• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 19 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Orangutan Diduga Terdampak Asap Karhutla Akhirnya Mati Usai Ditangani Intensif

Editor
Jumat, 04 September 2026 - 04:32
Tim memberikan pertolongan pertama kepada orangutan Sempurna saat ditemukan dalam kondisi lemas di Ketapang Kalimantan Barat.(Foto: Humas Kemenhut)

Tim memberikan pertolongan pertama kepada orangutan Sempurna saat ditemukan dalam kondisi lemas di Ketapang Kalimantan Barat.(Foto: Humas Kemenhut)

PONTIANAK – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat mengonfirmasi kematian satu individu orangutan jantan dewasa bernama Sempurna pada Minggu, 30 Agustus 2026. Sebelumnya, Sempurna ditemukan dalam kondisi sangat lemah dan mengalami gangguan pernapasan di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang.

Menurut keterangan resmi Kemenhut dikutip dari laman kementerian, Sempurna pertama kali dilaporkan oleh masyarakat sekitar pukul 07.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, BKSDA Kalimantan Barat bersama Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) segera melakukan upaya penyelamatan.

RelatedPosts

Kata BRIN, Bioflok Hemat Pakan Ikan Nila Hingga 84,03 Persen

Trade Expo Indonesia 2026 Resmi Ditutup, Mendag Busan: Potensi Transaksi Capai USD 22,94 Miliar

BMKG Raih Anugerah PERHUMAS

Tim menemukan Sempurna berada di dalam parit kering di area perkebunan kelapa sawit milik warga. Saat ditemukan, Sempurna tidak mampu berdiri, hanya dapat bergerak secara terbatas, serta mengalami kesulitan bernapas.

Tim kemudian memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan intravena sebelum Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Namun, kondisi Sempurna terus menurun. Sekitar pukul 14.00 WIB, pernapasannya semakin dangkal dan saturasi oksigen tidak terdeteksi. Setelah menunjukkan tanda-tanda henti napas, tim melakukan upaya resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR). Sempurna akhirnya dinyatakan mati pada pukul 15.20 WIB.

Untuk mengetahui kondisi kesehatan dan dugaan penyebab kematian, nekropsi dilakukan pada 1 September 2026. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada beberapa organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.

Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian kaudoventral kedua lobus paru-paru. Berdasarkan riwayat kondisi klinis dan hasil pemeriksaan tersebut, perubahan patologis pada paru-paru diduga berkaitan dengan paparan asap yang berpotensi mengganggu fungsi paru-paru dan menyebabkan hipoksia akut atau kondisi kekurangan oksigen dalam tubuh.

Kondisi tersebut selanjutnya diduga berkontribusi terhadap gangguan fungsi kardiovaskular hingga menyebabkan kematian Sempurna. Pemeriksaan dan penelusuran dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi kesehatan dan faktor yang berkontribusi terhadap kematian satwa tersebut.

Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, menyampaikan duka cita atas kematian Sempurna serta mengapresiasi respons masyarakat yang telah melaporkan keberadaan satwa tersebut.

“Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan. Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa. Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,” ujar Murlan.

Menurut Murlan, laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya penyelamatan satwa liar, khususnya dalam kondisi darurat seperti ketika satwa ditemukan sakit, terluka, atau terdampak kebakaran hutan dan lahan.

“Peran masyarakat sangat penting. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan satwa liar yang membutuhkan pertolongan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas,” katanya.

Balai KSDA Kalimantan Barat mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penanganan sendiri terhadap satwa liar yang ditemukan dalam kondisi sakit, terluka, atau terdampak kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat dapat segera melaporkan temuan tersebut kepada Balai KSDA Kalimantan Barat melalui Call Center 08115776767 atau 08115670041 untuk wilayah Kabupaten Ketapang.

Tags: BKSDAkarhutlaKemenhutkementerian kehutananorangutan

Related Posts

Image: BRIN

Kata BRIN, Bioflok Hemat Pakan Ikan Nila Hingga 84,03 Persen

Editor
19 Oktober 2026

CIBINONG - Meningkatkan produksi ikan nila (Oreochromis niloticus) tidak cukup hanya dengan menambah jumlah benih atau memperluas kolam. Pemilihan teknologi...

Menteri Perdagangan Budi Santoso resmi menutup gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada Minggu, (18/10). Selama lima hari pelaksanaan, pameran dagang terbesar di Indonesia ini mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 22,94 miliar, atau 31,1 persen melampaui target USD 17,5 miliar.(Foto: Humas Kemendag)

Trade Expo Indonesia 2026 Resmi Ditutup, Mendag Busan: Potensi Transaksi Capai USD 22,94 Miliar

Editor
19 Oktober 2026

TANGERANG - Menteri Perdagangan Budi Santoso resmi menutup gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada Minggu, (18/10). Selama lima hari...

(Foto: Humas BMKG)

BMKG Raih Anugerah PERHUMAS

Editor
19 Oktober 2026

SURAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meraih Anugerah PERHUMAS 2026 kategori Humas Pemerintah atas kontribusi dan profesionalitasnya dalam...

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) António Guterres di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, pada Minggu (18/10/2026).(Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Sambut Hangat Sekjen PBB di Hambalang

Editor
19 Oktober 2026

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) António Guterres di kediaman...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Senin 19/10/2026 Antam Rp 2.574.000 Per Gram

Editor
19 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Senin 19/10/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.574.000 per gram...

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Hengki saat memberikan keterangan pers di lokasi penggerebekan pabrik obat-obatan keras terbatas ilegal di kawasan Pergudangan Bizpark Kopo, Kota Bandung.(Foto:Istimewa).

Pabrik Obat Keras Ilegal Produksi 8 Juta Butir Per Hari di Bandung Digerebek Polisi

Editor
18 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG -- Tim Satresnarkoba Polrestabes Bandung, menggerebek pabrik memproduksi obat-obatan keras terbatas ilegal di wilayah Kota Bandung, Jawa Barat....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.