• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 30 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Manufaktur Indonesia Makin Ekspansif, Permintaan dan Produksi Juli 2026 Naik

Editor
Kamis, 30 Juli 2026 - 08:14
Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief memaparkan kinerja manufaktur Indonesia.(Foto: Istimewa)

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief.(Foto: Istimewa)

SATUJABAR, JAKARTA – Manufaktur Indonesia pada bulan Juli 2026 terus mengalami peningkatan setelah mengalami tekanan pada dua sisi produksi dan permintaan pada bulan sebelumnya.

Indeks Kepercayaan Industri (IKI) bulan Juli 2026 berada pada level 53,10 atau meningkat 0,20 poin dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 52,90. Hingga Juli 2026, sebanyak 22 dari 23 subsektor industri pengolahan menembus fase ekspansi dengan kontribusi mencapai 98,6 persen terhadap PDB nonmigas.

RelatedPosts

Senator Agita Dorong Penyempurnaan Sistem SPMB agar Lebih Adil, Transparan, dan Menjamin Pemerataan Mutu Pendidikan

Pengemudi Ojol Diki Akbari Ditemukan, Tidak Pulang Alasan Cari Pekerjaan Lain

Stasiun Semarang Tawang Direvitalisasi, Presiden: Hidupkan Lagi Warisan Sejarah

“Industri dalam negeri kembali menunjukkan resiliensinya menghadapi berbagai tekanan pada sisi produksi ataupun demand pada pasar domestik dan global yang ditunjukkan oleh kenaikan IKI sebesar 0,20 dari 52,90 pada bulan Juni menjadi 53,10 bulan Juli 2026. Hal ini mencerminkan ketahanan sektor industri di tengah berbagai tantangan global sekaligus menjadi modal penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief dalam Rilis IKI Juli 2026 di Jakarta, Kamis (30/7).

Berdasarkan variabel pembentuk IKI, komponen permintaan baru meningkat sebesar 0,45 poin menjadi 53,80. Peningkatan pesanan terutama disebabkan karena permintaan pasar domestik yakni, Pertama, meningkatnya permintaan produk manufaktur oleh sektor-sektor dalam perekonomian nasional. Kedua, konsumsi rumah tangga terutama pemenuhan kebutuhan rumah untuk liburan memasuki tahun ajaran baru. Ketiga, belanja program pemerintah seperti MBG, Kopdes Merah Putih, Kampung Nelayan, Transformasi B30 menjadi B50, pembangunan 3 juta rumah subsidi. Keempat, Investasi pembangunan industri baru dan Kelima, yaitu pesanan ekspor.

Khusus mengenai investasi baru, Kemenperin mencatat bahwa terdapat 152 industri baru yang mulai beroperasi pertama kali di Indonesia pada semester 1 2026. Nilai investasi dari industri yang mulai beroperasi tersebut senilai Rp 157,6 triliun dan menyerap tenaga kerja baru bidang produksi sebesar 56.347 orang.

“Kenaikan aktivitas manufaktur Indonesia pada bulan Juli 2026 terutama ditopang oleh kenaikan dari sisi permintaan domestik, terutama mulai jalannya program pemerintah seperti MBG, kelanjutan pembangunan koperasi merah putih, B50, kampung nelayan, serta program tiga juta rumah subsidi,” ujar Febri.

Begitu juga dengan variabel produksi, yang mengalami kenaikan sebesar 0,27 poin dari 54,28 menjadi 54,55 pada bulan Juli. Hal ini menunjukkan resiliensi dari rantai pasok manufaktur di tengah masalah pemadaman listrik, kenaikan harga gas industri, dan kenaikan harga bahan baku terutama harga bahan impor pada bulan sebelumnya.

“Rantai pasok industri dalam negeri pada bulan Juli 2026 menunjukkan aktivitas lebih kuat dibandingkan bulan sebelumnya. Pada bulan Juni lalu, industri dalam negeri mengalami masalah pada sisi produksi seperti pemadaman listrik, kenaikan harga gas industri dan kenaikan harga bahan baku impor telah teratasi dengan baik,” ujarnya.

Namun, meski permintaan dan produksi meningkat, variabel persediaan pada bulan Juli mengalami kontraksi, yang disebabkan karena sebagian industri masih menahan stok persediaan di gudang dan belum mendistribusikan nya keluar industri.

“Sebagian industri masih menahan sebagian stok barang hasil produksi di bulan sebelumnya, karena masih menunggu perkembangan industri makro, kebijakan atau insentif dari pemerintah pada produksinya. Setelah ada perkembangan, industri akan segera mendistribusikan hasil produksi ke pasar mengingat permintaan terus meningkat,” ungkap Jubir Kemenperin.

Dari 23 subsektor industri pengolahan non migas yang dipantau IKI, subsektor dengan kinerja terbaik berasal dari Industri Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi Trailer serta Industri Minuman. Di samping itu, hanya satu subsektor yang mengalami kontraksi, yaitu Industri Kulit, Barang dari Kulit, dan Alas Kaki, yang masih menghadapi tekanan akibat melemahnya permintaan ekspor dan meningkatnya biaya logistik internasional.

“Kondisi tersebut mencerminkan masih adanya penumpukan stok produk jadi pada sebagian industri, sehingga perlu terus diantisipasi melalui penguatan permintaan, baik dari pasar domestik maupun ekspor,” tuturnya.

Jubir menambahkan, hasil survei juga menunjukkan bahwa kondisi usaha industri secara umum mengalami perbaikan. Sebanyak 77,9 persen responden menyatakan kegiatan usahanya membaik maupun stabil, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Di sisi lain, tingkat pesimisme pelaku usaha terhadap kondisi enam bulan ke depan justru menurun menjadi 7,0 persen, meskipun tingkat optimisme juga sedikit terkoreksi menjadi 67,8 persen.

“Ini menunjukkan bahwa dunia usaha masih memiliki keyakinan terhadap prospek industri nasional, namun tetap mencermati berbagai perkembangan ekonomi global secara hati-hati,” katanya.

Febri menambahkan, sektor industri memang masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari perlambatan permintaan ekspor, meningkatnya biaya logistik akibat kondisi geopolitik, hingga derasnya produk impor pada beberapa subsektor.

Oleh sebab itu, Kementerian Perindustrian terus memperkuat berbagai kebijakan strategis untuk menjaga daya saing industri nasional, antara lain percepatan implementasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), penguatan penggunaan produk dalam negeri melalui kebijakan TKDN, pengendalian impor, percepatan industrialisasi, serta penguatan investasi manufaktur berteknologi tinggi agar Indonesia semakin terintegrasi dalam rantai pasok global.

Tags: kemenperinKementerian PerindustrianKinerja Manufaktur Indonesia

Related Posts

Anggota DPD Dapil Jabar Agita Nurfianti (kanan) dalam Kegiatan Reses Penyerapan Aspirasi Masyarakat dan Daerah dengan tema: Inventarisasi Materi Pengawasan atas Pelaksanaan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Kamis (30/7/2026).(Foto: Istimewa)

Senator Agita Dorong Penyempurnaan Sistem SPMB agar Lebih Adil, Transparan, dan Menjamin Pemerataan Mutu Pendidikan

Editor
30 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti...

Pengemudi ojol, Diki Akbari, saat dimintai keterangan di Markas Polsek (Mapolsek) Cibeunying Kidul.(Foto:Istimewa).

Pengemudi Ojol Diki Akbari Ditemukan, Tidak Pulang Alasan Cari Pekerjaan Lain

Editor
30 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Hampir sepekan sejak dilaporkan hilang, pengemudi ojek online (ojol), bernama Diki Akbari, akhirnya ditemukan. Diki Akbari pulang sendiri ke...

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (30/07/2026).(Foto: Setneg)

Stasiun Semarang Tawang Direvitalisasi, Presiden: Hidupkan Lagi Warisan Sejarah

Editor
30 Juli 2026

SATUJABAR, SEMARANG - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (30/07/2026)....

Welcome Dinner Garut International Kite Festival 2026 yang digelar di Cisurupan, kaki Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Rabu (29/7/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Garut)

Garut International Kite Festival Dongkrak Pariwisata

Editor
30 Juli 2026

Garut International Kite Festival akan berlangsung di Cisurupan yang berada di kaki Gunung Papandayan SATUJABAR, GARUT - Bupati Garut, Abdusy...

Sumarna (42), satpam ditemukan tewas dengan tangan terborgol di area Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.(Foto:Istimewa).

Keluarga Satpam Sumarna Dapat Santunan Rp.418 Juta dan Beasiswa Pendidikan Kedua Anaknya

Editor
30 Juli 2026

SATUJABAR, PURWAKARTA--Ahli waris satpam Sumarna, yang ditemukan tewas mengambang dengan tangan terborgol di area Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat,...

GIIAS 2026

GIIAS 2026: Dibuka 30 Juli, Tiket Rp 50.000 – Rp 100.000

Editor
30 Juli 2026

SATUJABAR, TANGERAN - GIIAS 2026 secara resmi dibuka untuk seluruh masyarakat umum. Selama 11 hari penyelenggaraan hingga 9 Agustus 2026,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat