• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 20 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kenapa Penetapan 1 Ramadan 1447 H Muhammadiyah Berbeda dengan Turki? Ini Penjelasannya

Editor
Senin, 02 Februari 2026 - 09:16
Ramadhan. (foto: istimewa)

Ramadhan. (foto: istimewa)

SATUJABAR, BANDUNG – Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan ini berbeda dengan Turki yang menetapkan awal puasa pada 19 Februari 2026.

Perbedaan tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) versi Muhammadiyah tidak konsisten?

RelatedPosts

Dimana Saja Lokasi Salat Id di Kota Bandung? Farhan Salat Id di Plaza Balai Kota

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh Pada Sabtu 21 Maret 2026

Tim Hisab: Posisi Hilal Belum Penuhi Kriteria, 1 Syawal Sabtu 21 Maret 2026

Menjawab polemik itu, pakar falak muda Muhammadiyah, Najmuddin Saifullah, memberikan penjelasan panjang lebar dalam Lensamu Podcast di Muhammadiyah Channel, Ahad (01/02).

Najmuddin menegaskan bahwa KHGT justru merupakan ijtihad terbaik Muhammadiyah saat ini, karena mengintegrasikan dalil syar’i, fikih, dan astronomi modern secara sekaligus.

“KHGT ini adalah ijtihad Muhammadiyah yang terbaik saat ini karena bisa memanfaatkan pengetahuan, kemudian landasan dalil syar’i dan hadisnya juga kuat,” ujarnya dilansir laman Muhammadiyah.or.id.

Secara keagamaan, Najmuddin menjelaskan bahwa KHGT bertumpu pada Al-Qur’an dan hadis. Salah satunya QS at-Taubah ayat 36 tentang jumlah bulan yang dua belas, disertai frasa dzālika ad-dīnul qayyim, yang ia maknai sebagai tuntutan adanya kepastian waktu ibadah.

Selain itu, ia mengutip hadis: “Ash-shaumu yauma tashūmūn, wal-fithru yauma tufthirūn,” puasa adalah hari ketika kalian semua berpuasa, dan Idul Fitri adalah hari ketika kalian semua ber-Idul Fitri.

Menurut Najmuddin, hadis ini mengisyaratkan idealitas keserempakan umat Islam secara global, bukan hanya dalam satu negara atau satu rumah.

Dari sisi fikih, KHGT menggunakan prinsip ittihād al-mathāli’, yakni menganggap bumi sebagai satu matlak (satu kawasan rukyat global). Artinya, umat Islam di seluruh dunia diupayakan memulai Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha secara bersamaan.

Sementara dari sisi sains, KHGT memanfaatkan astronomi modern untuk menghitung posisi matahari dan bulan secara presisi—mulai dari tinggi hilal, elongasi, hingga waktu konjungsi (ijtima).

Najmuddin menegaskan bahwa Al-Qur’an sendiri menyatakan: “Asy-syamsu wal-qamaru bihusbān,” matahari dan bulan beredar menurut perhitungan.

Ayat ini, menurutnya, menjadi legitimasi kuat penggunaan hisab astronomi dalam penentuan kalender Islam.

 

Hilal di Bawah Ufuk dan Konsep Global

Menanggapi keberatan sebagian pihak karena hilal di Indonesia pada saat itu masih berada di bawah ufuk, Najmuddin menjelaskan bahwa kondisi tersebut bersifat lokal.

Secara global, hilal sudah lahir karena ijtima telah terjadi. Bahkan di wilayah lain seperti Arab Saudi hingga Amerika, posisi hilal sudah positif dan memungkinkan terlihat.

Dalam KHGT, fenomena global ini tidak bisa dibatalkan oleh kondisi lokal. Ia juga menjelaskan konsep “transfer parameter”: jika di satu wilayah dalam satu matlak global kriteria terpenuhi, maka hasil tersebut berlaku untuk wilayah lain—mirip praktik rukyat di Indonesia ketika hasil Aceh ditransfer ke daerah lain.

Najmuddin memaparkan bahwa perbedaan 1 Ramadan 1447 H antara Muhammadiyah (18 Februari) dan Turki (19 Februari) bukan karena Muhammadiyah menyimpang dari KHGT Istanbul 2016, melainkan karena perbedaan penafsiran teknis terhadap parameter kalender global kedua (PKG2).

Titik krusialnya berada di Semenanjung Alaska, wilayah kecil yang secara geografis masih termasuk Benua Amerika.

Muhammadiyah memasukkan wilayah tersebut sebagai bagian sah dari Benua Amerika. Karena di titik-titik kecil Alaska itu kriteria tinggi hilal 5 derajat dan elongasi 8 derajat sudah terpenuhi, Muhammadiyah menyimpulkan PKG2 terpenuhi pada 17 Februari, sehingga 18 Februari ditetapkan sebagai 1 Ramadan.

Sebaliknya, Turki tidak memasukkan wilayah kecil tersebut dengan alasan jumlah penduduk yang minim dan pertimbangan administratif.

Menariknya, lembaga fikih Amerika Utara (FCNA) justru sejalan dengan Muhammadiyah dan juga menetapkan 1 Ramadan pada 18 Februari 2026.

 

Siapa yang Tidak Konsisten?

Najmuddin menilai bahwa Muhammadiyah justru berusaha konsisten dengan dokumen Istanbul 2016, yang menyebut “Benua Amerika” tanpa mengecualikan wilayah kecil.

Selain itu, Muhammadiyah menemukan adanya ketidakteraturan dalam praktik Turki, khususnya dalam penggunaan metode geosentris dan toposentris untuk menghitung tinggi hilal dan elongasi.

“Kadang Turki memakai geosentris, kadang toposentris. Ini yang terus kami dialogkan,” jelasnya.

Temuan-temuan tersebut telah dikomunikasikan langsung kepada otoritas Turki, dan diskusi masih terus berjalan karena KHGT memang sejak awal diakui sebagai sistem yang belum final dan terus diuji.

Najmuddin menegaskan bahwa KHGT tidak bersifat tertutup. Muhammadiyah membuka diri terhadap kritik dan masukan, dengan melibatkan tim lintas disiplin—ulama, ahli falak, saintis, hingga pakar teknologi—yang terus menyempurnakan sistem ini.

“Kalau ada perbedaan, kita cari titik bedanya di mana. Apakah karena geosentris-toposentris atau karena wilayah Amerika tadi. Semua didiskusikan,” ujarnya.

Berdasarkan seluruh parameter KHGT, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026, dengan tarawih pertama pada malam 17 Februari 2026.

Najmuddin mengajak warga Muhammadiyah untuk tidak ragu menjalankan keputusan tersebut. Menurutnya, penentuan awal bulan pada hakikatnya adalah penentuan waktu ibadah. Karena itu, setiap muslim dipersilakan mengikuti keyakinan yang dianggap paling benar, tanpa perlu saling menyalahkan.

“Kalau sudah yakin benar, jalankan saja ibadahnya. Tidak perlu menghujat yang berbeda,” tegasnya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa KHGT yang digunakan Muhammadiyah merupakan ijtihad kolektif yang telah dikaji lama dan ditujukan untuk menghadirkan maslahat yang lebih luas bagi umat Islam dunia.

Tags: 1 Ramadan 1447 H

Related Posts

Alun-Alun Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Dimana Saja Lokasi Salat Id di Kota Bandung? Farhan Salat Id di Plaza Balai Kota

Editor
19 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung menyebutkan sebanyak 2.124 lokasi siap menggelar Salat Id. Sementara itu, Pemerintah telah menetapkan 1...

(Foto: Dok. Kemenag)

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh Pada Sabtu 21 Maret 2026

Editor
19 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H bertepatan dengan Sabtu, 21 Maret 2026. Penetapan ini diputuskan dalam sidang...

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya dalam seminar posisi hilal penentuan awal Syawal 1447 H.(Foto: Dok. Kemenag)

Tim Hisab: Posisi Hilal Belum Penuhi Kriteria, 1 Syawal Sabtu 21 Maret 2026

Editor
19 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Agama menyampaikan bahwa posisi hilal awal Syawal 1447 H, secara hisab, belum memenuhi kriteria visibilitas hilal...

Pemudik disabilitas.(Foto: Dok. Kemenhub)

Kemenhub Lepas Pemudik Disabilitas

Editor
19 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perhubungan melepas keberangkatan peserta Mudik Gratis Ramah Anak dan Disabilitas Tahun 2026 dengan moda kereta api...

Pemantauan hilal.(Foto: Dok. Kemenag)

Hari Ini Kemenag Gelar Sidang Isbat Idulfitri 1447, Ini Daftar Pantau Hilal di Pelosok

Editor
19 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penetapan awal Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026. Sidang ini...

Kabah di Mekkah Arab Saudi.(Foto: Dok. Kementerian Haji)

Arab Saudi Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jum’at 20 Maret 2026

Editor
19 Maret 2026

SATUJABAR, RIYADH – Mahkamah Agung Kerajaan Arab Saudi secara resmi mengumumkan bahwa hari pertama Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.