• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 24 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Potensi Pengembangan Rare Earth di Indonesia, BRIN Ungkapkan Tantangannya

Editor
Sabtu, 18 April 2026 - 02:04
(Foto: Humas BRIN)

(Foto: Humas BRIN)

Secara global, lanjutnya, LTJ merupakan komoditas strategis yang sangat dibutuhkan untuk teknologi modern, mulai dari kendaraan listrik, elektronik, hingga industri pertahanan. Meski didominasi oleh negara lain, Indonesia dinilai masih memiliki peluang besar untuk masuk dalam rantai pasok global.

SATUJABAR, TANGERANG – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengidentifikasi sejumlah tantangan utama dalam pengembangan rare earth atau logam tanah jarang (LTJ) di Indonesia.

RelatedPosts

Harga Emas Jum’at 23/7/2026 Antam Rp 2.605.000 Per Gram

Tersangka Perdagangan Trenggiling Jaringan Semarang Diserahkan Ke Kejati

OJK Dorong Program Akselerasi Startup Digital

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Mineral BRIN, Fika Rofiek Mufakhir, memaparkan empat tantangan utama, yakni keterbatasan data cadangan dan eksplorasi, kompleksitas pemisahan unsur LTJ yang memiliki sifat kimia mirip, teknologi pengolahan yang masih dominan di skala laboratorium, serta kebutuhan investasi besar untuk scale-up ke tahap industri.

Selain itu, isu lingkungan dan keselamatan juga menjadi perhatian. Mengingat, LTJ sering berasosiasi dengan unsur radioaktif, seperti thorium dan uranium.

“Riset LTJ tidak bisa berdiri sendiri. Harus dibangun sebagai ekosistem inovasi yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” ujar Fika, dalam Forum Group Discussion (FGD) on Rare Earth Elements: Potential Resources and Downstream Prospects, di ICE BSD Tangerang, Rabu (15/4).

Secara global, lanjutnya, LTJ merupakan komoditas strategis yang sangat dibutuhkan untuk teknologi modern, mulai dari kendaraan listrik, elektronik, hingga industri pertahanan. Meski didominasi oleh negara lain, Indonesia dinilai masih memiliki peluang besar untuk masuk dalam rantai pasok global.

“Indonesia tidak hanya harus menemukan mineralnya, tapi juga menguasai teknologi, membangun industri, dan memastikan nilai tambahnya dinikmati di dalam negeri,” tegas Fika.

Direktur Teknologi Pengembangan Bisnis PT. Perminas, La Ode Tarfin Jaya, mengungkapkan keberhasilan bisnis LTJ sangat bergantung pada dua faktor utama, yakni ketersediaan bahan baku (feedstock) dan teknologi yang telah dibuktikan (proven technology). “Kalau bicara bisnis, prinsipnya sederhana: no feed, no business. Tanpa pasokan bahan baku yang berkelanjutan, industri tidak akan berjalan,” ungkap La Ode.

Perminas sendiri merupakan badan usaha yang bertugas mengelola tiga komoditas strategis, yakni LTJ, limbah radioaktif, dan mineral esensial untuk industri pertahanan dengan pengelolaan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Dalam mendukung transformasi menuju kendaraan listrik, PT. Perminas merancang konsep total mining dan one stop processing, yakni sistem penambangan terintegrasi yang memaksimalkan seluruh potensi mineral tanpa limbah. “Tidak ada yang terbuang. Semua material yang ditambang harus memiliki nilai ekonomi,” tambahnya.

Sementara itu, Chandra Bachtiyar dari Kementerian Perindustrian menyatakan industri berbasis LTJ di Indonesia sebenarnya sudah berjalan. Namun, bahan baku seperti oksida dan hidroksida LTJ masih sepenuhnya diimpor. Sedangkan kebutuhan dalam negeri mencapai ratusan ton per tahun.

“Industri tetap berjalan meski tanpa pasokan domestik, karena pelaku usaha mencari sumber dari luar. Ini menunjukan peluang besar jika kita bisa menyediakan bahan baku sendiri,” kata Chandra.

Ia juga menyampaikan peta jalan hilirisasi LTJ tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional. Namun, implementasinya dinilai belum optimal.

Menurut Chandra, target pembangunan industri dari tahap konsentrat hingga produk akhir masih belum terwujud. Bahkan, dalam dokumen perencanaan terbaru, perhatian terhadap LTJ justru cenderung menurun. Pemerintah pun memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat realisasi hilirisasi, termasuk melalui penyusunan regulasi tata kelola LTJ dan mineral kritis.

Tags: BRINRare Earth di Indonesia

Related Posts

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Jum’at 23/7/2026 Antam Rp 2.605.000 Per Gram

Editor
24 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Jum’at 24/7/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.605.000 per gram...

Trenggiling Jawa.(Foto: wikipedia)

Tersangka Perdagangan Trenggiling Jaringan Semarang Diserahkan Ke Kejati

Editor
24 Juli 2026

SATUJABAR, SEMARANG - Kementerian Kehutanan melalui Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Ditjen Penegakan Hukum Kehutanan,...

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso.(Foto: Dok. OJK)

OJK Dorong Program Akselerasi Startup Digital

Editor
24 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengupayakan pengembangan program akselerasi perusahaan rintisan (startup) guna mendorong lahirnya inovasi sektor...

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, memberi sambutan pada peluncuran AI Economic Impact Report: Building the Future: Shaping Indonesia’s AI Era dalam forum Google & Youtube untuk AI dan Ekonomi Kreatif di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Kamis (23/7/2026).(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif)

Google Rilis Laporan Dampak AI, Wamen Ekraf: AI dan Pelindungan Kreator Beriringan

Editor
24 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menghadiri peluncuran AI Economic Impact Report:...

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto memaparkan aksi korporasi North Hub Development.(Foto: Humas ESDM)

North Hub Genjot Produksi & Serap 8.000 Tenaga Kerja

Editor
24 Juli 2026

North Hub Development Project menelan investasi US$11,8 miliar menargetkan produksi 1.000 MMSCFD gas dan 80.000 BCPD kondensat pada kuartal IV...

Biji kakao,harga referensi kakao

Ekspor Kakao Naik, Mendag: Perkuat Kolaborasi

Editor
24 Juli 2026

Ekspor kakao Indonesia pada 2025 sebesar USD 3,60 miliar, naik tiga kali lipat bila dibandingkan dengan 2021 yang sebesar USD...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat