• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 13 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Potensi Pengembangan Rare Earth di Indonesia, BRIN Ungkapkan Tantangannya

Editor
Sabtu, 18 April 2026 - 02:04
(Foto: Humas BRIN)

(Foto: Humas BRIN)

Secara global, lanjutnya, LTJ merupakan komoditas strategis yang sangat dibutuhkan untuk teknologi modern, mulai dari kendaraan listrik, elektronik, hingga industri pertahanan. Meski didominasi oleh negara lain, Indonesia dinilai masih memiliki peluang besar untuk masuk dalam rantai pasok global.

SATUJABAR, TANGERANG – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengidentifikasi sejumlah tantangan utama dalam pengembangan rare earth atau logam tanah jarang (LTJ) di Indonesia.

RelatedPosts

Perawat Rumah Sakit di Cirebon Lapor Polisi Mengaku Dianiaya Dokter Spesialis

Bupati Garut Tinjau Kebakaran TPA Pasir Bajing

Menhut Sebut Akan Ada Sanksi Lagi kepada Perusahaan Terkait Karhutla

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Mineral BRIN, Fika Rofiek Mufakhir, memaparkan empat tantangan utama, yakni keterbatasan data cadangan dan eksplorasi, kompleksitas pemisahan unsur LTJ yang memiliki sifat kimia mirip, teknologi pengolahan yang masih dominan di skala laboratorium, serta kebutuhan investasi besar untuk scale-up ke tahap industri.

Selain itu, isu lingkungan dan keselamatan juga menjadi perhatian. Mengingat, LTJ sering berasosiasi dengan unsur radioaktif, seperti thorium dan uranium.

“Riset LTJ tidak bisa berdiri sendiri. Harus dibangun sebagai ekosistem inovasi yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” ujar Fika, dalam Forum Group Discussion (FGD) on Rare Earth Elements: Potential Resources and Downstream Prospects, di ICE BSD Tangerang, Rabu (15/4).

Secara global, lanjutnya, LTJ merupakan komoditas strategis yang sangat dibutuhkan untuk teknologi modern, mulai dari kendaraan listrik, elektronik, hingga industri pertahanan. Meski didominasi oleh negara lain, Indonesia dinilai masih memiliki peluang besar untuk masuk dalam rantai pasok global.

“Indonesia tidak hanya harus menemukan mineralnya, tapi juga menguasai teknologi, membangun industri, dan memastikan nilai tambahnya dinikmati di dalam negeri,” tegas Fika.

Direktur Teknologi Pengembangan Bisnis PT. Perminas, La Ode Tarfin Jaya, mengungkapkan keberhasilan bisnis LTJ sangat bergantung pada dua faktor utama, yakni ketersediaan bahan baku (feedstock) dan teknologi yang telah dibuktikan (proven technology). “Kalau bicara bisnis, prinsipnya sederhana: no feed, no business. Tanpa pasokan bahan baku yang berkelanjutan, industri tidak akan berjalan,” ungkap La Ode.

Perminas sendiri merupakan badan usaha yang bertugas mengelola tiga komoditas strategis, yakni LTJ, limbah radioaktif, dan mineral esensial untuk industri pertahanan dengan pengelolaan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Dalam mendukung transformasi menuju kendaraan listrik, PT. Perminas merancang konsep total mining dan one stop processing, yakni sistem penambangan terintegrasi yang memaksimalkan seluruh potensi mineral tanpa limbah. “Tidak ada yang terbuang. Semua material yang ditambang harus memiliki nilai ekonomi,” tambahnya.

Sementara itu, Chandra Bachtiyar dari Kementerian Perindustrian menyatakan industri berbasis LTJ di Indonesia sebenarnya sudah berjalan. Namun, bahan baku seperti oksida dan hidroksida LTJ masih sepenuhnya diimpor. Sedangkan kebutuhan dalam negeri mencapai ratusan ton per tahun.

“Industri tetap berjalan meski tanpa pasokan domestik, karena pelaku usaha mencari sumber dari luar. Ini menunjukan peluang besar jika kita bisa menyediakan bahan baku sendiri,” kata Chandra.

Ia juga menyampaikan peta jalan hilirisasi LTJ tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional. Namun, implementasinya dinilai belum optimal.

Menurut Chandra, target pembangunan industri dari tahap konsentrat hingga produk akhir masih belum terwujud. Bahkan, dalam dokumen perencanaan terbaru, perhatian terhadap LTJ justru cenderung menurun. Pemerintah pun memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat realisasi hilirisasi, termasuk melalui penyusunan regulasi tata kelola LTJ dan mineral kritis.

Tags: BRINRare Earth di Indonesia

Related Posts

Ilustrasi wanita korban penganiayaan.(Foto:Istimewa).

Perawat Rumah Sakit di Cirebon Lapor Polisi Mengaku Dianiaya Dokter Spesialis

Editor
13 Oktober 2026

SATUJABAR, CIREBON--Seorang perawat perempuan rumah sakit swasta di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengaku dianiaya dokter spesialis hingga nyaris pingsan sebelum...

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung lokasi kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pasir Bajing di Jalan Warung Peuteuy, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Senin (12/10/2026).(Foto: Moch Ahdiansyah/Diskominfo Kabupaten Garut)

Bupati Garut Tinjau Kebakaran TPA Pasir Bajing

Editor
13 Oktober 2026

GARUT- Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung lokasi kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pasir Bajing di Jalan Warung Peuteuy,...

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (tengah) memberikan keterangan kepada media terkait karhutla.(Foto: Humas Kemenhut)

Menhut Sebut Akan Ada Sanksi Lagi kepada Perusahaan Terkait Karhutla

Editor
13 Oktober 2026

JAKARTA - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkap akan menindak tegas perusahaan yang terlibat dalam Karhutla. Tak lama lagi ada...

Orangutan penghuni Cagar Alam Jantho Provinsi Aceh.(Foto: Humas Kemenhut)

Orangutan Penghuni Cagar Alam Jantho Terpantau Sehat

Editor
13 Oktober 2026

BANDA ACEH - Jumat pagi, 2 Oktober 2026, Tim Post Release Monitoring (PRM) Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho pada saat melakukan...

Kapal tanker minyak.(Foto: Dok. Kementerian ESDM)

Harga Minyak Mentah Indonesia Naik ke US$112,81 per Barel

Editor
13 Oktober 2026

JAKARTA - Ketegangan di Timur Tengah kembali mengguncang pasar minyak dunia. Pemerintah menetapkan rata-rata Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian...

Cita-cita menjadi bagian dari dunia motorsport kini terasa lebih dekat bagi 50 siswa dan 10 guru dari sekolah menengah kejuruan (SMK) bidang mekanik dan otomotif di Pulau Lombok. Melalui program MANDIRI Students Go to Paddock. (dok.itdc)

MotoGP Mandalika Dekatkan Siswa SMK dengan Sports Industry

Editor
13 Oktober 2026

MANDALIKA - Cita-cita menjadi bagian dari dunia motorsport kini terasa lebih dekat bagi 50 siswa dan 10 guru dari sekolah...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.