• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 7 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kultura Persib Hadir di Braga, Identitas Bobotoh Lewat Karya Seni

Editor
Minggu, 07 Juni 2026 - 03:03
Kultura Persib di Braga.(Foto: Dok. Humas Pemkot Bandung)

Kultura Persib di Braga.(Foto: Dok. Humas Pemkot Bandung)

BANDUNG – Grey Art Gallery berkolaborasi dengan Persib Bandung menghadirkan pameran seni bertajuk Kultura Persib di Jalan Braga No. 47, Kota Bandung.

Pameran yang dibuka untuk publik mulai 9 Juni hingga 10 September 2026 ini menjadi ruang ekspresi bagi seniman, kolektor arsip, hingga masyarakat umum yang memiliki kedekatan emosional dengan Persib.

RelatedPosts

Bandung Kota Angklung Festival 2026 Dimeriahkan Ade Astrid dan 500 Musisi

Rhythm & Recipes, Padukan Budaya dan Kuliner

Bali Wellness Expo 2026, Wamenpar: Masa Depan Pariwisata Indonesia

Kurator Grey Art Gallery, Angga Aditya Atmadilaga menjelaskan, pameran ini lahir dari kebutuhan para seniman yang memiliki kecintaan mendalam terhadap Persib.

“Persib menjadi denyut nadi yang memberikan banyak inspirasi dalam karya-karya mereka. Namun selama ini belum ada ruang yang secara khusus mewadahi ekspresi visual tentang Persib. Dari situ muncul inisiatif untuk menghadirkan pameran ini di Grey Art Gallery,” ujar Angga, Kamis, 4 Juni 2026 seperti diberitakan Humas Pemkot Bandung.

Menurutnya, pemilihan Grey Art Gallery sebagai lokasi pameran bukan tanpa alasan. Selain berada di pusat Kota Bandung dan mudah diakses, galeri tersebut juga beroperasi setiap hari sehingga memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati pameran.

Lebih dari sekadar menampilkan karya seni, pameran ini mengangkat fenomena budaya yang tumbuh bersama Persib.

Karena itu, panitia memilih istilah “Kultura Persib” untuk menggambarkan berbagai bentuk ekspresi visual yang lahir dari perjalanan panjang klub kebanggaan warga Jawa Barat tersebut.

“Kontributornya tidak hanya seniman. Ada masyarakat umum yang tumbuh bersama Persib, memiliki kenangan, memori, dan pengalaman personal. Semua itu menjadi bagian dari budaya visual yang kami tampilkan,” katanya.

Dalam proses kurasi, penyelenggara membuka open call bagi publik. Selain itu, sejumlah seniman, fotografer, kolektor arsip, hingga sejarawan yang memiliki dokumentasi dan karya terkait Persib juga diundang secara khusus.

Hasilnya, sebanyak 70 kontributor terlibat dalam pameran ini dengan total 95 objek. Objek tersebut terdiri dari karya seni rupa, mural, instalasi, arsip sejarah, dokumentasi fotografi, hingga koleksi buku yang berkaitan dengan Persib.

Salah satu daya tarik pameran adalah kehadiran patung karya seniman Iwong yang dibuat secara mandiri untuk menghormati tokoh-tokoh penting dalam sejarah Persib.

Empat figur yang diabadikan dalam bentuk patung tersebut adalah Indra Thohir, H. Umuh Muchtar, Jajang Nurjaman, dan Bojan Hodak.

Pameran dibagi ke dalam lima area, yakni ruang teater, stone chamber, wood chamber, galeri utama, dan area lantai dua.

Bagian depan galeri menampilkan infografis perjalanan sejarah Persib, termasuk berbagai pencapaian dan gelar yang pernah diraih.

Sementara lantai atas banyak diisi karya dan arsip yang dikirimkan langsung oleh masyarakat.

Bagi Angga, karya-karya yang paling berkesan justru berasal dari pengalaman personal para Bobotoh. Salah satunya mural yang menggambarkan kecintaan terhadap Persib yang diwariskan dari orang tua kepada anaknya.

“Karya-karya seperti itu terasa sangat otentik. Ada juga mural yang menggambarkan bagaimana pada era 1990-an orang-orang rela memanjat pohon demi bisa menyaksikan pertandingan Persib. Itu pengalaman personal, tetapi dirasakan secara kolektif oleh banyak orang,” ungkapnya.

Melalui pameran ini, Grey Art Gallery berharap masyarakat dapat melihat Persib tidak hanya sebagai klub sepak bola, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya Kota Bandung yang terus hidup dan diwariskan lintas generasi.

Pameran Kultura Persib dapat dikunjungi dengan harga tiket Rp25.000 pada weekday dan Rp35.000 pada weekend.

Pengunjung diperbolehkan mendokumentasikan karya melalui foto, namun diminta untuk tidak menyentuh arsip, jersey koleksi, maupun karya yang dipamerkan demi menjaga kelestariannya.

Tags: Kultura Persib

Related Posts

Ade Astrid di acara Bandung Kota Angklung Festival 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bandung Kota Angklung Festival 2026 Dimeriahkan Ade Astrid dan 500 Musisi

Editor
7 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Bandung Kota Angklung Festival 2026 digelar di Plaza Balai Kota Bandung, Sabtu, 6 Juni 2026. Kegiatan ini...

Wakil Wali Kota Bandung Erwin di acara Promosi Budaya dan Produk Halal bertajuk Rhythm & Recipes Consumer Experience, di Paskal 23, Jumat 5 Juni 2026 (Foto: Humas Pemkot Bandung)

Rhythm & Recipes, Padukan Budaya dan Kuliner

Editor
7 Juni 2026

Rhythm & Recipes, merupakan festival budaya dan kuliner yang bukan sekadar hiburan melainkan ruang strategis untuk memperkuat diplomasi budaya. SATUJABAR,...

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengunjungi salah satu stan di Bali Wellness and Beauty Expo 2026.(Foto: Humas Kemenpar)

Bali Wellness Expo 2026, Wamenpar: Masa Depan Pariwisata Indonesia

Editor
6 Juni 2026

Bali Wellness and Beauty Expo 2026 tidak hanya mempertemukan para pelaku industri , tetapi juga mencerminkan semakin kuatnya gerakan global....

Festival Burger Dunia.(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif)

Festival Burger Dunia, Menekraf: Perkuat Ekosistem Kuliner

Editor
6 Juni 2026

Festival Burger Dunia menarik atensi Kementerian Ekonomi Kreatif yang menilai event tersebut memperkuat ekosistem kuliner. SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Ekonomi...

Teh khas Iran.(Foto: Wikimedia Common)

Teh Khas Iran Disebut Juga Chai, Apa Saja Ragamnya?

Editor
5 Juni 2026

Teh khas Iran (Chai) adalah minuman nasional Iran. Wilayah Lahijan di Provinsi Gilan (Iran Utara) merupakan pusat perkebunan teh resmi...

Kemenhut meluncurkan aplikasi e-ticketing: Ayo Ke Taman Nasional.(Foto: Humas Kemenhut)

Kemenhut Luncurkan Aplikasi E-Ticketing : Ayo Ke Taman Nasional

Editor
5 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia resmi meluncurkan aplikasi e-ticketing “Ayo Ke Taman Nasional” (AKTN). Peluncuran ini dilakukan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.