YOGYAKARTA – Ketua Bidang Turnamen PP PBSI Wahyana berharap penerapan sistem skor baru 15×3 dapat tersosialisasi dengan baik hingga ke klub-klub bulu tangkis di berbagai daerah di Indonesia. Uji coba format tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menuju pemberlakuan sistem skor baru oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pada Januari 2027 dan akan berlangsung hingga akhir musim kompetisi 2026.
“Harapan saya, setelah kita adakan uji coba pada HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) A 2026 ini, teman-teman di daerah dapat menerapkannya di berbagai sesi latihan dan bahkan kejuaraan-kejuaraan resmi tingkat daerah,” ujarnya kepada Djarum Badminton, Kamis (10/9), di POWR Hall Badminton, DIY dikutip laman Djarum Badminton.
Ia mengungkapkan, sejumlah kejuaraan bulu tangkis yang digelar di Batam atau Sidoarjo, belum lama ini, telah menerapkan sistem skor baru ini. “Harapannya, sampai akhir tahun ini, sistem 15×3 sudah tersosialisasi dan dapat diterapkan seterusnya,” Wahyana, menambahkan.
HYDROPLUS Sirnas A DKI Jakarta 2026 menjadi seri Sirnas terakhir yang menggunakan sistem reli poin 21. Sejalan dengan perubahan regulasi yang akan diberlakukan BWF mulai Januari 2027, PP PBSI kemudian menerapkan uji coba sistem skor 15×3 pada sejumlah kejuaraan nasional yang berlangsung mulai September hingga Desember 2026.
HYDROPLUS Sirnas A DIY 2026, yang berlangsung pada 8–13 September, menjadi kejuaraan pertama yang menerapkan sistem skor tersebut. Setelah pelaksanaan di Kota Pelajar, sembilan turnamen nasional lainnya juga akan menggunakan format 15×3, dengan rangkaian uji coba ditutup melalui Kejuaraan Nasional 2026 pada 15–20 Desember.
Wahyana mengatakan, penerapan sistem skor 15×3 membuat durasi pertandingan pada HYDROPLUS Sirnas A DIY 2026 cenderung lebih singkat. Meski demikian, waktu pertandingan tetap bervariasi, mulai dari laga yang hanya berlangsung belasan menit hingga pertandingan tiga gim yang mencapai durasi sekitar satu jam.
Penerapan sistem skor 15×3, lanjutnya, mendapat respons positif dari para atlet. Menurutnya, para pemain menunjukkan antusiasme tinggi karena format baru tersebut memberikan tantangan untuk dapat beradaptasi dengan cepat selama pertandingan.
Wahyana juga menemukan durasi pertandingan terlama yang tercatat selama HYDROPLUS Sirnas A DIY 2026 berlangsung hingga 60 menit dalam laga tiga gim. Sementara itu, pertandingan tercepat dapat diselesaikan hanya dalam 16 menit, menunjukkan perbedaan durasi yang cukup signifikan dengan penerapan sistem skor baru tersebut.






