• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 2 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Hari Susu Nusantara 2026, Kemenperin: Momentum Perkuat Ekosistem

Editor
Senin, 15 Juni 2026 - 02:36
Hari Susu Nusantara 2026

Hari Susu Nusantara 2026

Hari Susu Nusantara (HSN) 2026 yang berlangsung di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (14/6/2026).

SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem industri pengolahan susu (IPS) nasional. Langkah strategis ini diambil guna mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, serta memperkokoh kemandirian industri dalam negeri. Momentum ini digaungkan dalam peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) 2026 yang berlangsung di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (14/6/2026).

RelatedPosts

Harga Referensi CPO Periode Pertama Agustus 2026 Turun

Harga Patokan Ekspor Emas Periode Pertama Agustus Turun Tipis

6 Pemuka Agama Pimpin Zikir dan Doa Kebangsaan 2026

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa IPS merupakan salah satu sektor manufaktur strategis yang memiliki multiplier effect tinggi, terutama karena terintegrasi langsung dengan sektor peternakan rakyat. Namun, pemenuhan bahan baku lokal masih menjadi tantangan besar.

“Saat ini, produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) baru memenuhi sekitar 20 persen dari total kebutuhan industri. Oleh karena itu, penguatan kemitraan yang saling menguntungkan antara industri dengan peternak dan koperasi menjadi kunci utama untuk memacu kapasitas produksi nasional,” ujar Menperin Agus Gumiwang di Jakarta, Senin (15/6).

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika menambahkan industri pengolahan susu saling berkaitan dengan sektor peternakan rakyat sehingga penguatan industri susu nasional perlu dilakukan menyeluruh dari peningkatan produksi hingga pengembangan kapasitas.

Sementara itu, tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia tergolong realtif rendah sekitar 17,7 liter per kapita per tahun. Rendahnya konsumsi susu masyarakat menciptakan peluang pengembangan industri pengolahan susu kedepan.

“Dengan adanya program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi peluang untuk memacu peningkatan konsumsi susu nasional”, jelas Putu.

Namun demikian, industri pengolahan susu nasional masih menghadapi sejumlah tantangan seperti keterbatasan integrasi antara sektor hulu dan hilir, skala usaha peternakan rakyat yang relatif kecil, produktivitas ternak yang masih perlu ditingkatkan, serta keterbatasan infrastruktur rantai dingin dan logistik.

Sebagai wujud konkret untuk memperkuat industri susu dalam negeri, Kemenperin terus memacu kemitraan industri pengolahan susu dengan peternak sapi perah,  meningkatkan kualitas Susu Segar Dalam Negeri (SSDN), serta menerapkan pemanfaatan teknologi digital pada Tempat Penampungan Susu (TPS). Selain itu, pemerintah juga menjalankan Program Restrukturisasi Mesin dan/atau Peralatan Industri Makanan dan Minuman melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 40 Tahun 2024.

Hal tersebut senada dengan pernyataan Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Merrijantij Punguan Pintaria “Melalui program restrukturisasi tersebut, pemerintah memberikan fasilitas penggantian sebagian biaya atau reimbursement hingga 35 persen atas pembelian mesin dan peralatan baru. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh industri pengolahan susu maupun koperasi dan kelompok peternak yang menjadi mitra industri untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk,” jelas Merri.

Menurut Merri, peringatan Hari Susu Nusantara menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, peternak, koperasi, industri pengolahan susu, akademisi, dan masyarakat dalam memacu pengembangan sektor persusuan nasional. Sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri sekaligus memperkuat daya saing industri pengolahan susu nasional.

Melalui momentum Hari Susu Nusantara 2026, Kemenperin mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kemitraan dan membangun ekosistem persusuan yang tangguh, produktif, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan, peningkatan gizi masyarakat, serta penguatan industri nasional.

Tags: Hari Susu Nusantarakemenperin

Related Posts

Harga CPO atau minyak kelapa sawit,Indeks Harga Perdagangan Besar. Ekspor limbah,harga referensi cpo

Harga Referensi CPO Periode Pertama Agustus 2026 Turun

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Referensi (HR) minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk penetapan Bea Keluar...

bak emas,hilirisasi emas, bank emas ciptakan lapangan kerja,harga patokan ekspor

Harga Patokan Ekspor Emas Periode Pertama Agustus Turun Tipis

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) untuk komoditas emas pada periode...

Enam pemuka agama pimpin Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (01/08/2026).(Foto: Setneg)

6 Pemuka Agama Pimpin Zikir dan Doa Kebangsaan 2026

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Enam pemuka agama akan memimpin doa bersama pada acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang diselenggarakan di kawasan...

Terminal BBM Pertamina.(Foto: Istimewa)

Harga BBM Pertamina Per 1 Agustus 2026 Area Jawa Barat

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga BBM atau bahan bakar minyak Pertamina area Jawa Barat per Sabtu 1 Agustus 2026 dikutip dari...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Sabtu 1/8/2026 Antam Rp 2.603.000 Per Gram

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Sabtu 1/8/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.603.000 per gram...

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya (kanan), berbincang dengan pendiri MS Glow, Gilang Widya Pramana (kiri) dan Shandy Purnamasari (tengah), saat kunjungan kerja ke kantor MS Glow, Malang, Jawa Timur, Kamis (30/07/2026).(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif)

Menteri Ekraf Apresiasi Kontribusi MS Glow di Ekosistem Kreatif

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, MALANG - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya melakukan kunjungan kerja ke kantor MS Glow...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat