• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 10 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026

Editor
Jumat, 10 Juli 2026 - 02:56
Kementerian Kebudayaan menggelar Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026.(Foto: Humas Kemenbud)

Kementerian Kebudayaan menggelar Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026.(Foto: Humas Kemenbud)

Sayembara produksi film narasi kepahlawanan Indonesia mendorong hadirnya karya-karya sinema yang berkualitas dan mengusung nilai-nilai perjuangan, persatuan, kemanusiaan, dan kebangsaan.

SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Kebudayaan RI melalui Direktorat Film, Musik, dan Seni, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan secara resmi meluncurkan Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026.

RelatedPosts

Yuk Ke Bandung! Belajar Bikin Sabun Natural di Coral’s Soapery

Menteri Ekraf Apresiasi Film Foufo yang Angkat Kearifan Lokal

Kemenpar Gelar Kampung Main di Libur Sekolah 2026

Program ini merupakan upaya pemerintah dalam mendorong lahirnya karya-karya sinema yang mengangkat perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada periode 1945–1950 sekaligus memperkuat memori kolektif bangsa melalui medium film.

Mengusung tema “Menyulam Ingatan, Merawat Kebangsaan: Menghidupkan Peristiwa Sejarah 1945–1950 dalam Sinema Kontemporer”, program ini menjadi bentuk afirmasi Kementerian Kebudayaan terhadap pengembangan film bertema sejarah dan kepahlawanan.

Melalui program ini, pemerintah mendorong hadirnya karya-karya sinema yang tidak hanya memiliki kualitas artistik, tetapi juga mampu menghadirkan kembali nilai-nilai perjuangan, persatuan, kemanusiaan, dan kebangsaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengatakan bahwa film merupakan produk budaya yang memiliki kekuatan besar untuk menghidupkan kembali sejarah sekaligus menjadi media edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

Menurutnya, di tengah perkembangan industri perfilman nasional, negara perlu memberikan afirmasi bagi lahirnya film-film bertema sejarah dan kepahlawanan agar semakin banyak kisah perjuangan bangsa yang dapat dihadirkan kepada publik melalui bahasa sinema.

“Film adalah produk budaya yang memiliki platform yang sangat baik untuk menghadirkan edukasi sejarah sekaligus menanamkan nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, dan kebangsaan kepada masyarakat,” jelas Menbud.

Menbud menjelaskan bahwa periode 1945–1950 merupakan fase yang sangat menentukan dalam perjalanan Republik Indonesia. Selain perjuangan bersenjata, masa tersebut juga diwarnai perjuangan diplomasi, ekonomi, pers, serta gerakan seni dan kebudayaan yang menyimpan banyak kisah penting, namun belum banyak diangkat ke layar lebar.

Melalui program ini, Kementerian Kebudayaan membuka ruang bagi para sineas untuk mengembangkan berbagai perspektif dan gagasan kreatif dengan tetap berpijak pada riset sejarah serta didampingi para sejarawan.

“Kita ingin membawa masa lalu ke hari ini agar tetap relevan. Ruang kreativitas sangat terbuka, tetapi konteks sejarah harus tetap terjaga melalui kolaborasi dengan para sejarawan,” tambahnya.

 

Kolaborasi

Direktur Film, Musik, dan Seni, Irini Dewi Wanti, menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya sebagai fasilitasi produksi film, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi antara insan perfilman, sejarawan, akademisi, arsiparis, penulis skenario, produser, sutradara, dan praktisi perfilman. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan karya yang memadukan kreativitas sinematik dengan akurasi sejarah.

“Direktorat Film, Musik, dan Seni telah menyiapkan seluruh perangkat pelaksanaan program, mulai dari pedoman pelaksanaan, mekanisme pendaftaran, sistem seleksi, perangkat penilaian, hingga skema pendampingan. Seluruh proposal akan melalui tahapan seleksi administrasi, penilaian dewan juri, presentasi (pitching), penetapan penerima program, pengembangan proyek, hingga proses produksi dan monitoring yang dilaksanakan secara terbuka, profesional, dan berorientasi pada kualitas karya,” jelasnya.

 

Mekanisme Sayembara

Pelaksanaan Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026 dilakukan melalui mekanisme sayembara yang terbuka bagi rumah produksi, perusahaan perfilman, komunitas film, serta sineas Indonesia yang memenuhi persyaratan administrasi dan memiliki rekam jejak dalam produksi film.

Selain dukungan pendanaan, peserta terpilih akan memperoleh pendampingan penyempurnaan skenario, konsultasi bersama sejarawan dan budayawan, serta pendampingan produksi oleh para profesional perfilman. Sayembara dibuka dalam dua kategori, yaitu Film Panjang dengan durasi minimal 75 menit dan Film Pendek berdurasi 15–30 menit.

 

Film Panjang dan Pendek

Kategori film panjang memberikan keleluasaan bagi peserta untuk mengeksplorasi berbagai tokoh, peristiwa, maupun dinamika sosial pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui berbagai genre.

Adapun kategori film pendek berfokus pada sejumlah peristiwa sejarah yang telah ditetapkan sebagai titik awal pengembangan cerita, antara lain Peristiwa Rengasdengklok, Proklamasi Kemerdekaan, Pertempuran Surabaya 10 November, Agresi Militer Belanda, Gerilya Jenderal Soedirman, Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), hingga perjuangan diplomasi dan ekonomi pada masa awal republik.

 

Pendaftaran

Pendaftaran sayembara dibuka mulai 10 Juli hingga 10 Agustus 2026. Pendaftaran dan pengunduhan Petunjuk Teknis dilakukan secara daring melalui laman filmkepahlawanan.id.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; Inspektur Jenderal, Fryda Lucyana; Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; Staf Ahli Menteri bidang Ekonomi dan Industri Budaya, Anindita Kusuma Listya; Staf Khusus Menteri bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik, Yayuk Sri Budi Rahayu; Kepala Balai Media Kebudayaan, Abu Chanifah; Ketua Lembaga Sensor Film, Naswardi; Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia, Fauzan Zidni; serta para sejarawan dan budayawan.

Melalui program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026 diharapkan dapat melahirkan karya-karya sinema yang menghidupkan narasi kepahlawanan Indonesia melalui perspektif yang relevan, inspiratif, dan berlandaskan sejarah. Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan ekosistem perfilman nasional melalui kolaborasi, fasilitasi, dan penguatan film sebagai media pelestarian memori kolektif bangsa.

Tags: fadli zonmenteri kebudayaanSayembara produksi film

Related Posts

Coral’s Soapery.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Yuk Ke Bandung! Belajar Bikin Sabun Natural di Coral’s Soapery

Editor
5 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Menghabiskan masa akhir pekan kini tak hanya soal kuliner atau jalan-jalan. Masyarakat kini bisa mencoba pengalaman baru...

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Keratif/ Badan Ekonomi Kreatif.

Menteri Ekraf Apresiasi Film Foufo yang Angkat Kearifan Lokal

Editor
4 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengapresiasi film Foufo garapan SKAK Studios dan...

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama para mitra Co-Branding Wonderful Indonesia menghadirkan pengalaman liburan sekolah yang seru, edukatif, dan bermakna melalui program aktivasi daring dan luring bertajuk "Liburan ke Kampung Main".

Kemenpar Gelar Kampung Main di Libur Sekolah 2026

Editor
4 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA -Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama para mitra Co-Branding Wonderful Indonesia menghadirkan pengalaman liburan sekolah yang seru, edukatif, dan bermakna...

(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif)

Jakarta X Beauty 2026 Bidik 120 Ribu Pengunjung

Editor
3 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Jakarta X Beauty 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, dibuka Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi...

Event yoga di Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung kolaborasi dengan zOyoga Singapore dan Serenities Space Bandung.(Foto: Istimewa)

Swiss-Belresort Dago Heritage Hadirkan International Yoga Retreat: Singapore x Bandung

Editor
30 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Memperingati International Wellness Day, Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung berkolaborasi dengan zOyoga Singapore dan Serenities Space Bandung menghadirkan...

Playtopia Adventure BIP.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Playtopia Adventure BIP, Buat Liburan Anak Sekolah

Editor
29 Juni 2026

Kota Bandung kembali menghadirkan destinasi menarik untuk mengisi momen liburan sekolah. Salah satunya adalah Playtopia Adventure di Bandung Indah Plaza...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat