SATUJABAR, JAKARTA – IBL Sixth Man Of The Year 2026 tinggal menunggu waktu. Satu hal yang menarik dari keputusan IBL adalah mengangkat peran lini kedua. Menurut IBL, lini kedua seringkali menjadi penentu kesuksesan sebuah tim. Dia bisa menjaga ritme permainan, atau malah bisa mengubah keadaan tim dalam pertandingan. IBL tahun ini tak lupa memasukkan kategori penghargaan Sixthman of The Year. Penghargaan ini ditujukan kepada pemain terbaik yang masuk dari bangku cadangan, berdasarkan kontribusi statistik.
Definisi untuk penghargaan ini adalah pemain terbaik berdasarkan perhitungan statistik yang bermain dari bangku cadangan, dengan inimum telah bermain 10 pertandingan. Penghargaan ini akan diberikan kepada pemain lokal IBL.
Statistik pemain yang bermain dari bangku cadangan (PPG, MPG, APG, RPG,+/- Efficiency). Selain itu, ada syarat yang harus dipenuhi yaitu pemain lebih banyak bermain sebagai pemain cadangan dibandingkan sebagai starting 5 dari jumlah pertandingan yang dijalaninya. Syarat lainnya adalah pemain dengan minute play paling tinggi di dalam satu tim, di luar lima pemain utama.

Liga akan memilih lima nama yang masuk nominasi penghargaan tersebut. Ketika IBL sudah menetapkan nominasinya, maka akan ada proses selanjutnya, yaitu voting. Untuk penghargaan pemain, voting akan dilakukan oleh head coach ditambah 10 orang dari media dan analis basket.
BACA JUGA: Gregoria Mariska Tunjung Mundur dari Pelatnas PBSI







