SATUJABAR, TASIKMALAYA–Sembilan pekerja korban penyiraman air keras seorang kurir paket di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, terluka parah. Kesembilan korban, terdiri dari delapan orang pria dan satu wanita, sebagai korban salah sasaran pelaku, yang niatnya mengincar suami-istri pemilik gudang konveksi, karena merasa sakit hati.
Sembilan orang pekerja korban penyiraman air keras seorang kurir paket di Kabupaten Tasikmalaya, masih menjalani perawatan di rumah sakit. Kesembilan korban, terdiri dari delapan orang pria dan satu wanita, terluka parah dengan menderita luka bakar di wajah, leher, tubuh, kedua tangan, serta kakinya.
Pelaku penyiraman air keras yang terjadi di gudang konveksi di Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (04/05/2026) malam, adalah kurir paket berinsial DA. Pria berusia 27 tahun yang telah diamankan Tim Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, berniat mengincar suami-istri pemilik gudang.
Pelaku yang dikenal pendiam dan tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian, biasa bawa barang kiriman ke agen di gudang konveksi tersebut. Pelaku tidak memilki masalah dengan kesembilan korban yang dikenalnya.
“Orangnya (pelaku) pendiam. Jarang bicara, biasa mengambil paket ke sini (gudang konveksi), karena agennya di Manonjaya,” pengakuan salah seorang saksi saat kejadian kepada polisi, Selasa (05/05/2026).
Rasa sakit dan dendam yang mendorong pelaku bertindak sadis, dengan melampiaskannya kepada para korban yang tidak mengetahui permasalahan. Sasaran pelaku awalnya suami-istri pemilik gudang konveksi, terutama istrinya yang dituduh telah melaporkan pelaku ke kantornya.
“Murni karena pelaku dendam kepada istri pemilik gudang konveksi. Pelaku mengaku dilaporkan tidak baik atas kesalahan dalam bekerja ke kantornya,” ungkap saksi
Sebelum kejadian, pelaku sempat mondar-mandir di sekitar gudang konveksi. Namun, suami-istri sebagai target sasaran tidak juga ditemukan, akhirnya pelaku masuk dan mengamuk hingga menyiramkan air keras kepada para korban yang berada di dekatnya
Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, memastikan, tidak ada motif lain yang mendorong tindakan pelaku, selain sakit hati dan dendam. Namun, para korban penyiraman air keras justru pekerja yang tidak mengetahui permasalahan, dan bukan sebagai target sasaran pelaku.
“Motif tidak ada yang lain, pelaku merasa sakit hati dan dendam, tapi yang menjadi korban (penyiraman air keras) bukan sasarannya dan tidak mengetahui permasalahan. Kami masih terus mendalaminya dengan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang sudah diamankan,” ujar Herman.
Pelaku merupakan kurir paket salah satu ekspedisi yang biasa mengambil barang di gudang konveksi sebagai tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan pengakuan pelaku, cairan air keras yang disiramkan ke para korban, sengaja dibelinya secara online.








