SATUJABAR, BANDUNG – Bintang muda sepak bola Spanyol, Lamine Yamal, mengecam nyanyian suporter yang bernuansa rasis dan menyinggung agama dalam laga FIFA Matchday antara Spanyol vs Mesir di Katalunia Spanyol Selasa (31/3/2026) yang berakhir imbang 0-0.
Dalam pernyataannya lewat akun Instagramnya, Yamal menegaskan identitasnya sebagai seorang Muslim. “Saya seorang Muslim, alhamdulillah,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa dalam pertandingan tersebut terdengar chant dari tribun berbunyi “yang tidak melompat adalah Muslim.” Meski ia menyadari nyanyian itu ditujukan kepada tim lawan dan bukan secara personal kepadanya, Yamal menilai penggunaan agama sebagai bahan ejekan tetap merupakan tindakan tidak menghormati dan tidak dapat ditoleransi.
Sebagai seorang Muslim, ia merasa bahwa chant tersebut tetap merupakan bentuk pelecehan terhadap keyakinan. Ia juga menegaskan bahwa tindakan seperti itu mencerminkan sikap tidak terdidik dan rasis dari oknum suporter yang melakukannya.
Yamal memahami bahwa tidak semua suporter bersikap demikian. Namun ia mengingatkan bahwa sepak bola seharusnya menjadi ajang untuk menikmati permainan dan memberikan dukungan, bukan untuk menghina orang lain berdasarkan identitas atau kepercayaan mereka.
Meski demikian, ia tetap menyampaikan apresiasi kepada para pendukung yang hadir memberikan semangat secara positif. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para suporter yang mendukung timnya dan menyatakan harapan untuk kembali bertemu di ajang Piala Dunia mendatang.







