi, tetapi juga kontribusi kebiasaan hidup sehat bagi masyarakat,” katanya.

Untuk mendukung kelancaran mobilitas peserta dan masyarakat, sejumlah kantong parkir juga telah disiapkan di sekitar kawasan yang menjadi bagian dari kegiatan.

Enam lokasi parkir yang disiapkan antara lain:

  1. Parkir BIP
  2. Parkir Kantor Dinas Sumber Daya Air Provinsi, Jalan Wastukencana
  3. Parkiran Masjid Al Ukhuwah
  4. Dinas Kelautan, Jalan Wastukencana
  5. BJB Syariah, Jalan Wastukencana
  6. Parkiran Dinas Sumber Daya Manusia, Jalan Nias

 

Pemkot Bandung mengimbau masyarakat yang beraktivitas pada 19-20 September untuk memperhatikan informasi rekayasa lalu lintas dan menyesuaikan perjalanan terutama pada dini hari hingga pagi.

Farhan menjelaskan, pengaturan tersebut dilakukan agar event tetap memberikan manfaat bagi Kota Bandung tanpa mengabaikan kepentingan pengguna jalan.

“Keseimbangannya mesti dijaga, karena setiap penggunaan jalan bersama pasti menimbulkan ketidaknyamanan,” tuturnya.

Tags: Muhammad FarhanPocari Run 2026

Related Posts

Trofi FIFA ASEAN Cup 2026.(Foto: Dok. PSSI)

FIFA ASEAN Cup 2026: Trophy Tour di Sarinah Mall

Editor
18 September 2026

JAKARTA - Penggemar sepak bola di Jakarta dapat melihat langsung trofi FIFA ASEAN Cup 2026 di Sarinah Mall mulai 18...

FIFA ASEAN Cup 2026 digelar 25 September hingga 5 Oktober 2026.

FIFA ASEAN Cup 2026: Tiket Mulai Dijual, Segini Harganya

Editor
18 September 2026

JAKARTA - FIFA ASEAN Cup 2026 akan segera bergulir di Indonesia pada tanggal 25 September hingga 5 Oktober mendatang. Para...

Sebagian anggota kontingan Tim Bulutangkis Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026.(Foto: Humas PBSI)

ASIAN GAMES 2026: Harapan Besar dari Tunggal Putra Bulutangkis

Editor
17 September 2026

TOKYO - Tiga dari empat tunggal putra Indonesia yang akan menjadi andalan tim bulutangkis di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 adalah...

FIFA ASEAN Cup 2026 digelar 25 September hingga 5 Oktober 2026.

FIFA ASEAN Cup 2026: Momentum Timnas Indonesia Makin Kompetitif

Editor
17 September 2026

JAKARTA - Timnas Indonesia akan berlaga di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan membawa pengalaman dari sejumlah agenda internasional sepanjang tahun....

Bupati Sumedang di West Java Paragliding Championship 2026.(Foto: Diskominfo Kab Sumedang)

Bupati Sumedang dan Jajaran Kunjungi Area West Java Paragliding Championship

Editor
17 September 2026

SUMEDANG - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila dan jajaran Forkopimda mengunjungi Lokasi take off ...

Cabang olah raga renang.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Kota Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Peparda VII Jabar 2026

Editor
17 September 2026

BANDUNG - Kota Bandung siapmenjadi tuan rumah Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat 2026 yang akan berlangsung pada 22–28...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.