• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 16 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemenpora dan Kementerian ESDM Sinergi Kembangkan Prestasi dan Industri Olahraga

Editor
Minggu, 28 Juni 2026 - 05:26
Kemenpora RI resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM RI pada Jumat (26/6) di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta. (foto:dok/deputi4)

Kemenpora RI resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM RI pada Jumat (26/6) di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta. (foto:dok/deputi4)

SATUJABAR, JAKARTA- Kemenpora atau Kementerian Pemuda dan Olahraga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM RI pada Jumat (26/6) di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta.

Perjanjian strategis ini mengusung tema “Kampanye dan Sosialisasi Pengembangan Panas Bumi dan Industri Olahraga Melalui Pembinaan Olahraga”.

RelatedPosts

Paskibraka 17 Agustus 2026 Dikukuhkan, Ini Daftar Namanya

Gempa NTT M7,7, BNPB: 14 Orang Meninggal Dunia

Konvoi Bawa Sajam Remaja di Tasikmalaya Tewas Tabrak Tembok

Kolaborasi inovatif ini memadukan pengembangan industri olahraga nasional dengan kampanye energi hijau. Program ini dijalankan oleh Deputi Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora bersama Geothermal Soccer Indonesia (GSI) dan Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API).

Sementara itu, Kementerian ESDM RI mengambil peran selaku pembina dan pengawas teknis GSI. Fokus utama dari kerja sama ini adalah pengembangan industri olahraga di daerah lokasi pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) yang dilakukan melalui pembinaan olahraga sepak bola bagi masyarakat sekitar.

Plt Deputi Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora RI, Suyadi Pawiro, menegaskan bahwa sepak bola merupakan instrumen yang sangat masif dan efektif. “Berdasarkan data, jumlah penggemar sepak bola di Indonesia mencapai 160 juta orang, atau lebih dari 60 persen dari total penduduk kita. Artinya, sepak bola bisa menjadi tools (alat) yang luar biasa,” ujar Suyadi dilansir laman Kemenpora.

Lebih lanjut, Suyadi menjelaskan bahwa Kemenpora memiliki tiga hal utama dalam inisiatif ini yaitu pembinaan atlet muda, menjadikan olahraga sebagai alat agar masyarakat Indonesia semakin sehat, dan mendorong pertumbuhan industri olahraga, termasuk UMKM di sekitarnya.

“Artinya, ini bisa menjadi alat tidak hanya untuk industri olahraga, tapi bagi industri panas bumi juga bisa menjadi alat kampanye dan sosialisasi ke depannya. Bapak Menpora sangat menyambut baik dan dengan senang hati mendukung Kemenpora menjadi bagian penting dari upaya mendorong green energy di Tanah Air,” tambahnya.

Bersamaan dengan penandatanganan kerja sama ini, dilakukan pula peluncuran resmi Geothermal Soccer Indonesia (GSI) serta pembukaan Geothermal League.

Ketua Umum GSI, Carson Hakama, menyebut GSI sebagai komunitas pertama di dunia yang menggabungkan energi hijau panas bumi dengan sepak bola. Komunitas ini berisi para pegiat panas bumi dari kalangan pemerintah, pengusaha, hingga masyarakat pecinta sepak bola.

“Kita ingin melakukan edukasi dan publikasi terkait apa itu energi panas bumi. Sepak bola kami pilih karena ini adalah olahraga masyarakat yang digemari berbagai kalangan dan usia, dari anak kecil hingga dewasa. Demi meningkatkan potensi panas bumi, kita juga harus mengurangi isu-isu sosial di lapangan. Nah, isu sosial itulah yang coba kita mitigasi melalui sepak bola, karena sepak bola bisa masuk ke segala lini,” ungkap Carson.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API), Julfi Hadi, menilai olahraga grassroot (akar rumput) seperti sepak bola adalah bagian dari formula jitu pengembangan sektor panas bumi di Indonesia. Selain menyehatkan jasmani, rohani, dan melatih kerja sama tim, sepak bola mampu mencairkan komunikasi antarlembaga.

“Poin penting yang saya lihat dari kolaborasi GSI Tournament pertama di tahun 2025 lalu adalah bagaimana eksekutif sampai level bawahan bisa bersatu. Ini menjadi media komunikasi informal Business to Business (B2B) antar stakeholder bidang panas bumi yang sangat menguntungkan,” kata Julfi.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan sepak bola bisa dikemas menjadi program CSR (Corporate Social Responsibility) bagi perusahaan-perusahaan energi. “Bisa dimulai dari membeli apparel, membuat liga, hingga membangun GOR Sepak Bola. Ini adalah wadah sosialisasi yang sangat tepat,” tuturnya.

 

Menuju Indonesia Sports Summit 2026

Langkah strategis penandatanganan PKS ini tidak hanya berhenti pada pembinaan sepak bola di sekitar lokasi pembangkit panas bumi. Lebih dari itu, kolaborasi ini diproyeksikan sebagai pemanasan menuju ajang Indonesia Sports Summit 2026.

Sinergi antara sektor olahraga dan energi hijau ini diyakini akan semakin matang, mengingat pada tahun 2025 sebelumnya, Geothermal Soccer Indonesia (GSI) telah sukses berkolaborasi dengan Kemenpora dalam penyelenggaraan Indonesia Sports Summit 2025.

Ke depan, kolaborasi ini diharapkan menjadi percontohan ideal bagaimana industri olahraga dapat berjalan beriringan dengan sektor energi terbarukan demi mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Tags: kemenporaKementerian ESDM

Related Posts

Wapres Gibran Rakabuming Raka menyematkan lencana kepada Paskibraka 2026.(Foto: Setneg)

Paskibraka 17 Agustus 2026 Dikukuhkan, Ini Daftar Namanya

Editor
15 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Sebanyak 76 pelajar dari 38 provinsi di Indonesia resmi dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)...

Kerusakan bangunan yang terdampak gempabumi NTT M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. (Foto: BPBD Kabupaten Manggarai Timur)

Gempa NTT M7,7, BNPB: 14 Orang Meninggal Dunia

Editor
15 Agustus 2026

JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pukul 04.58.24...

Ilustrasi korban.(Foto:Istimewa).

Konvoi Bawa Sajam Remaja di Tasikmalaya Tewas Tabrak Tembok

Editor
15 Agustus 2026

SATUJABAR, TASIKMALAYA--Seorang remaja di Tasikmalaya, Jawa Barat, tewas setelah mengalami kecelakaan lalu-lintas. Sepeda motor yang dikendarai korban menabrak tembok, saat...

Petugas di Gerbang Tol Pamulihan Sumedang.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Proteksi Jatinangor, Petugas Arahkan Truk Besar Masuk GT Pamulihan Sumedang

Editor
15 Agustus 2026

SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang menyiagakan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang bersiaga siang malam di jalan nasional Sumedang-Bandung pintu masuk...

Perbaikan PJU di Cadas Pangeran.(Foto: Humas/Diskominfo Kab. Garut)

Kabel PJU Cadas Pangeran Digasak Maling

Editor
15 Agustus 2026

SUMEDANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Sumedang melakukan perbaikan lampu penerangan umum (PJU) di kawasan Cadas Pangeran. Bupati Sumedang Dony Ahmad...

Ilustrasi kebakaran.(Foto:Istimewa).

Kasus Kebakaran di Kabupaten Garut Naik 45,3Persen

Editor
15 Agustus 2026

Kasus kebakaran di Kabupaten Garut sepanjang tahun 2026, berdasarkan data penanganan kebakaran hingga 13 Agustus 2026, tercatat sebanyak 327 kasus....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Ahadiat Hotel & Bungalow Bandung