• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 26 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Salam Khas ‘Kulanuun-Mangga’ Tegaskan Identitas Budaya Kabupaten Cirebon di Usia ke-544

Editor
Selasa, 07 April 2026 - 07:49
(Foto: Diskominfo Kab Cirebon)

(Foto: Diskominfo Kab Cirebon)

Di setiap daerah tentunya kita mengenak salam khas. Pada masyarakat Sunda, warga biasa menyebutkan ‘Sampurasun-Rampes’ atau ‘Punten-Mangga’.

Nah! Pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Cirebon ke-544, Kamis lalu (2/4/2026), Pemerintah Kabupaten Cirebon resmi memperkenalkan salam “Kulanuun-Mangga” sebagai identitas budaya daerah.

RelatedPosts

Festival Linggarjati Dongkrak Literasi Generasi Muda

HUT ke-81 Jawa Barat, Kota Bandung Tegaskan Kontribusi sebagai Ibu Kota Provinsi

Pabrik Kina Bandung, Salah Satu Tonggak Industri Farmasi Indonesia

Bupati Cirebon, Imron mengatakan pengenalan salam tersebut merupakan upaya menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal yang selama ini telah hidup di tengah masyarakat Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, “Kulanuun–Mangga” bukan hal baru, melainkan bagian dari kebiasaan lama yang kini diangkat kembali agar lebih dikenal dan digunakan secara luas.

“Kalau kita bertemu, ada kebiasaan yang jadi ciri khas kita. Itu yang sekarang kita angkat lagi,” ujar Imron seperti dikabarkan Diskominfo Kabupaten Cirebon.

Salam khas tersebut digagas Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata hasil rembugan para penggiat budaya Cirebon.

(Foto: Diskominfo Kab Cirebon)
(Foto: Diskominfo Kab Cirebon)

Ia menegaskan, salam tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan salam nasional maupun keagamaan, tetapi menjadi pelengkap yang memperkuat identitas daerah.

Dalam penggunaannya, “Kulanuun–Mangga” akan dirangkai bersama salam seperti “Assalammualaikum”, “Salam sejahtera”, hingga “Sampurasun” dalam berbagai kesempatan resmi maupun kegiatan masyarakat.

“Jadi, tetap dipakai semua, ini hanya menambah ciri khas Kabupaten Cirebon,” katanya.

Imron menyebut, ke depan, salam ini akan dibiasakan dalam setiap sambutan acara, baik di lingkungan pemerintahan maupun di tengah masyarakat.

Selain itu, ia berharap momentum Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon menjadi pengingat akan perjuangan para pendahulu dalam membangun daerah.

“Agar kita ingat bahwa Kabupaten Cirebon berdiri karena perjuangan para sesepuh. Kita harus meniru perjuangan mereka untuk kemaslahatan masyarakat,” tuturnya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menjaga dan mengembangkan budaya sebagai bagian dari jati diri Kabupaten Cirebon.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menilai penguatan simbol budaya seperti “Kulanuun-Mangga” penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.

Menurutnya, Kabupaten Cirebon memiliki keunggulan karena warisan budayanya masih hidup dan terlihat nyata hingga saat ini.

“Keunggulan Kabupaten Cirebon itu peninggalannya masih ada, terlihat, dan hidup di masyarakat,” ujar KDM–sapaan akrab Dedi Mulyadi.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan menghentikan konflik agar potensi budaya tersebut dapat menjadi kekuatan untuk meraih masa depan.

“Dengan satu catatan, hentikan konflik agar kita bisa meraih masa depan,” tegasnya.

Tags: Bupati CirebonHUT Kabupaten CirebonImron

Related Posts

Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani hadir di Festival Linggarjati Tahun 2026 bertajuk “The Soul of Linggarjati” di Taman Museum Gedung Naskah Perundingan Linggarjati, Kamis (20/8/2026).(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Festival Linggarjati Dongkrak Literasi Generasi Muda

Editor
21 Agustus 2026

KUNINGAN – Festival Linggarjati Tahun 2026 bertajuk “The Soul of Linggarjati” resmi ditutup di Taman Museum Gedung Naskah Perundingan Linggarjati,...

Gedung Sate Provinsi Jawa Barat

HUT ke-81 Jawa Barat, Kota Bandung Tegaskan Kontribusi sebagai Ibu Kota Provinsi

Editor
21 Agustus 2026

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81...

Pabrik Kina Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pabrik Kina Bandung, Salah Satu Tonggak Industri Farmasi Indonesia

Editor
20 Agustus 2026

Kawasan Pajajaran, Cicendo, menyimpan salah satu jejak penting dalam perjalanan industri farmasi di Indonesia. Eks Pabrik Kina Bandung telah berdiri...

Gang Stones di Kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Gang Stones, Kreasi Unik Warga di Hari Kemerdekaan

Editor
17 Agustus 2026

Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, warga Gang Stones di Kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, ikut memeriahkan suasana 17...

Gedung di Linggarjati Kabupaten Kuningan Jawa Barat.(Foto: Disparbud Jabar)

Jejak Kemerdekaan: Diplomasi Sunyi di Linggarjati

Editor
14 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Di kaki Gunung Ciremai yang sejuk, sebuah rumah peristirahatan di Desa Linggarjati, Kuningan, mendadak menjadi pusat perhatian...

Oleh Nelly - Friend's work, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=610101

Jejak Kemerdekaan di Jabar: Rengasdenglok di Ambang Kemerdekaan RI

Editor
13 Agustus 2026

Dini hari, 16 Agustus 1945. Di sudut sunyi Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat, sebuah rumah kayu sederhana milik seorang petani Tionghoa...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.