• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 11 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Mitigasi Banjir Rob Subang, BRIN Manfaatkan Teknologi Satelit

Editor
Senin, 06 Juli 2026 - 08:16
Banjir rob kembali terjang Desa Karangsong, Indramayu. )Dok. Istimewa)

Banjir rob kembali terjang Desa Karangsong, Indramayu. )Dok. Istimewa)

SATUJABAR, BANDUNG – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong upaya mitigasi banjir rob di pesisir Kabupaten Subang melalui pemanfaatan teknologi penginderaan jauh berbasis Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR). Teknologi ini memungkinkan pemantauan penurunan muka tanah secara akurat sehingga dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan pesisir yang lebih tepat sasaran.

Hasil riset tersebut dipaparkan Pusat Riset Geoinformatika BRIN dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama Pemerintah Kabupaten Subang pada Kamis (2/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BRIN untuk memastikan hasil penelitian tidak berhenti sebagai temuan ilmiah, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang aplikatif bagi pemerintah daerah.

RelatedPosts

Percepat Hilirisasi, Kemenperin Dukung Kawasan Industri Jadi PSN

Akses Jalan Trase Batutulis Kota Bogor Siap Dilintasi

Harga Emas Sabtu 10/10/2026 Antam Rp 2.592.000 Per Gram

Kepala Pusat Riset Geoinformatika BRIN, M. Rokhis Khomarudin, menjelaskan bahwa teknologi InSAR mampu memantau deformasi permukaan tanah secara spasial, berkala, dan berketelitian tinggi pada wilayah yang luas.

“Pendekatan ini memungkinkan pemantauan deformasi permukaan tanah secara spasial, periodik, dan berketelitian tinggi pada wilayah yang luas,” ujarnya seperti dikabarkan Humas BRIN.

Dari hasil penelitian tersebut, kata Rokhis, BRIN menemukan bahwa kawasan pesisir Pantura Subang mengalami penurunan muka tanah dengan laju sekitar 1,2 hingga 2,8 cm/ tahun. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko banjir rob selain kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim.

Menurut Rokhis, keunggulan riset BRIN tidak hanya terletak pada kemampuan memetakan lokasi yang mengalami penurunan tanah, tetapi juga mengintegrasikan analisis bahaya, kerentanan, dan tingkat risiko. Dengan pendekatan tersebut, wilayah yang membutuhkan penanganan prioritas dapat diidentifikasi secara lebih akurat.

“Nilai tambah penelitian BRIN adalah mengintegrasikan analisis bahaya, kerentanan, dan risiko sehingga hasilnya dapat langsung dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan,” jelasnya.

Melalui FGD ini, BRIN mendorong pemerintah daerah memanfaatkan data geoinformatika sebagai dasar dalam merancang strategi mitigasi banjir rob yang lebih preventif. Berbagai langkah dapat disusun berdasarkan bukti ilmiah, mulai dari penguatan tanggul, peningkatan sistem drainase, rehabilitasi ekosistem mangrove, pengendalian pemanfaatan air tanah, hingga penyesuaian tata ruang wilayah pesisir. Pendekatan berbasis data tersebut diharapkan mampu mengubah pola penanganan banjir rob dari yang sebelumnya bersifat reaktif menjadi mitigasi jangka panjang yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Selain itu, hasil penelitian BRIN dapat diintegrasikan dengan sistem informasi geospasial daerah sehingga mendukung proses perencanaan pembangunan yang lebih cepat, akurat, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan. Rokhis menegaskan bahwa persoalan banjir rob dan penurunan muka tanah merupakan tantangan yang kompleks sehingga memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, peneliti, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat.

Sebagai lembaga riset nasional, BRIN menyatakan kesiapan mendukung pemerintah daerah melalui penyediaan data ilmiah, pengembangan sistem pemantauan berbasis penginderaan jauh, pembaruan data secara berkala, serta pendampingan dalam penyusunan kebijakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

“BRIN meyakini bahwa data adalah fondasi kebijakan yang baik. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi penginderaan jauh, geoinformatika, dan kecerdasan artifisial harus menjadi bagian dari sistem pengambilan keputusan pemerintah daerah,” kata Rokhis.

Dirinya berharap, hasil FGD menjadi awal kolaborasi jangka panjang dalam membangun sistem pemantauan penurunan muka tanah dan banjir rob yang terintegrasi. Dengan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), pemerintah daerah diharapkan memiliki landasan ilmiah yang kuat untuk melindungi masyarakat pesisir, mengurangi risiko bencana, dan meningkatkan ketahanan wilayah terhadap dampak perubahan iklim.

Tags: banjir rob subangBRIN

Related Posts

Menperin Muhammad Sarmuji menjelaskan tentang industri hijau.(Foto: Humas Kemenperin)

Percepat Hilirisasi, Kemenperin Dukung Kawasan Industri Jadi PSN

Editor
10 Oktober 2026

BANDUNG - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan pentingnya mengakselerasi pengembangan kawasan industri sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) guna mempercepat hilirisasi,...

Penanaman pohon di pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita, Jumat (9/10/2026).(Foto: Diskominfo Kota Bogor)

Akses Jalan Trase Batutulis Kota Bogor Siap Dilintasi

Editor
10 Oktober 2026

BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Kepala UPTD Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Sabtu 10/10/2026 Antam Rp 2.592.000 Per Gram

Editor
10 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Sabtu 10/10/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.592.000 per gram...

Gunung Anak Krakatay di Selat Sunda.(Image: Google)

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III (Siaga)

Editor
10 Oktober 2026

JAKARTA — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) secara resmi menaikkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau di...

Kapolres Garut, AKBP Niko Nurullah Adi Putra.(Foto:Istimewa).

Praktik Pemalsuan Obat Herbal, Polres Garut Tangkap 4 Pelaku

Editor
10 Oktober 2026

SATUJABAR, GARUT--Praktek pemalsuan obat herbal di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dibongkar polisi setelah dilaporkan korbannya. Empat orang pelaku ditangkap. Kapolres...

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo.(Foto: Dok. Kemenhaj)

Kemenhaj Cabut Izin KBIHU Al-Fatah Purwakarta

Editor
10 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia secara resmi menjatuhkan sanksi administratif berupa pencabutan izin penyelenggaraan bimbingan dan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.