• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 22 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Menkop: Koperasi Tebu untuk Perkuat Ekonomi Petani

Editor
Rabu, 15 Juli 2026 - 10:15
Menteri Koperasi Ferry Juliantono.(Foto: Dok. Kemenkop)

Menteri Koperasi Ferry Juliantono.(Foto: Dok. Kemenkop)

SATUJABAR, SEMARANG – Kementerian Koperasi (Kemenkop) memastikan akan terus melakukan pendampingan terhadap upaya perbaikan dan transformasi tata kelola koperasi petani tebu sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional. Dengan demikian diharapkan koperasi petani tebu dapat semakin meningkat produktivitas dan semakin baik kinerjanya di masa mendatang.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menjelaskan bahwa salah satu target utama pemerintah di era kepemimpinan Prabowo Subianto yaitu mewujudkan swasembada pangan di mana salah satu dari komoditas bahan pokok yang paling banyak dibutuhkan adalah gula. Oleh karena itu konsolidasi dan harmonisasi tata kelola petani tebu menjadi bagian penting yang harus dilakukan untuk memastikan produksi gula nasional bisa melimpah dan surplus. Upaya ini juga akan diperkuat dengan dukungan dari Kementerian Pertanian (Kementan).

RelatedPosts

Kemenperin Siapkan 100 Cocoa Doctor, Perkuat Ekosistemnya

Campuspreneur Award Bagi Wirausaha Muda Berprestasi

Coko Cacao Company, Dari Desa Ke Pasar Dunia

“Kegiatan hari ini merupakan bagian untuk menerjemahkan cita-cita besar tentang bagaimana Koperasi bisa membantu kegiatan di sektor kehidupan masyarakat khususnya di sektor pertanian, tanaman, pangan, dan perkebunan danlain-lainnya,” kata Menkop Ferry dalam acara Rembuk Petani Tebu Rakyat dalam Penguatan Ekosistem Industri Gula melalui Sinergi Koperasi, LPDB Koperasi dan PT PG (Pabrik Gula) Rajawali I di Semarang, Selasa (14/7).

Hadir dalam acara, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Anggota Komisi VI DPR RI Ma’ruf Mubarak, Anggota DPRD Jawa Tengah Suhartini, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto beserta jajaran, Direktur Utama PT PG Rajawali I Daniyanto, dan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang Margantha Mia Dewi Sopa.

Menkop Ferry Juliantono menegaskan bahwa kemajuan industri tebu nasional tidak hanya diukur dari meningkatnya produksi, tetapi juga dari semakin sejahteranya petani. Melalui penguatan koperasi dan kolaborasi antara pemerintah, koperasi, serta dunia usaha, diharapkan koperasi tebu mampu menjadi motor penggerak sektor produksi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, panen tebu dari petani yang dikonsolidasikan oleh koperasi nantinya akan diserap oleh PT PG Rajawali I sehingga ada jaminan harga dan pasar bagi para petani. Dari sinilah diharapkan kesejahteraan koperasi bisa secara perlahan dapat diangkat.

Setelah diproses oleh PT PG Rajawali I menjadi gula konsumsi nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gula langsung ke pasar dan bahkan bisa didistribusikan melalui gerai-gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh wilayah di Indonesia.

“Kita akan memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Kementerian Pertanian untuk mencarikan solusi terhadap kegiatan pertanian, tanaman pangan dan hortikultura dan sebagainya,” katanya

Menkop Ferry mendorong koperasi petani tebu dapat memanfaatkan Badan Layanan Umum (BLU) Kemenkop yaitu Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan untuk pengembangan usahanya. Selain itu LPDB juga akan diarahkan untuk melakukan inkubasi, pendampingan dan peningkatan tata kelola dari koperasi tebu rakyat sehingga daya saing koperasi bisa meningkat.

“LPDB sebagai lembaga institusi akan mempercepat proses transformasi supaya koperasi-koperasi seperti koperasi petani tebu inibisa diarahkan untuk semakin produktif dan juga semakin profesional,” kata Menkop.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menambahkan bahwa saat ini menjadi momentum yang sangat tepat untuk menjadikan sektor pertanian sebagai leading sektor bagi penggerak ekonomi nasional melalui badan usaha koperasi. Ia menegaskan bahwa melalui sektor pertanian, arah kebijakan swasembada pangan telah terbukti di mana produksi karbohidrat, sayur, buah, protein. Tantangan ke depan adalah bagaimana memenuhi kebutuhan dari gandum, kedelai, bawang putih dan lainnya.

Sudaryono menegaskan bahwa untuk produksi gula konsumsi saat ini sudah dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri, sedangkan untuk gula rafinasi untuk industri masih impor. Namun ke depan sesuai arahan Presiden seluruh kebutuhan gula secara bertahap bisa dipenuhi dari hasil dalam negeri termasuk untuk kebutuhan bioethanol E10 – E20 yang juga diperoleh dari tanaman tebu.

“Ini saatnya kebangkitan pertanian yang dibungkus melalui koperasi. Presiden sangat fokus di situ agar bagaimana produktivitas pertanian tinggi dan petaninya sejahtera serta jalur bisnisnya bisa dikelola melalui koperasi,” kata Sudaryono.

Tags: Ferry Juliantonokoperasi petani tebuMenkoptebu

Related Posts

Biji kakao,harga referensi kakao

Kemenperin Siapkan 100 Cocoa Doctor, Perkuat Ekosistemnya

Editor
20 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing industri kakao nasional....

Menteri Perdagangan Budi Santoso.(Foto: Humas Kemendag)

Campuspreneur Award Bagi Wirausaha Muda Berprestasi

Editor
19 Oktober 2026

TANGERANG - Kementerian Perdagangan mengapresiasi wirausaha muda berprestasi melalui Campuspreneur Award 2026 pada Minggu, (18/10) di Indonesia Convention Exhibition (ICE)...

Coko Cacao Company.(Foto: Humas Kemendag)

Coko Cacao Company, Dari Desa Ke Pasar Dunia

Editor
19 Oktober 2026

TANGERANG - Di balik secangkir minuman cokelat Coko Cacao Company, tersimpan perjalanan panjang biji kakao dari kebun petani hingga menjadi...

Menteri Perdagangan Budi Santoso di salah satu stan UMKM Kriya di The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) Vol. 5 October 2026 Youthpreneurs di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu, (7/10).(Foto: Humas Kemendag)

4 Juta UMKM Didorong Siap Ekspor Lewat Campuspreneur

Editor
17 Oktober 2026

TANGERANG - Kementerian Perdagangan memperkuat peran perguruan tinggi dalam mencetak wirausaha muda berorientasi ekspor melalui Seminar Campuspreneur “Startconnect – Local...

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melepas ekspor produk UMK (Usaha Mikro dan Kecil) binaan Pelindo, PT Alam Scientia Asia, ke Brunei Darussalam sebanyak satu kontainer berukuran 20 kaki dengan nilai Rp238 juta.

Pelindo Lepas Ekspor Produk UMK Binaan ke Brunei

Editor
14 Oktober 2026

BOGOR - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melepas ekspor produk UMK (Usaha Mikro dan Kecil) binaan Pelindo, PT Alam...

Mendag Busan saat membuka Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) ke-27 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) Pantai Indah Kapuk (PIK 2), Kosambi, Tangerang, pada Jumat (9/10).(Foto: Humas Kemendag)

Mendag Busan Ajak Generasi Muda Jajaki Usaha Waralaba

Editor
10 Oktober 2026

JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak generasi muda untuk menjajaki bisnis waralaba sebagai salah satu pilihan dalam memulai usaha....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.