• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 4 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Masagi Cibogo Sulap Kresek Bekas Jadi Produk Bernilai

Editor
Senin, 17 Agustus 2026 - 11:36
Produk kreatif dari sampah plastik.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Produk kreatif dari sampah plastik.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

BANDUNG – Sampah kantong kresek yang kerap berakhir di tempat pembuangan dapat memiliki nilai guna apabila dikelola dengan tepat. Hal tersebut ditunjukkan oleh Komunitas Masagi Cibogo yang mengolah limbah kantong kresek bekas menjadi berbagai produk kreatif, seperti dompet, tas belanja, tas laptop, hingga alas duduk.

Komunitas Masagi Cibogo yang berada di Kampung Cibogo, RT 04 RW 04, Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, turut memperkenalkan hasil olahan limbah tersebut di Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026, Sabtu 15 Agustus 2026.

RelatedPosts

Local Market SCBD Park Buka Akses Pasar

Pemkot Bogor Gencar Kampanye Gemarikan

Merawat Tradisi Budaya Lewat Seminar Sangitaloka Festival Musik Tradisi Indonesia

Kehadiran stan ini menjadi sarana bagi komunitas untuk memperkenalkan produk sekaligus mengajak masyarakat lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.

Enung Siti Oliah, salah satu anggota Komunitas Masagi Cibogo menjelaskan, produk yang dihasilkan berasal dari kantong kresek bekas yang diolah melalui proses penganyaman hingga menjadi barang yang dapat digunakan kembali.

“Kami menjual produk olahan dari limbah kantong kresek bekas. Kami olah, anyam, dan setelah anyaman jadi, dibuat menjadi produk-produk berguna,” ujar Enung dikutip bandung.go.id.

Menurutnya, pengolahan limbah kantong kresek merupakan bagian dari upaya komunitas untuk mengurangi timbulan sampah di tempat pembuangan sementara maupun lingkungan masyarakat. Limbah yang sebelumnya hanya dibuang dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki fungsi sekaligus nilai ekonomi.

“Semata-mata hanya ingin salah satunya itu untuk mengampanyekan bahwa warga masyarakat harus bertanggung jawab atas sampahnya,” ungkapnya.

Berbagai produk dihasilkan melalui proses pengolahan tersebut. Salah satu produk yang menjadi best seller adalah dompet berbahan anyaman kantong kresek.

Selain itu, terdapat tas belanja, tas laptop, serta anyaman berukuran sekitar 40×40 sentimeter yang dapat digunakan sebagai alas duduk atau tikar.

Produk-produk tersebut dijual dengan harga yang beragam, mulai dari Rp75.000 hingga lebih dari Rp200.000 untuk produk tertentu. Harga tersebut disesuaikan dengan jenis produk, tingkat kesulitan, serta waktu yang diperlukan dalam proses pembuatannya.

Proses produksi dilakukan secara bertahap dan membutuhkan ketelitian serta keterampilan. Sebagian besar pengerjaan masih dilakukan secara manual, mulai dari proses menganyam hingga menjahit bagian-bagian produk. Waktu yang dibutuhkan pun berbeda-beda, tergantung jenis produk yang dibuat.

“Kalau untuk menganyam, ada yang bisa sehari, ada yang bisa seminggu. Khususnya untuk kantong belanja itu kurang lebih dua mingguan untuk sampai jadi, dari mulai menganyam sampai jadi tas seperti ini,” jelas Enung.

Dalam pembuatan tas belanja, setiap bagian membutuhkan proses tersendiri. Bagian badan tas dapat membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk dianyam. Sedangkan bagian tali dan alas menggunakan cetakan khusus untuk menghasilkan bentuk yang sesuai.

Melalui kreativitas dan keterampilan warga, limbah kantong kresek yang sulit terurai dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna. Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah untuk mengurangi timbulan sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

Kehadiran Komunitas Masagi Cibogo menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan produk kreatif.

Melalui pemanfaatan limbah kantong kresek, masyarakat tidak hanya diajak untuk mengurangi sampah, tetapi juga melihat potensi ekonomi dari barang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.

Tags: kerajinanproduk dari sampahsampah plastik

Related Posts

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengunjungi salah satu stan dalam acara The Local Market ID: Pasar Wiwitan di SCBD Park, Jakarta, Sabtu (3/10/2026).(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif.)

Local Market SCBD Park Buka Akses Pasar

Editor
4 Oktober 2026

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, terus memperluas akses pasar bagi produk kreatif...

Safari Gemarikan.(Foto: Diskominfo Pemkot Bogor)

Pemkot Bogor Gencar Kampanye Gemarikan

Editor
4 Oktober 2026

BOGOR - Program Gemarikan atau Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan terus dijalankan pemerintah. Hal ini dilakukan untuk memastikan masyarakat, terutama anak-anak,...

Seminar Sangitaloka Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2026.(Foto: Diskominfo Kab. Bogor)

Merawat Tradisi Budaya Lewat Seminar Sangitaloka Festival Musik Tradisi Indonesia

Editor
4 Oktober 2026

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kebudayaan, terus mendorong pelestarian dan pemajuan kebudayaan daerah melalui Seminar Sangitaloka Festival...

Pemkab Bogor dan APPSI gelar Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 di Lapangan Panahan Gelora Pakansari, Cibinong, Sabtu (3/10).(Foto: Diskominfo Kab. Bogor)

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Gairahkan Peternakan Rakyat

Editor
4 Oktober 2026

CIBINONG – Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Asosiasi Peternak dan Penggemar Sapi Indonesia (APPSI) dalam penyelenggaraan Kontes Sapi APPSI Piala...

Banjir luapan Sungai Citarum merendam rumah warga dan memutus Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.(Foto:Istimewa).

Banjir Bandung Timur Butuh Dana Rp 800 Miliar

Editor
4 Oktober 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan skema penanganan banjir secara menyeluruh, khususnya untuk kawasan Bandung Selatan yang selama ini...

Ketua Pengprov PBSI Jawa Barat Akhmad Wiyagus berfoto bersama dengan peraih podium Hydroplus Sirkuit Nasional (Sirnas) Jabar 2026 pada final yang berlangsung pada Sabtu 3 Oktober 2026.(Foto: Istimewa)

Alhamdulillah! Mutiara Cardinal Juara Ganda Taruna Putri Sirnas A Jabar 2026

Editor
3 Oktober 2026

Di sela-sela dominasi Jaya Raya Jakarta dan Djarum Kudus, klub asal Bandung Mutiara Cardinal mampu meraih gelar juara pada nomor...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.