Commuter Line Surabaya. KRD seri sebelumnya hanya 64 tempat duduk per kereta. Sedangkan Ekonomi K3, mencapai 106 tempat duduk per keretanya.
SATUJABAR, JAKARTA – Guna memastikan kelancaran operasional, KAI Commuter Area 8 Surabaya mengambil langkah adaptif terbaru. Menurut VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, Kamis (21/5) ini dilakukan sekaligus untuk meningkatkan kapasitas angkut bagi masyarakat pengguna transportasi kereta api. Salah satunya, penyesuaian rangkaian sarana kereta yang beroperasi pada sejumlah rute layanan Commuter Line Jenggala dan Commuter Line Arjonegoro pada Mei 2026 ini.
Karina menyampaikan, penyesuaian operasional rangkaian sarana kereta ini diberlakukan sementara selama proses perawatan sarana kereta apinya. Langkah strategis ini diambil menyusul adanya pelaksanaan program perawatan besar atau konservasi pada armada sarana Kereta Rel Diesel (KRD).
“Agar mobilitas masyarakat tetap terlayani dengan optimal selama proses perawatan berlangsung, KAI Commuter Area 8 Surabaya mengalihkan rangkaian KRD menjadi rangkaian kereta yang ditarik oleh Lokomotif dengan formasi Kereta Ekonomi (K3), untuk Commuter Line Jenggala relasi Babat/Indro – Surabaya/Mojokerto/Sidoarjo dan Commuter Line Arjonegoro relasi Bojonegoro/Babat – Surabaya/Sidoarjo,” jelas Karina melalui keterangan resminya.
BACA: 9 WNI Dibebaskan Israel, Menlu Indonesia Apresiasi Turki
Lebih lanjut Karina menambahkan, pengalihan operasional sarana kereta ini juga dilakukan sebagai peningkatan layanan, karena kapasitas tempat duduk yang lebih banyak. Pengalihan sarana ini membawa dampak positif langsung terhadap layanan dan kapasitas tampung operasional kereta. Sebagai perbandingan, untuk sarana KRD Seri Sebelumnya (KRDI) hanya menyediakan 64 tempat duduk per kereta. Sedangkan sarana Ekonomi K3 Pengganti, tempat duduk yang tersedia sebanyak 106 tempat duduk per keretanya.
Dengan perubahan operasional formasi sarana kereta ini, sistem penjualan tiketnya tetap diatur sesuai dengan ketentuan eksisting, yaitu untuk okupansi penjualan tiket Commuter Line Arjonegoro sebanyak 120% dari kapasitas tempat duduk eksisting dan Commuter Line Jenggala sebanyak 150% dari kapasitas tempat duduk eksisting.
“Jadi jumlah tempat duduk yang disediakan lebih banyak jika dibandingkan dengan saran KRD yang sebelumnya. Hal ini diharapkan mampu mengakomodasi tingginya minat masyarakat serta memberikan kenyamanan pengguna dalam menggunakan layanan Commuter Line,” tambahnya.
Selain itu, sarana Ekonomi K3 ini juga dilengkapi dengan toilet di setiap keretanya, sehingga layanan selama di dalam perjalanan semakin meningkat. Penyesuaian stamformasi ini bersifat sementara dan KAI Commuter memastikan bahwa proses perawatan besar sarana KRD ini dilakukan secara terukur dan penuh ketelitian. Pasalnya, ini mesti dipastikan demi menjamin keselamatan aspek pengereman serta teknis lainnya saat armada kembali siap beroperasi penuh.
KAI Commuter juga terus mengimbau seluruh pengguna untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memesan tiket secara daring menggunakan aplikasi Access by KAI mulai H-7 keberangkatan guna memastikan ketersediaan tempat duduk. “Kami juga mengingatkan pengguna untuk senantiasa menjaga barang bawaan dan mendampingi putra-putri selama dalam perjalanan,” tandasnya.








