• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 7 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Senator Agita Dorong Evaluasi MBG Agar Tepat Sasaran & Berdampak Nyata

Editor
Kamis, 23 Juli 2026 - 08:23
Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti (kanan).(Foto: Istimewa)

Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti (kanan).(Foto: Istimewa)

SATUJABAR, BANDUNG – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tujuan mulia meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak Indonesia benar-benar tercapai. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin kegiatan Inventarisasi Materi Pengawasan atas Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan terkait Program MBG, Kamis (23/7), di Bandung, dalam rangka Reses Masa Sidang V Tahun Sidang 2025–2026.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh para perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dinas Pendidikan Kota Bandung, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pakar gizi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

RelatedPosts

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Siswa Wajib Pakai Masker

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Husein Ditutup Hingga Pukul 08.59 WIB

Hutan Kalimantan Terbakar, Petugas Pergoki Orang Lagi Buka Lahan Pakai Ekskavator

Pertemuan ini bertujuan untuk melakukan inventarisasi materi menyangkut berbagai permasalahan terkait pelaksanaan program MBG serta menyerap aspirasi, pandangan, pendapat dan masukan dari masyarakat dan daerah terhadap pelaksanaan program MBG.

Dalam forum tersebut, Agita mengapresiasi komitmen seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Program MBG. Menurutnya, program ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang berangkat ke sekolah dalam kondisi lapar sehingga dapat belajar dengan lebih optimal.

“Program MBG memiliki tujuan yang sangat baik, yaitu memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup sehingga mampu belajar dengan sehat dan optimal. Karena itu, program ini harus kita jaga bersama agar implementasinya semakin baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Agita melalui keterangan resmi.

Meski demikian, Agita menilai berbagai masukan dari para peserta rapat menunjukkan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu segera dibenahi. Salah satunya adalah belum optimalnya koordinasi antarinstansi, khususnya dalam pengawasan keamanan pangan dan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi SPPG.

Dalam rapat terungkap bahwa Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai upaya, mulai dari inspeksi kesehatan lingkungan, pendampingan SPPG, pelatihan keamanan pangan, penyusunan standar menu bergizi, hingga pemeriksaan laboratorium. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dan belum optimalnya pelibatan Dinas Kesehatan dalam seluruh proses pelaksanaan membuat fungsi pengawasan belum berjalan maksimal.

Selain itu, sejumlah SPPG juga masih menghadapi kendala administrasi dalam memperoleh SLHS. Padahal sertifikat tersebut merupakan salah satu instrumen penting untuk menjamin keamanan pangan serta mencegah terjadinya kasus keracunan makanan.

Agita juga menyoroti pentingnya evaluasi berbasis data terhadap dampak Program MBG. Berdasarkan paparan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat maupun Kota Bandung, hingga saat ini belum tersedia data yang komprehensif mengenai pengaruh program terhadap tingkat kehadiran siswa, konsentrasi belajar, prestasi akademik, maupun perkembangan status gizi peserta didik.

“Program sebesar ini harus memiliki sistem evaluasi yang kuat. Kita perlu mengetahui sejauh mana dampaknya terhadap kesehatan, pertumbuhan, dan kualitas belajar anak. Kebijakan yang baik harus didukung oleh data yang valid sehingga setiap perbaikan benar-benar tepat sasaran,” tegas Agita.

Masukan lain yang mengemuka dalam rapat adalah perlunya penyesuaian porsi makanan berdasarkan kelompok usia, peningkatan variasi menu, pemanfaatan pangan lokal yang lebih sesuai dengan selera anak, serta penguatan standar operasional bagi seluruh SPPG agar kualitas makanan tetap terjaga secara merata.

Di sisi lain, para pengelola SPPG menyampaikan bahwa pelaksanaan program juga memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kemitraan dengan petani, UMKM, dan koperasi di sekitar wilayah operasional. Menurut Agita, potensi tersebut perlu terus diperkuat sehingga Program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Pakar gizi yang hadir dalam pertemuan juga menekankan pentingnya penyusunan standar produksi makanan secara nasional, sertifikasi kapasitas penyelenggara, serta pengembangan sistem informasi digital untuk mengatur kapasitas produksi sesuai jumlah penerima manfaat setiap harinya.

Menutup kegiatan tersebut, Agita menegaskan bahwa seluruh masukan dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, maupun pengelola SPPG akan menjadi bagian dari bahan pengawasan DPD RI terhadap pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

“DPD RI ingin memastikan Program MBG berjalan semakin baik dari waktu ke waktu. Program ini tidak boleh berhenti, tetapi harus terus diperbaiki melalui evaluasi yang objektif, pengawasan yang kuat, koordinasi lintas sektor, serta pelibatan para ahli agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh anak Indonesia, terutama mereka yang paling membutuhkan,” pungkas Agita.

Tags: Agita NurfiantiBGNMBG

Related Posts

Siswa sekolah memakai masker sebagai antisipasi dari abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakakatau.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Siswa Wajib Pakai Masker

Editor
7 September 2026

BANDUNG - Erupsi Gunung Anak Krakatau menebarkan abu vulkanik yang menjangkau wilayah Bandung. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung telah menginstruksikan...

Potret penutupan sejumlah bandara/lanud akibat debu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.(Image: BMKG, diambil 7/9/2026, pukul 04.15 WIB)

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Husein Ditutup Hingga Pukul 08.59 WIB

Editor
7 September 2026

BANDUNG – Erupsi Gunung Anak Krakatau menebarkan abu vulkanik yang memasuki wilayah Bandung Jawa Barat. Akibatnya, Bandara Internasional Husein Sastranegara...

Tim Gabungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memergoki aksi perambahan hutan ilegal di Desa Sungai Awan Kiri, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (4/9).(Foto: Humas Kemenhut)

Hutan Kalimantan Terbakar, Petugas Pergoki Orang Lagi Buka Lahan Pakai Ekskavator

Editor
6 September 2026

KETAPANG - Di tengah upaya intensif pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Tim Gabungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memergoki aksi perambahan...

Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, menebarkan debu vulkanik terutama ke arah timur dan barat sehingga menyebabkan pada Minggu 6 September sebanyak 8 bandara atau landasan udara tutup, termasuk Bandara Internasional Husein Sastranegara.(Image: BMKG Diambil 6/9/2026 Pukul 17.00 WIB)

Erupsi Gunung Akan Krakatau, Bandara Husein Tutup Sementara

Editor
6 September 2026

BANDUNG – Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, menebarkan debu vulkanik terutama ke...

Jumlah hotspor 5 September 2026.(Image: Kemenhut)

Jumlah Hotspot High Confidence Nasional Turun 260 Titik

Editor
6 September 2026

JAKARTA - Jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional menunjukkan penurunan pada 5 September 2026. Kementerian Kehutanan...

Peta bandara yang ditutup sementara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, berdasarkan pantauan cuaca di bandara Indonesia oleh BMKG.(Image: BMKG, diambil Minggu 6 September pukul 13.00 WIB)

Erupsi Gunung Anak Krakatau: Daftar Bandara Ditutup Sementara

Editor
6 September 2026

Erupsi Gunung Anak Krakatau mendorong pemerintah untuk menutup sementara sejumlah bandara yakni  Bandara Soekarno-Hatta (CGK) ditutup pada pukul 02.08–09.30 WIB....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.