• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 26 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026

Editor
Jumat, 10 Juli 2026 - 02:56
Kementerian Kebudayaan menggelar Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026.(Foto: Humas Kemenbud)

Kementerian Kebudayaan menggelar Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026.(Foto: Humas Kemenbud)

Sayembara produksi film narasi kepahlawanan Indonesia mendorong hadirnya karya-karya sinema yang berkualitas dan mengusung nilai-nilai perjuangan, persatuan, kemanusiaan, dan kebangsaan.

SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Kebudayaan RI melalui Direktorat Film, Musik, dan Seni, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan secara resmi meluncurkan Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026.

RelatedPosts

ChocoRun 2026 Dorong Perempuan Aktif di Kota Bogor Jaga Kesehatan

LaLaLa Fest 2026, Wamen Ekraf: Bukti IP Kreatif Mampu Mendunia

bank bjb Buka Early Access Jersey PERSIB 2026/2027, Hadirkan Akses Eksklusif bagi Nasabah

Program ini merupakan upaya pemerintah dalam mendorong lahirnya karya-karya sinema yang mengangkat perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada periode 1945–1950 sekaligus memperkuat memori kolektif bangsa melalui medium film.

Mengusung tema “Menyulam Ingatan, Merawat Kebangsaan: Menghidupkan Peristiwa Sejarah 1945–1950 dalam Sinema Kontemporer”, program ini menjadi bentuk afirmasi Kementerian Kebudayaan terhadap pengembangan film bertema sejarah dan kepahlawanan.

Melalui program ini, pemerintah mendorong hadirnya karya-karya sinema yang tidak hanya memiliki kualitas artistik, tetapi juga mampu menghadirkan kembali nilai-nilai perjuangan, persatuan, kemanusiaan, dan kebangsaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengatakan bahwa film merupakan produk budaya yang memiliki kekuatan besar untuk menghidupkan kembali sejarah sekaligus menjadi media edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

Menurutnya, di tengah perkembangan industri perfilman nasional, negara perlu memberikan afirmasi bagi lahirnya film-film bertema sejarah dan kepahlawanan agar semakin banyak kisah perjuangan bangsa yang dapat dihadirkan kepada publik melalui bahasa sinema.

“Film adalah produk budaya yang memiliki platform yang sangat baik untuk menghadirkan edukasi sejarah sekaligus menanamkan nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, dan kebangsaan kepada masyarakat,” jelas Menbud.

Menbud menjelaskan bahwa periode 1945–1950 merupakan fase yang sangat menentukan dalam perjalanan Republik Indonesia. Selain perjuangan bersenjata, masa tersebut juga diwarnai perjuangan diplomasi, ekonomi, pers, serta gerakan seni dan kebudayaan yang menyimpan banyak kisah penting, namun belum banyak diangkat ke layar lebar.

Melalui program ini, Kementerian Kebudayaan membuka ruang bagi para sineas untuk mengembangkan berbagai perspektif dan gagasan kreatif dengan tetap berpijak pada riset sejarah serta didampingi para sejarawan.

“Kita ingin membawa masa lalu ke hari ini agar tetap relevan. Ruang kreativitas sangat terbuka, tetapi konteks sejarah harus tetap terjaga melalui kolaborasi dengan para sejarawan,” tambahnya.

 

Kolaborasi

Direktur Film, Musik, dan Seni, Irini Dewi Wanti, menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya sebagai fasilitasi produksi film, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi antara insan perfilman, sejarawan, akademisi, arsiparis, penulis skenario, produser, sutradara, dan praktisi perfilman. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan karya yang memadukan kreativitas sinematik dengan akurasi sejarah.

“Direktorat Film, Musik, dan Seni telah menyiapkan seluruh perangkat pelaksanaan program, mulai dari pedoman pelaksanaan, mekanisme pendaftaran, sistem seleksi, perangkat penilaian, hingga skema pendampingan. Seluruh proposal akan melalui tahapan seleksi administrasi, penilaian dewan juri, presentasi (pitching), penetapan penerima program, pengembangan proyek, hingga proses produksi dan monitoring yang dilaksanakan secara terbuka, profesional, dan berorientasi pada kualitas karya,” jelasnya.

 

Mekanisme Sayembara

Pelaksanaan Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026 dilakukan melalui mekanisme sayembara yang terbuka bagi rumah produksi, perusahaan perfilman, komunitas film, serta sineas Indonesia yang memenuhi persyaratan administrasi dan memiliki rekam jejak dalam produksi film.

Selain dukungan pendanaan, peserta terpilih akan memperoleh pendampingan penyempurnaan skenario, konsultasi bersama sejarawan dan budayawan, serta pendampingan produksi oleh para profesional perfilman. Sayembara dibuka dalam dua kategori, yaitu Film Panjang dengan durasi minimal 75 menit dan Film Pendek berdurasi 15–30 menit.

 

Film Panjang dan Pendek

Kategori film panjang memberikan keleluasaan bagi peserta untuk mengeksplorasi berbagai tokoh, peristiwa, maupun dinamika sosial pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui berbagai genre.

Adapun kategori film pendek berfokus pada sejumlah peristiwa sejarah yang telah ditetapkan sebagai titik awal pengembangan cerita, antara lain Peristiwa Rengasdengklok, Proklamasi Kemerdekaan, Pertempuran Surabaya 10 November, Agresi Militer Belanda, Gerilya Jenderal Soedirman, Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), hingga perjuangan diplomasi dan ekonomi pada masa awal republik.

 

Pendaftaran

Pendaftaran sayembara dibuka mulai 10 Juli hingga 10 Agustus 2026. Pendaftaran dan pengunduhan Petunjuk Teknis dilakukan secara daring melalui laman filmkepahlawanan.id.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; Inspektur Jenderal, Fryda Lucyana; Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; Staf Ahli Menteri bidang Ekonomi dan Industri Budaya, Anindita Kusuma Listya; Staf Khusus Menteri bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik, Yayuk Sri Budi Rahayu; Kepala Balai Media Kebudayaan, Abu Chanifah; Ketua Lembaga Sensor Film, Naswardi; Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia, Fauzan Zidni; serta para sejarawan dan budayawan.

Melalui program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026 diharapkan dapat melahirkan karya-karya sinema yang menghidupkan narasi kepahlawanan Indonesia melalui perspektif yang relevan, inspiratif, dan berlandaskan sejarah. Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan ekosistem perfilman nasional melalui kolaborasi, fasilitasi, dan penguatan film sebagai media pelestarian memori kolektif bangsa.

Tags: fadli zonmenteri kebudayaanSayembara produksi film

Related Posts

Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim mendukung penyelenggaraan ChocoRun 2026 by Chocolaspa sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

ChocoRun 2026 Dorong Perempuan Aktif di Kota Bogor Jaga Kesehatan

Editor
25 Agustus 2026

BOGOR - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim mendukung penyelenggaraan ChocoRun 2026 by...

Stage di Festival lalala fest 2026 di JIexpo Kemayoran, Jakarta, Minggu 23/08/2026.(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf)

LaLaLa Fest 2026, Wamen Ekraf: Bukti IP Kreatif Mampu Mendunia

Editor
25 Agustus 2026

LaLaLa Fest 2026 berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (23/8). JAKARTA - Pemerintah mendukung penuh potensi...

bank bjb Buka Early Access Jersey PERSIB 2026/2027, Hadirkan Akses Eksklusif bagi Nasabah

Editor
24 Agustus 2026

BANDUNG – Kolaborasi bank bjb dan PERSIB memasuki babak baru. Setelah mengukuhkan kerja sama sebagai Official Banking Partner PERSIB untuk...

Mojang Jajaka Kuningan bersama pejabat Pemkab Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Mojang Jajaka Kuningan Raih Prestasi Tingkat Jawa Barat

Editor
24 Agustus 2026

KUNINGAN – Mojang Jajaka (Moka) Kabupaten Kuningan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Jawa Barat usai menunggu delapan tahun. Pasangan...

Wisatawan asing di Labuan Bajo.(Foto: Dok. Kemenpar)

Labuan Bajo Tetap Buka, Menpar Imbau Utamakan Keselamatan

Editor
23 Agustus 2026

JAKARTA - Menteri Pariwisata Putri Wardhana memastikan aktivitas kepariwisataan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, secara umum...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberikan sambutan pada Festival Film Bandung 2026 yang digelar di Ballroom Hotel Horison Ultima Bandung, Sabtu 22 Agustus 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Festival Film Bandung 2026: Pangku Sabet 3 Penghargaan

Editor
23 Agustus 2026

BANDUNG - Festival Film Bandung (FFB) ke-39 tahun 2026 menggelar malam anugerah yang menjadi ruang apresiasi bagi para insan perfilman...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.