SATUJABAR, BANDUNG–Sepuluh orang pelajar membawa senjata tajam meresahkan warga di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diamankan polisi. Para pelajar tersebut berkeliaran mengatasmakan kelompok ‘Lapetre’.
Aksi puluhan pelajar membawa senjata tajam meresahkan warga Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Polisi dari Polsek Baleendah langsung bergerak mendatangi lokasi, setelah menerima laporan dari warga.
Kapolsek Baleendah, AKP Hendri Noki, mengatakan, polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan setelah menerima laporan para pelajar berkeliaran meresahkan warga. Sejumlah saksi di lokasi kejadi dimintai keterangan, termasuk memeriksa rekaman kamera pengawas, CCTV.
“Kami langsung melakukan mendatangi lokasi kejadian, melakukan penyelidikan denhan meminta keteran saksi dan memeriksa rekaman CCTV,” ujar Hendri dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (10/07/2026).
Hendri menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan mengarah ke kelompok pelajar mengatasnamakan kelompok ‘Lapetre’. Pihaknya langsung melakukan pengejaran terhadap kelompok pelajar tersebut.
“Dari hasil pengejaran, berhasil kita amankan sepuluh orang pelajar. Mereka langsung dibawa ke Mapolsek Baleendah untuk menjalani pemeriksaan,” jelas Hendri.
Para pelajar yang diamankan, mengakui tergabung dalam kelompok bernama ‘Lapetre’. Pengakuan tersebut setelah penyidik melakukan pemeriksaan.
“Iya mereka mengaku kelompok mengatasnamakan ‘Lapetre’,” ungkap Hendri.
Para pelajar tersebut diduga berencana melakukan aksi penyerangan terhadap kelompok lain di wilayah Rancamanyar. Mereka datang menyerang menggunakan sepeda motor dan membawa senjata tajam.
Penyidik masih mendalami terkait peran para pelajar tersebut. Salah seorang pelajar berinisial RP, berusia 14 tahun, diduga menjadi dalang yang mengajak rekan-rekannya untuk melakukan penyerangan.
“Ada satu pelajar inisial RP, berusia 14 tahun, diduga sebagai dalangnya. Pelajar tersebut mengajak rekan-rekannya, untuk melakukan penyerangan ke kelompok lain dengan membawa senjata tajam,” kata Hendri.







