SATUJABAR, BANDUNG – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti persoalan sampah sebagai tantangan serius yang dihadapi Kota Bandung, bertepatan dengan momentum Idulfitri 1447 Hijriah.
Usai Salat Id di Plaza Balai Kota Bandung, Farhan mengungkapkan, produksi sampah harian di Kota Bandung mencapai 1.600 hingga 1.800 ton.
Menurutnya, tingginya volume sampah merupakan konsekuensi dari aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat yang dinamis.
“Sampah adalah residu dari kehidupan kita. Maka, pengelolaannya menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya melalui keterangan resminya.
Farhan juga mengingatkan, persoalan sampah di Kota Bandung telah menjadi perhatian pemerintah pusat, sehingga diperlukan langkah serius dan berkelanjutan.
Pemerintah Kota Bandung, lanjutnya, telah mengembangkan berbagai program berbasis partisipasi masyarakat, mulai dari tingkat kewilayahan hingga penguatan petugas kebersihan.
Namun demikian, ia menuturkan, solusi utama terletak pada perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam hal memilah dan mendaur ulang sampah.
“Kebersihan adalah bagian dari iman. Maka mari kita mulai dari hal sederhana, seperti memilah sampah dari rumah,” katanya.
Ia berharap, momentum Idulfitri dapat menjadi titik awal perubahan budaya menuju kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Dengan kebersamaan dan kesadaran kolektif, kita optimistis Kota Bandung mampu mengatasi persoalan ini,” pungkasnya.







