• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 11 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Museum KAA Dikunjungi 35.000 Orang

Editor
Sabtu, 04 Juli 2026 - 04:15
Museum Konferensi Asia-Afrika (KAA).(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Museum Konferensi Asia-Afrika (KAA).(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SATUJABAR, BANDUNG – Museum KAA atau Konferensi Asia-Afrika terus menjadi salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kota Bandung. Tak hanya menyimpan kisah penting lahirnya semangat solidaritas bangsa-bangsa Asia dan Afrika, museum yang berada di kawasan Gedung Merdeka ini juga menjadi magnet bagi pelajar, wisatawan domestik hingga mancanegara.

Kepala Seksi Publikasi dan Nilai-nilai KAA, Christoforus Katon menjelaskan, Museum KAA lahir dari gagasan Menteri Luar Negeri RI saat itu, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja. Ide tersebut muncul setelah banyak pemimpin negara Asia dan Afrika yang ingin mengunjungi Gedung Merdeka, lokasi bersejarah penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika 1955.

RelatedPosts

Menelusuri Sejarah di Balik Sumpah Pemuda

Museum Bing Slamet Diresmikan, Menbud: Hidupkan Warisan Sang Maestro

Peluncuran Buku Sejarah MPR di Gedung Merdeka Bandung

“Gagasan pendirian museum muncul untuk mengabadikan sejarah serta semangat Konferensi Asia-Afrika. Usulan tersebut disampaikan pada peringatan 25 tahun KAA tahun 1980, mendapat dukungan Presiden Soeharto. Akhirnya Museum Konferensi Asia-Afrika diresmikan pada 24 April 1980 bertepatan dengan peringatan 25 tahun Konferensi Asia-Afrika,” kata Christoforus dalam keterangan resmi, Jumat 3 Juli 2026 dikutip Humas Pemkot Bandung.

Museum KAA menyuguhkan beragam koleksi yang membawa pengunjung menelusuri perjalanan sejarah diplomasi dunia. Di antaranya diorama Sidang Pembukaan Konferensi Asia-Afrika 1955, koleksi peralatan jurnalistik, arsip foto dan dokumen sejarah hingga film dokumenter yang mengisahkan jalannya konferensi serta dampaknya terhadap perkembangan dunia.

Selain menampilkan sejarah pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika, museum ini juga mengajak pengunjung mengenal perjalanan panjang Gedung Merdeka yang menjadi saksi lahirnya semangat perdamaian dan kerja sama antarbangsa.

Minat masyarakat untuk berkunjung ke Museum KAA pun terus meningkat. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, museum ini telah menerima lebih dari 35.000 pengunjung, didominasi wisatawan domestik dan rombongan pelajar. Sementara itu, wisatawan mancanegara yang datang pada periode yang sama mencapai lebih dari 3.500 orang.

Untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam, Museum KAA menyediakan layanan edukator atau pemandu wisata bagi rombongan yang telah melakukan reservasi. Layanan ini tersedia dalam bahasa Indonesia, Inggris dan Mandarin, sehingga dapat melayani wisatawan dari berbagai negara.

Seluruh layanan kunjungan ke Museum KAA juga tidak dipungut biaya. Pengunjung individu maupun rombongan cukup melakukan reservasi melalui laman mkaa.kemlu.go.id/halaman/registrasi-simkuring. Khusus rombongan, reservasi dilakukan terlebih dahulu melalui admin museum sebelum mengisi formulir kunjungan.

Museum KAA membuka layanan setiap Rabu hingga Sabtu pukul 09.00–15.00 WIB, dengan waktu istirahat pukul 12.00–13.00 WIB. Khusus hari Jumat, jam layanan menyesuaikan waktu salat Jumat.

Selain itu, Museum KAA menerima kunjungan rombongan di sesi pagi pukul 09.00-12.00 WIB hanya menerima sebanyak 250 orang sedangkan pada sesi siang pukul 13.00-15.00 WIB menerima sebanyak 200 orang.

Menurut Christoforus, Konferensi Asia-Afrika yang berlangsung pada 18–24 April 1955 di Gedung Merdeka diikuti oleh 29 negara Asia dan Afrika. Peristiwa bersejarah tersebut menjadi tonggak penting lahirnya semangat kerja sama negara-negara berkembang dalam memperjuangkan kemerdekaan, persamaan derajat, dan perdamaian dunia.

Ia berharap nilai-nilai yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika terus diwariskan kepada generasi muda.

“Peristiwa Konferensi Asia-Afrika 1955 mengajarkan pentingnya solidaritas dan kerja sama antarindividu maupun antarbangsa dalam menjaga persatuan serta perdamaian dunia,” tuturnya.

Sebagai salah satu ikon sejarah dunia yang berada di jantung Kota Bandung, Museum Konferensi Asia-Afrika tidak hanya menjadi tempat menyimpan memori masa lalu, tetapi juga ruang belajar yang menginspirasi generasi masa kini untuk terus merawat semangat persaudaraan, diplomasi dan perdamaian global.

Tags: museum KAA

Related Posts

Kongres Pemuda II yang menjadi salah satu scene terjadinya Sumpah Pemuda.(Foto: Wikipedia)

Menelusuri Sejarah di Balik Sumpah Pemuda

Editor
7 Oktober 2026

JAKARTA - Apa yang terjadi pada 28 Oktober 1928 hingga tanggal tersebut dikenang sebagai Hari Sumpah Pemuda? Peristiwa itu bermula...

Peresmian Museum Bing Slamet.(Foto/Dokumentasi: Kementerian Kebudayaan / Agung panji)

Museum Bing Slamet Diresmikan, Menbud: Hidupkan Warisan Sang Maestro

Editor
30 September 2026

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan Museum Bing Slamet yang berlokasi di Jalan Arimbi No. 7, Tanah Tinggi,...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama anggota MPR di Gedung Merdeka.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Peluncuran Buku Sejarah MPR di Gedung Merdeka Bandung

Editor
28 September 2026

BANDUNG - Gedung Merdeka, Kota Bandung, menjadi lokasi Peluncuran Buku Sejarah MPR dalam Mengawal Kedaulatan Rakyat serta Risalah Tematik Perubahan...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat memberikan sambutan dalam acara Peresmian Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.(Foto: Humas Kemenbud)

Menbud Resmikan Perpustakaan Danantara Museum Nasional Indonesia

Editor
27 September 2026

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan bahwa hadirnya perpustakaan di Museum Nasional Indonesia merupakan dua elemen yang saling...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menerima Piagam Penghargaan dari Keraton Sumedang Larang yang diserahkan Sri Radya Keraton Sumedang Larang Lukman Soemadisoeria di Museum Srimanganti, Kamis (24/9/2026).(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Keraton Sumedang Larang Beri Penghargaan ke Bupati

Editor
25 September 2026

Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta perhatian dalam memberikan perlindungan hukum kepada Keraton Sumedang Larang, Bupati Sumedang  Dony...

Gracie Mansion, kediaman Wali Kota New York.(Foto: Wikipedia)

Menelisik Gracie Mansion, Kediaman Resmi Wali Kota New York

Editor
22 September 2026

Di tengah jajaran pencakar langit Manhattan yang megah dan modern, berdiri sebuah struktur kayu bergaya Federal yang tenang di tepi...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.