• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 11 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Aniwayang Bikin Wayang Tak Lekang Zaman

Editor
Minggu, 26 April 2026 - 06:49
Pertunjukan Aniwayang.(Foto: Humas Kemen Ekraf)

Pertunjukan Aniwayang.(Foto: Humas Kemen Ekraf)

Wamen Ekraf Irene Umar mengapresiasi inovasi pertunjukan kesenian yang kreatif tersebut.

SATUJABAR, JAKARTA – Seni pertunjukan Aniwayang Live Desa Timun: Ayo Ke Museum tampil di panggung teater Museum Nasional Indonesia. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengapresiasi pendekatan kreatif yang relevan bagi lintas generasi dalam pertunjukan itu.

RelatedPosts

BRI Jazz Gunung Series 2026 yang Terus Menebarkan Pesona

Festival Tabut 2026: Dongkrak Pariwisata Bengkulu

Paviliun Wonderful Indonesia Raih “Best Booth Design” di SITF 2026 Seoul

“Wayang bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga alat diplomasi budaya yang bisa terus dibawa ke mana saja dan sebenarnya memiliki nilai ekonomi luar biasa. Apa yang dilakukan Aniwayang menunjukkan bahwa karya kreatif berbasis tradisi bisa menembus panggung internasional, bahkan telah diapresiasi di Jepang, Korea, dan akan berangkat ke Jerman,” ucap Wamen Ekraf Irene Umar pada Sabtu, 25 April 2026.

Pertunjukan Aniwayang itu berhasil memadukan seni tradisi dengan storytelling relevan, karakter animatif, dan pengalaman interaktif bagi anak-anak dan keluarga. Wamen Ekraf menilai talenta-talenta Aniwayang tertata apik dan menjadi contoh konkret bagaimana budaya tradisional dapat dikemas ulang menjadi produk serta karya kreatif bernilai ekonomi tinggi yang berdaya saing global.

Selain itu, Wamen Ekraf menegaskan urgensi ruang-ruang publik seperti museum yang mampu mendukung ekosistem ekonomi kreatif untuk terus hidup. Menurutnya, Museum Nasional kini tidak hanya menjadi tempat edukasi, tetapi juga ruang ekspresi kreatif yang membanggakan.

“Kita patut bangga karena kini museum di Indonesia semakin berkembang menjadi ruang kreatif yang menarik. Ini membuka peluang besar bagi pejuang ekraf untuk berkolaborasi dan berkarya, sekaligus memberikan pengalaman budaya yang lebih dekat dan menyenangkan bagi masyarakat. Terima kasih untuk Museum Nasional yang telah memberikan space keren untuk pergelaran Aniwayang hari ini,” tambah Wamen Ekraf melalui keterangan resminya.

Wamen Ekraf Irene Umar saat memberikan sambutan pada  pertunjukan Aniwayang.(Foto: Humas Kemen Ekraf)
Wamen Ekraf Irene Umar saat memberikan sambutan pada pertunjukan Aniwayang.(Foto: Humas Kemen Ekraf)

Pergelaran Aniwayang Live Desa Timun: Ayo Ke Museum merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ulang tahun ke-248 Museum Nasional Indonesia. Kegiatan ini juga dirancang sebagai ajakan bagi keluarga untuk menjadikan museum sebagai ruang belajar yang menyenangkan demi membangun generasi yang berbudaya.

“Pertunjukan ini dibuat khusus untuk Museum Nasional, dengan lagu-lagu istimewa dan cerita baru yang belum pernah ditayangkan di manapun. Kami juga membuat karakter khusus wayang untuk Wamen Ekraf yang didatangkan langsung dari Jogja. Aniwayang selalu menjadi bentuk eksplorasi kami selama lima tahun menjadikan wayang tetap relevan dan dicintai lintas generasi,” ungkap Founder dan Direktur Aniwayang Studio Daud Nugraha.

Dalam rangkaian acaranya, Aniwayang Studio mengangkat beberapa aktivitas seperti nonton bareng animasi wayang petualangan ke Museum Nasional, sesi interaktif pengenalan 5 dalang dan 5 voice actor profesional yang terlibat di balik layar, Dalang Experience, hingga menyanyi bersama. Para pengunjung juga bisa membeli merchandise dari IP (Intellectual Property) Aniwayang Studio berupa produk-produk kreatif seperti sticker sheet, electronic money card, t-shirt, batik, enamel pin, foldable grocery bag, comic book, art print, wayang kulit, dan produk anak lainnya.

Kolaborasi antara pemerintah, pejuang ekraf seperti Aniwayang, dan ruang budaya di Museum juga menjadi tindak lanjut audiensi tanggal 17 Desember 2025 terkait keinginan Kementerian Ekraf yang ingin ekspansi Aniwayang makin meluas sehingga IP lokal terus dikenal. Kolaborasi lintas sektor sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya yang beraneka dan mampu diolah menjadi mesin kekuatan ekonomi baru nasional.

Turut mendampingi Wamen Ekraf Irene Umar dalam kegiatan tersebut yaitu Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Dadam Mahdar. Hadir pula Penanggung Jawab Unit Museum Nasional Indonesia Muhammad Rosyid Ridlo dan CEO Intermedia Prima Vision Anastasia Florine Limasnax.

Tags: Irene UmarwayangWayang Aniwayang

Related Posts

BRI Jazz Gunung Series 2026

BRI Jazz Gunung Series 2026 yang Terus Menebarkan Pesona

Editor
8 Juni 2026

BRI Jazz Gunung Series 2026 kembali menghadirkan pengalaman wisata unik melalui perpaduan musik jazz, keindahan alam pegunungan, serta kekayaan budaya...

Salah satu atraksi budaya di Festival Tabut.(Foto: Humas Kemenpar)

Festival Tabut 2026: Dongkrak Pariwisata Bengkulu

Editor
8 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Festival Tabut akan kembali digelar pada 16–25 Juni 2026 di Lapangan Sport Centre, Kota Bengkulu, sebagai salah...

Paviliun Wonderful Indonesia.(Foto: Humas Kemenpar)

Paviliun Wonderful Indonesia Raih “Best Booth Design” di SITF 2026 Seoul

Editor
8 Juni 2026

Paviliun Wonderful Indonesia meraih predikat sebagai “Best Booth Design” di SITF 2026 Seoul Korea Selatan, bursa pariwisata terbesar di Asia...

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menghadiri Festival Jamu Nusantara oleh Acaraki di kawasan Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (7/6/2026).(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf)

Jamu Indonesia Lestari Lewat Inovasi

Editor
8 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Jamu Indonesia adalah salah satu identitas Indonesia di tataran global sehingga perlu didorong lewat inovasi agar tetap...

Kultura Persib di Braga.(Foto: Dok. Humas Pemkot Bandung)

Kultura Persib Hadir di Braga, Identitas Bobotoh Lewat Karya Seni

Editor
7 Juni 2026

BANDUNG - Grey Art Gallery berkolaborasi dengan Persib Bandung menghadirkan pameran seni bertajuk Kultura Persib di Jalan Braga No. 47,...

Ade Astrid di acara Bandung Kota Angklung Festival 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bandung Kota Angklung Festival 2026 Dimeriahkan Ade Astrid dan 500 Musisi

Editor
7 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Bandung Kota Angklung Festival 2026 digelar di Plaza Balai Kota Bandung, Sabtu, 6 Juni 2026. Kegiatan ini...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.