• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 6 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Mitigasi Banjir Rob Subang, BRIN Manfaatkan Teknologi Satelit

Editor
Senin, 06 Juli 2026 - 08:16
Banjir rob kembali terjang Desa Karangsong, Indramayu. )Dok. Istimewa)

Banjir rob kembali terjang Desa Karangsong, Indramayu. )Dok. Istimewa)

SATUJABAR, BANDUNG – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong upaya mitigasi banjir rob di pesisir Kabupaten Subang melalui pemanfaatan teknologi penginderaan jauh berbasis Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR). Teknologi ini memungkinkan pemantauan penurunan muka tanah secara akurat sehingga dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan pesisir yang lebih tepat sasaran.

Hasil riset tersebut dipaparkan Pusat Riset Geoinformatika BRIN dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama Pemerintah Kabupaten Subang pada Kamis (2/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BRIN untuk memastikan hasil penelitian tidak berhenti sebagai temuan ilmiah, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang aplikatif bagi pemerintah daerah.

RelatedPosts

Kakorlantas Polri Pimpin Pelantikan dan Sertijab Pejabat Utama

Tanjung Kelayang, Etalase Pariwisata Berkelanjutan Belitung

Mendorong Edugarden Lewat Budidaya Buah Naga Kuning

Kepala Pusat Riset Geoinformatika BRIN, M. Rokhis Khomarudin, menjelaskan bahwa teknologi InSAR mampu memantau deformasi permukaan tanah secara spasial, berkala, dan berketelitian tinggi pada wilayah yang luas.

“Pendekatan ini memungkinkan pemantauan deformasi permukaan tanah secara spasial, periodik, dan berketelitian tinggi pada wilayah yang luas,” ujarnya seperti dikabarkan Humas BRIN.

Dari hasil penelitian tersebut, kata Rokhis, BRIN menemukan bahwa kawasan pesisir Pantura Subang mengalami penurunan muka tanah dengan laju sekitar 1,2 hingga 2,8 cm/ tahun. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko banjir rob selain kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim.

Menurut Rokhis, keunggulan riset BRIN tidak hanya terletak pada kemampuan memetakan lokasi yang mengalami penurunan tanah, tetapi juga mengintegrasikan analisis bahaya, kerentanan, dan tingkat risiko. Dengan pendekatan tersebut, wilayah yang membutuhkan penanganan prioritas dapat diidentifikasi secara lebih akurat.

“Nilai tambah penelitian BRIN adalah mengintegrasikan analisis bahaya, kerentanan, dan risiko sehingga hasilnya dapat langsung dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan,” jelasnya.

Melalui FGD ini, BRIN mendorong pemerintah daerah memanfaatkan data geoinformatika sebagai dasar dalam merancang strategi mitigasi banjir rob yang lebih preventif. Berbagai langkah dapat disusun berdasarkan bukti ilmiah, mulai dari penguatan tanggul, peningkatan sistem drainase, rehabilitasi ekosistem mangrove, pengendalian pemanfaatan air tanah, hingga penyesuaian tata ruang wilayah pesisir. Pendekatan berbasis data tersebut diharapkan mampu mengubah pola penanganan banjir rob dari yang sebelumnya bersifat reaktif menjadi mitigasi jangka panjang yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Selain itu, hasil penelitian BRIN dapat diintegrasikan dengan sistem informasi geospasial daerah sehingga mendukung proses perencanaan pembangunan yang lebih cepat, akurat, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan. Rokhis menegaskan bahwa persoalan banjir rob dan penurunan muka tanah merupakan tantangan yang kompleks sehingga memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, peneliti, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat.

Sebagai lembaga riset nasional, BRIN menyatakan kesiapan mendukung pemerintah daerah melalui penyediaan data ilmiah, pengembangan sistem pemantauan berbasis penginderaan jauh, pembaruan data secara berkala, serta pendampingan dalam penyusunan kebijakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

“BRIN meyakini bahwa data adalah fondasi kebijakan yang baik. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi penginderaan jauh, geoinformatika, dan kecerdasan artifisial harus menjadi bagian dari sistem pengambilan keputusan pemerintah daerah,” kata Rokhis.

Dirinya berharap, hasil FGD menjadi awal kolaborasi jangka panjang dalam membangun sistem pemantauan penurunan muka tanah dan banjir rob yang terintegrasi. Dengan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), pemerintah daerah diharapkan memiliki landasan ilmiah yang kuat untuk melindungi masyarakat pesisir, mengurangi risiko bencana, dan meningkatkan ketahanan wilayah terhadap dampak perubahan iklim.

Tags: banjir rob subangBRIN

Related Posts

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Wibowo, S.I.K., M.Hum.(Foto: Dok. Korlantas Polri)

Kakorlantas Polri Pimpin Pelantikan dan Sertijab Pejabat Utama

Editor
6 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Kakorlantas Polri Irjen Pol. Wibowo, S.I.K., M.Hum., memimpin upacara pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) sejumlah Pejabat...

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menggelar pertemuan dengan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, PT Belitung Pantai Intan, dan pemerintah daerah untuk mengevaluasi sekaligus menyinkronkan program kerja lintas sektor dalam pengembangan pariwisata Belitung.(Foto: Humas Kemenpar)

Tanjung Kelayang, Etalase Pariwisata Berkelanjutan Belitung

Editor
6 Juli 2026

SATUJABAR, BELITUNG – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menggelar pertemuan dengan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, PT...

Panen raya buah naga kuning.(Foto: Diskominfo Kab Kuningan)

Mendorong Edugarden Lewat Budidaya Buah Naga Kuning

Editor
6 Juli 2026

SATUJABAR, KUNINGAN - Panen raya Buah Naga Kuning di Sangkanika Edugarden, Eatery & Wellness, Jalan Simenyan, Desa Sangkanhurip, Kecamatan Cigandamekar,...

Ilustrasi bursa saham

SPPA BEI Fasilitasi Perdagangan Repo Underlying SBSN

Editor
6 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) resmi menghadirkan layanan baru berupa fitur...

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Surabaya membuka layanan pengambilan 417 kendaraan barang bukti kecelakaan lalu lintas secara gratis. Program ini berlangsung pada 1-14 Juli 2026 di Kantor Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya, Jalan Dukuh Kupang Barat.(Foto: Dok. Korlantas Polri)

Barang Bukti Kecelakaan di Polrestabes Surabaya, Bisa Diambil Gratis

Editor
6 Juli 2026

SATUJABAR, SURABAYA – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Surabaya membuka layanan pengambilan 417 kendaraan barang bukti kecelakaan lalu lintas secara...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Senin 6/7/2026 Antam Rp 2.670.000 Per Gram

Editor
6 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Senin 6/7/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.670.000 per gram...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat