• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 20 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

IKM Didorong Cerdas Lihat Perilaku Konsumen

Editor
Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:04
Produk IKM Indonesia.(Foto: Dok. Kemenperin)

Produk IKM Indonesia.(Foto: Dok. Kemenperin)

SATUJABAR, JAKARTA – Industri kreatif nasional memiliki peluang besar untuk terus tumbuh seiring meningkatnya jumlah konsumen dari kalangan generasi muda yang semakin dinamis dalam menentukan pilihan produk. Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Perindustrian melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) terus memperkuat kapasitas pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di sektor tersebut agar mampu memahami kebutuhan pasar serta menyusun strategi bisnis yang tepat.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pelaku industri kreatif, khususnya sektor fesyen dan kriya, perlu memiliki pemahaman yang kuat mengenai perilaku konsumen agar dapat menghasilkan produk yang relevan dan berdaya saing tinggi.

RelatedPosts

Parfum Stick Balm “Timeless by Six” Berawal dari Tugas Kuliah

Bootcamp Wiramuda Hebat di Garut Terus Berinovasi

Perajin Tahu Tempe Tertekan Harga Kedelai, Farhan: Lebih Efisien

“Pelaku industri kreatif perlu memiliki pondasi pengetahuan dan riset pasar yang kuat untuk dapat memenangkan persaingan bisnis pada masa mendatang. Oleh sebab itu, Kemenperin melalui BPIFK secara rutin menyelenggarakan workshop Creative Talk sebagai upaya penguatan ekosistem industri kreatif dan peningkatan daya saing pelaku usaha,” kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (19/6).

Menurut Agus, kreativitas dan inovasi harus dibarengi dengan kemampuan membaca kebutuhan pasar yang terus berkembang. Dengan demikian, pelaku usaha dapat menghasilkan produk yang tidak hanya menarik secara desain, tetapi juga sesuai dengan preferensi konsumen.

“Sudah saatnya produk kreatif Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kita memiliki banyak perancang dan pelaku industri yang kreatif, inovatif, serta harus adaptif dalam memahami produk yang relevan untuk target pasar yang disasar,” tuturnya.

Sebagai bagian dari program pembinaan industri kreatif, BPIFK menyelenggarakan workshop Creative Talk bertema “Consumer Behavior: Memahami Konsumen untuk Mengembangkan Bisnis Kreatif” pada 11 Juni 2026 di Badung, Bali. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Universitas Mahasaraswati Denpasar dan diikuti oleh pelaku industri kreatif, khususnya sektor fesyen dan kriya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan, pemahaman terhadap perilaku konsumen merupakan fondasi penting dalam pengembangan produk maupun penyusunan strategi bisnis.

“Keberhasilan suatu produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas dan kreativitas perancangnya, tetapi juga oleh kemampuan menjawab kebutuhan serta preferensi konsumen. Oleh karena itu, pelaku IKM perlu memahami perubahan perilaku pasar agar dapat menghasilkan produk yang tepat sasaran,” ujar Reni.

Dirjen IKMA menambahkan, melalui Creative Talk, Kemenperin ingin membantu pelaku IKM lebih dekat dengan pasar sehingga mampu menghasilkan produk yang relevan, bernilai tambah, dan memiliki daya saing tinggi di pasar domestik maupun global.

Berdasarkan berbagai studi bisnis global, salah satu faktor utama kegagalan usaha adalah kurangnya pemahaman terhadap kebutuhan pasar dan strategi pengembangan bisnis yang tepat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku usaha masih memerlukan pendampingan dalam aspek pengembangan bisnis, pemasaran, hingga perluasan jaringan usaha meskipun telah memiliki produk yang inovatif.

Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai aspek penting dalam riset perilaku konsumen, mulai dari identifikasi kebutuhan dan kebiasaan konsumen, faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian, penyusunan nilai tambah produk, hingga strategi pemasaran yang sesuai dengan target pasar.

Kepala BPIFK Dickie Sulistya Aprilyanto mengatakan bahwa pihaknya akan terus menghadirkan program pembinaan yang berfokus pada penguatan kapasitas bisnis, strategi pemasaran, serta peningkatan kualitas produksi bagi pelaku industri kreatif.

“Memahami perilaku konsumen merupakan langkah awal yang sangat penting dalam membangun strategi bisnis yang tepat. BPIFK berkomitmen menjadi mitra bagi pelaku industri kreatif untuk meningkatkan kapasitasnya, mulai dari pengembangan produk hingga penyusunan strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” ungkap Dickie.

Melalui berbagai program pembinaan yang berkelanjutan, Kemenperin berharap industri kreatif nasional semakin adaptif terhadap perkembangan pasar, mampu meningkatkan nilai tambah produk, memperluas akses pasar, serta memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Tags: IKM

Related Posts

Parfum Stick Balm “Timeless by Six”.(Foto: Dok. Kemendag)

Parfum Stick Balm “Timeless by Six” Berawal dari Tugas Kuliah

Editor
18 Juni 2026

Jumat pagi (12/6/2026) di Auditorium Andi Hakim Nasution, IPB University, Bogor, Jawa Barat. Auditorium ramai dengan mahasiswa, pelaku usaha muda,...

Kegiatan Bootcamp Wiramuda Hebat Tahun 2026, yang bertempat di Gedung Bela Negara, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Rabu (17/6/2026). ‎(Foto: Nijma Tazkiyatun Nafsi/ Diskominfo Kab. Garut)

Bootcamp Wiramuda Hebat di Garut Terus Berinovasi

Editor
18 Juni 2026

Bootcamp Wiramuda Hebat diikuti pemuda pilihan yang menyisihkan ratusan pendaftar lainnya. Dari 265 pendaftar, hanya 40 peserta yang lolos seleksi....

Jeni Tahu Populer dari kedelai

Perajin Tahu Tempe Tertekan Harga Kedelai, Farhan: Lebih Efisien

Editor
13 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Perajin tahu dan tempe adalah salah satu klaster UMKM yang terdampak kenaikan harga kedelai. Gejolak harganya menjadi...

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.(Foto: Dok. Kemenperin)

Kemenperin Buka Jalan IKM Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik

Editor
12 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian mengakselerasi pengembangan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) nasional melalui peningkatan keterlibatan industri kecil...

Belanja sepatu produk UMKM Kota Bandung.pph FINAL umkm

PPh Final 0,5 Persen Resmi Berlaku, Omzet hingga 500 Juta Tetap Bebas Pajak

Editor
11 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan bahwa tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final UMKM sebesar 0,5...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengunjungi perusahaan Agung Sari Utama di Bantargebang, Kota Bekasi, Kamis (11/6/2026). (Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Genjot Kinerja UMKM, Bupati Sumedang Gandeng Agung Sari Utama

Editor
11 Juni 2026

SATUJABAR, SUMEDANG - Untuk memperkuat jejaring UMKM Sumedang, Pemkab SUmedang dipimpin Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengunjungi perusahaan Agung Sari...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.