• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 21 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Potensi Pengembangan Rare Earth di Indonesia, BRIN Ungkapkan Tantangannya

Editor
Sabtu, 18 April 2026 - 02:04
(Foto: Humas BRIN)

(Foto: Humas BRIN)

Secara global, lanjutnya, LTJ merupakan komoditas strategis yang sangat dibutuhkan untuk teknologi modern, mulai dari kendaraan listrik, elektronik, hingga industri pertahanan. Meski didominasi oleh negara lain, Indonesia dinilai masih memiliki peluang besar untuk masuk dalam rantai pasok global.

SATUJABAR, TANGERANG – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengidentifikasi sejumlah tantangan utama dalam pengembangan rare earth atau logam tanah jarang (LTJ) di Indonesia.

RelatedPosts

Wiyagus: Penyandang Disabilitas Harus Diperhatian Negara

Pria di Cianjur Jualan Narkoba Buat Bayar Utang Istri, 0,64 Kg Sabu Disita

Hujan Deras dan Banjir, Jembatan di Sukabumi Rusak Akses Warga Terputus

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Mineral BRIN, Fika Rofiek Mufakhir, memaparkan empat tantangan utama, yakni keterbatasan data cadangan dan eksplorasi, kompleksitas pemisahan unsur LTJ yang memiliki sifat kimia mirip, teknologi pengolahan yang masih dominan di skala laboratorium, serta kebutuhan investasi besar untuk scale-up ke tahap industri.

Selain itu, isu lingkungan dan keselamatan juga menjadi perhatian. Mengingat, LTJ sering berasosiasi dengan unsur radioaktif, seperti thorium dan uranium.

“Riset LTJ tidak bisa berdiri sendiri. Harus dibangun sebagai ekosistem inovasi yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” ujar Fika, dalam Forum Group Discussion (FGD) on Rare Earth Elements: Potential Resources and Downstream Prospects, di ICE BSD Tangerang, Rabu (15/4).

Secara global, lanjutnya, LTJ merupakan komoditas strategis yang sangat dibutuhkan untuk teknologi modern, mulai dari kendaraan listrik, elektronik, hingga industri pertahanan. Meski didominasi oleh negara lain, Indonesia dinilai masih memiliki peluang besar untuk masuk dalam rantai pasok global.

“Indonesia tidak hanya harus menemukan mineralnya, tapi juga menguasai teknologi, membangun industri, dan memastikan nilai tambahnya dinikmati di dalam negeri,” tegas Fika.

Direktur Teknologi Pengembangan Bisnis PT. Perminas, La Ode Tarfin Jaya, mengungkapkan keberhasilan bisnis LTJ sangat bergantung pada dua faktor utama, yakni ketersediaan bahan baku (feedstock) dan teknologi yang telah dibuktikan (proven technology). “Kalau bicara bisnis, prinsipnya sederhana: no feed, no business. Tanpa pasokan bahan baku yang berkelanjutan, industri tidak akan berjalan,” ungkap La Ode.

Perminas sendiri merupakan badan usaha yang bertugas mengelola tiga komoditas strategis, yakni LTJ, limbah radioaktif, dan mineral esensial untuk industri pertahanan dengan pengelolaan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Dalam mendukung transformasi menuju kendaraan listrik, PT. Perminas merancang konsep total mining dan one stop processing, yakni sistem penambangan terintegrasi yang memaksimalkan seluruh potensi mineral tanpa limbah. “Tidak ada yang terbuang. Semua material yang ditambang harus memiliki nilai ekonomi,” tambahnya.

Sementara itu, Chandra Bachtiyar dari Kementerian Perindustrian menyatakan industri berbasis LTJ di Indonesia sebenarnya sudah berjalan. Namun, bahan baku seperti oksida dan hidroksida LTJ masih sepenuhnya diimpor. Sedangkan kebutuhan dalam negeri mencapai ratusan ton per tahun.

“Industri tetap berjalan meski tanpa pasokan domestik, karena pelaku usaha mencari sumber dari luar. Ini menunjukan peluang besar jika kita bisa menyediakan bahan baku sendiri,” kata Chandra.

Ia juga menyampaikan peta jalan hilirisasi LTJ tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional. Namun, implementasinya dinilai belum optimal.

Menurut Chandra, target pembangunan industri dari tahap konsentrat hingga produk akhir masih belum terwujud. Bahkan, dalam dokumen perencanaan terbaru, perhatian terhadap LTJ justru cenderung menurun. Pemerintah pun memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat realisasi hilirisasi, termasuk melalui penyusunan regulasi tata kelola LTJ dan mineral kritis.

Tags: BRINRare Earth di Indonesia

Related Posts

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus, menyapa penyandang disabilitas di sela-sela acara “Advokasi Hak Pendataan Penyandang Disabilitas” di Telkom University, Bandung, Senin (20/4/2026).(Foto: Istimewa)

Wiyagus: Penyandang Disabilitas Harus Diperhatian Negara

Editor
20 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus, mengatakan, pemerintah berkomitmen bahwa seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas,...

Ilustrasi transaksi narkoba.(Foto:Istimewa).

Pria di Cianjur Jualan Narkoba Buat Bayar Utang Istri, 0,64 Kg Sabu Disita

Editor
20 April 2026

SATUJABAR, CIANJUR--Berjualan narkoba jenis sabu, seorang pria di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diringkus polisi. Pria berusia 40 tahun tersebut, berdalih...

Jembatan menghubungkan warga dua desa di Kabupaten Sukabumi, terputus akibat banjir.(Foto:Istimewa).

Hujan Deras dan Banjir, Jembatan di Sukabumi Rusak Akses Warga Terputus

Editor
20 April 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Hujan deras dan banjir luapan sungai, mengakibaembatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, rusak. Akses penghubung dua desa, terputus. Hujan...

Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti.(Foto: Istimewa)

Senator Agita Minta Peningkatan Fasilitas Olahraga Daerah pada Raker dengan KONI

Editor
20 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti...

Kasi Konsumsi Daker Madinah, Beny Darmawan.(Foto: Dok. Kemenhaj)

Haji 2026: Sebanyak 23 Dapur Katering Siaga di Madinah

Editor
20 April 2026

Untuk menjaga citarasa khas Indonesia, seluruh bumbu masakan didatangkan langsung dari Tanah Air dalam bentuk pasta racikan. SATUJABAR, MADINAH —...

Masjid Nabawi Madinah

Haji 2026: Kloter Pertama Dijadwalkan Tiba di Madinah 22 April

Editor
20 April 2026

Sebanyak 682 petugas PPIH dari Jakarta telah ditempatkan di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara guna memastikan proses kedatangan dan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.