• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 26 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Mitigasi Banjir Rob Subang, BRIN Manfaatkan Teknologi Satelit

Editor
Senin, 06 Juli 2026 - 08:16
Banjir rob kembali terjang Desa Karangsong, Indramayu. )Dok. Istimewa)

Banjir rob kembali terjang Desa Karangsong, Indramayu. )Dok. Istimewa)

SATUJABAR, BANDUNG – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong upaya mitigasi banjir rob di pesisir Kabupaten Subang melalui pemanfaatan teknologi penginderaan jauh berbasis Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR). Teknologi ini memungkinkan pemantauan penurunan muka tanah secara akurat sehingga dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan pesisir yang lebih tepat sasaran.

Hasil riset tersebut dipaparkan Pusat Riset Geoinformatika BRIN dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama Pemerintah Kabupaten Subang pada Kamis (2/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BRIN untuk memastikan hasil penelitian tidak berhenti sebagai temuan ilmiah, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang aplikatif bagi pemerintah daerah.

RelatedPosts

Menkeu Tanggapi Aduan Asperindo, Gelar Sidang Aduan Kanal Debottlenecking

1 dari 3 Wisatawan Terseret Arus Pantai Karangpapak Garut Ditemukan Tewas

Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Rp200 Miliar untuk Gempa NTT

Kepala Pusat Riset Geoinformatika BRIN, M. Rokhis Khomarudin, menjelaskan bahwa teknologi InSAR mampu memantau deformasi permukaan tanah secara spasial, berkala, dan berketelitian tinggi pada wilayah yang luas.

“Pendekatan ini memungkinkan pemantauan deformasi permukaan tanah secara spasial, periodik, dan berketelitian tinggi pada wilayah yang luas,” ujarnya seperti dikabarkan Humas BRIN.

Dari hasil penelitian tersebut, kata Rokhis, BRIN menemukan bahwa kawasan pesisir Pantura Subang mengalami penurunan muka tanah dengan laju sekitar 1,2 hingga 2,8 cm/ tahun. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko banjir rob selain kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim.

Menurut Rokhis, keunggulan riset BRIN tidak hanya terletak pada kemampuan memetakan lokasi yang mengalami penurunan tanah, tetapi juga mengintegrasikan analisis bahaya, kerentanan, dan tingkat risiko. Dengan pendekatan tersebut, wilayah yang membutuhkan penanganan prioritas dapat diidentifikasi secara lebih akurat.

“Nilai tambah penelitian BRIN adalah mengintegrasikan analisis bahaya, kerentanan, dan risiko sehingga hasilnya dapat langsung dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan,” jelasnya.

Melalui FGD ini, BRIN mendorong pemerintah daerah memanfaatkan data geoinformatika sebagai dasar dalam merancang strategi mitigasi banjir rob yang lebih preventif. Berbagai langkah dapat disusun berdasarkan bukti ilmiah, mulai dari penguatan tanggul, peningkatan sistem drainase, rehabilitasi ekosistem mangrove, pengendalian pemanfaatan air tanah, hingga penyesuaian tata ruang wilayah pesisir. Pendekatan berbasis data tersebut diharapkan mampu mengubah pola penanganan banjir rob dari yang sebelumnya bersifat reaktif menjadi mitigasi jangka panjang yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Selain itu, hasil penelitian BRIN dapat diintegrasikan dengan sistem informasi geospasial daerah sehingga mendukung proses perencanaan pembangunan yang lebih cepat, akurat, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan. Rokhis menegaskan bahwa persoalan banjir rob dan penurunan muka tanah merupakan tantangan yang kompleks sehingga memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, peneliti, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat.

Sebagai lembaga riset nasional, BRIN menyatakan kesiapan mendukung pemerintah daerah melalui penyediaan data ilmiah, pengembangan sistem pemantauan berbasis penginderaan jauh, pembaruan data secara berkala, serta pendampingan dalam penyusunan kebijakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

“BRIN meyakini bahwa data adalah fondasi kebijakan yang baik. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi penginderaan jauh, geoinformatika, dan kecerdasan artifisial harus menjadi bagian dari sistem pengambilan keputusan pemerintah daerah,” kata Rokhis.

Dirinya berharap, hasil FGD menjadi awal kolaborasi jangka panjang dalam membangun sistem pemantauan penurunan muka tanah dan banjir rob yang terintegrasi. Dengan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), pemerintah daerah diharapkan memiliki landasan ilmiah yang kuat untuk melindungi masyarakat pesisir, mengurangi risiko bencana, dan meningkatkan ketahanan wilayah terhadap dampak perubahan iklim.

Tags: banjir rob subangBRIN

Related Posts

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memimpin jalannya Sidang Aduan Kanal Debottlenecking Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (Satgas P3M-PPE) yang ke-14 di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta pada Rabu (26/08).(Foto: Dok. Kemenkeu)

Menkeu Tanggapi Aduan Asperindo, Gelar Sidang Aduan Kanal Debottlenecking

Editor
26 Agustus 2026

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memimpin jalannya Sidang Aduan Kanal Debottlenecking Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk...

Personel Satpolairud Polres Garut bersama Polsek Cikelet dan Tim SAR gabungan melakukan pencarian 3 wisatawan hilang di Pantai Karangpapak, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.(Foto: Istimewa/Polda Jabar)

1 dari 3 Wisatawan Terseret Arus Pantai Karangpapak Garut Ditemukan Tewas

Editor
26 Agustus 2026

SATUJABAR, GARUT--Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu dari tiga wisatawan yang dilaporkan hilang terseret arus Pantai Karangpapak, Kabupaten Garut, Jawa...

Presiden Prabowo Subianto.(Foto: Setneg)

Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Rp200 Miliar untuk Gempa NTT

Editor
26 Agustus 2026

NAGEKEO - Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan kemasyarakatan sebesar Rp200 miliar untuk mendukung penanganan bencana gempa bumi di Provinsi Nusa...

Wisata selam Pulau Maratua Berau.(Foto: Dok Kemenpar)

Maratua Bidik Pasar Turis Selam Malaysia dan Singapura

Editor
26 Agustus 2026

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkenalkan potensi wisata bahari Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kepada sejumlah dive center dari...

Kapolres Sumedang, AKBP Reza Ma'ruffi, menunjukan barang bukti obat keras ilegal 500 ribu butir lebih hasil pengungkapan Tim Satresnarkoba dari dua orang pengedar.(Foto:Istimewa).

Modus Baru Obat Keras Ilegal Dikemas Mirip Paracetamol di Sumedang Dibongkar Polisi, 500 Ribu Butir Lebih Disita

Editor
26 Agustus 2026

SATUJABAR, SUMEDANG--Peredaran obat keras tertentu (OKT) yang bisa membuat orang yang mengkonsumsinya 'fly', sekaligus ketergantungan, makin memprihatinkan. Berbagai modus dilakukan...

Presiden Prabowo Subianto.(Foto: Setneg)

Mitigasi Bencana Gempa Bumi Diperkuat, Juga Peringatan Dini Tsunami

Editor
26 Agustus 2026

NAGEKEO - Mitigasi bencana gempa bumi penanganan pascagempa di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diperkuat, termasuk melalui sistem...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.