• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 5 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Potensi Pengembangan Rare Earth di Indonesia, BRIN Ungkapkan Tantangannya

Editor
Sabtu, 18 April 2026 - 02:04
(Foto: Humas BRIN)

(Foto: Humas BRIN)

Secara global, lanjutnya, LTJ merupakan komoditas strategis yang sangat dibutuhkan untuk teknologi modern, mulai dari kendaraan listrik, elektronik, hingga industri pertahanan. Meski didominasi oleh negara lain, Indonesia dinilai masih memiliki peluang besar untuk masuk dalam rantai pasok global.

SATUJABAR, TANGERANG – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengidentifikasi sejumlah tantangan utama dalam pengembangan rare earth atau logam tanah jarang (LTJ) di Indonesia.

RelatedPosts

Tabrakan Minibus VS Sepeda Motor di Bandung, Pemuda Asal Bekasi Tewas

Investasi Bodong Tipu Warga Purwokerto, Laporkan Segera!

Pekerja Korban PHK 2026 Capai 23 Ribu Lebih Tenaga Kerja, Jawa Barat Paling Tinggi

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Mineral BRIN, Fika Rofiek Mufakhir, memaparkan empat tantangan utama, yakni keterbatasan data cadangan dan eksplorasi, kompleksitas pemisahan unsur LTJ yang memiliki sifat kimia mirip, teknologi pengolahan yang masih dominan di skala laboratorium, serta kebutuhan investasi besar untuk scale-up ke tahap industri.

Selain itu, isu lingkungan dan keselamatan juga menjadi perhatian. Mengingat, LTJ sering berasosiasi dengan unsur radioaktif, seperti thorium dan uranium.

“Riset LTJ tidak bisa berdiri sendiri. Harus dibangun sebagai ekosistem inovasi yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” ujar Fika, dalam Forum Group Discussion (FGD) on Rare Earth Elements: Potential Resources and Downstream Prospects, di ICE BSD Tangerang, Rabu (15/4).

Secara global, lanjutnya, LTJ merupakan komoditas strategis yang sangat dibutuhkan untuk teknologi modern, mulai dari kendaraan listrik, elektronik, hingga industri pertahanan. Meski didominasi oleh negara lain, Indonesia dinilai masih memiliki peluang besar untuk masuk dalam rantai pasok global.

“Indonesia tidak hanya harus menemukan mineralnya, tapi juga menguasai teknologi, membangun industri, dan memastikan nilai tambahnya dinikmati di dalam negeri,” tegas Fika.

Direktur Teknologi Pengembangan Bisnis PT. Perminas, La Ode Tarfin Jaya, mengungkapkan keberhasilan bisnis LTJ sangat bergantung pada dua faktor utama, yakni ketersediaan bahan baku (feedstock) dan teknologi yang telah dibuktikan (proven technology). “Kalau bicara bisnis, prinsipnya sederhana: no feed, no business. Tanpa pasokan bahan baku yang berkelanjutan, industri tidak akan berjalan,” ungkap La Ode.

Perminas sendiri merupakan badan usaha yang bertugas mengelola tiga komoditas strategis, yakni LTJ, limbah radioaktif, dan mineral esensial untuk industri pertahanan dengan pengelolaan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Dalam mendukung transformasi menuju kendaraan listrik, PT. Perminas merancang konsep total mining dan one stop processing, yakni sistem penambangan terintegrasi yang memaksimalkan seluruh potensi mineral tanpa limbah. “Tidak ada yang terbuang. Semua material yang ditambang harus memiliki nilai ekonomi,” tambahnya.

Sementara itu, Chandra Bachtiyar dari Kementerian Perindustrian menyatakan industri berbasis LTJ di Indonesia sebenarnya sudah berjalan. Namun, bahan baku seperti oksida dan hidroksida LTJ masih sepenuhnya diimpor. Sedangkan kebutuhan dalam negeri mencapai ratusan ton per tahun.

“Industri tetap berjalan meski tanpa pasokan domestik, karena pelaku usaha mencari sumber dari luar. Ini menunjukan peluang besar jika kita bisa menyediakan bahan baku sendiri,” kata Chandra.

Ia juga menyampaikan peta jalan hilirisasi LTJ tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional. Namun, implementasinya dinilai belum optimal.

Menurut Chandra, target pembangunan industri dari tahap konsentrat hingga produk akhir masih belum terwujud. Bahkan, dalam dokumen perencanaan terbaru, perhatian terhadap LTJ justru cenderung menurun. Pemerintah pun memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat realisasi hilirisasi, termasuk melalui penyusunan regulasi tata kelola LTJ dan mineral kritis.

Tags: BRINRare Earth di Indonesia

Related Posts

Ilustrasi tempat kejadian perkara (TKP).(Foto:Istimewa).

Tabrakan Minibus VS Sepeda Motor di Bandung, Pemuda Asal Bekasi Tewas

Editor
5 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Kecelakaan maut terjadi di kawasan Dago, Kota Bandung, Jawa Barat, setelah mobil minibus terlibat tabrakan dengan sepeda motor. Pengendara...

Investasi, bodong, scam

Investasi Bodong Tipu Warga Purwokerto, Laporkan Segera!

Editor
5 Juni 2026

Investasi bodong melanda daerah Purwokerto yang dilakukan oleh mantan pegawai Bank Mandiri Taspen Cabang Purwokerto. SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa...

Ilustrasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).(Foto:Istimewa).

Pekerja Korban PHK 2026 Capai 23 Ribu Lebih Tenaga Kerja, Jawa Barat Paling Tinggi

Editor
5 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Jumlah pekerja korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tahun 2026, sepanjang Januari hingga Mei, mencapai 23 ribu lebih. Provinsi Jawa...

Ilustrasi pelaku kejahatan.(Foto:Istimewa).

2 Perampok Rumah Ditempati Lansia di Bandung Ditangkap

Editor
5 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Dua pelaku perampokan di rumah yang ditempati pria lanjut usia (lansia) di Kota Bandung, Jawa Barat, ditangkap polisi. Dalam...

Mata air yang tak pernah surut di Sumedang meski kemarau tersebar di wilayah Desa Nagrak, Kecamatan Buahdua. Desa yang ada di kaki Gunung Tampomas Sumedang.

28 Persen Wilayah Indonesia Masuki Musim Kemarau

Editor
5 Juni 2026

28 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau berdasarkan hasil monitoring BMKG hingga akhir Mei 2026 dengan indeks ENSO mencapai...

(Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

BGN Efisiensi Anggaran, Efektifkan Program MBG

Editor
5 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penguatan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.