SATUJABAR, JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT Len Industri (Persero) terus memperkuat sinergi riset dan industri dalam mendukung program pengembangan serta kemandirian teknologi nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi dan diskusi kolaborasi yang diselenggarakan di Bandung pada Rabu (29/1).
Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari agenda sebelumnya, khususnya dalam pengembangan teknologi pertahanan dan keantariksaan, sekaligus memperkuat kerja sama antara lembaga riset nasional dengan industri strategis.
Menurut Amarulla, kolaborasi ke depan akan difokuskan pada pemetaan kebutuhan secara komprehensif, mulai dari penganggaran, peralatan, fasilitas riset, hingga sumber daya manusia. Hal ini penting untuk memastikan kolaborasi berjalan efektif dan berorientasi pada hasil.
“BRIN saat ini telah menyiapkan berbagai skema pendukung industri strategis, seperti Rumah Inovasi Indonesia, Rumah Inovasi Daerah, serta BRIN Research Control Center (RCC) sebagai bagian dari quick wins BRIN 2026,” jelas Amarulla dilansir laman BRIN. Melalui pengelolaan terpadu terhadap periset, fasilitas, dan anggaran, BRIN berupaya memastikan proses, output, dan outcome riset berjalan selaras dengan perencanaan.
Ia juga menekankan pentingnya penyusunan timeline aksi yang jelas agar kolaborasi dapat segera masuk pada pembahasan teknis dan implementatif, tidak berhenti pada tataran seremonial.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Joga Dharma Setiawan, menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan mengacu pada Asta Cita Republik Indonesia serta relevan dengan portofolio bisnis PT Len Industri dalam pengembangan teknologi global.
Melalui program Asta Cita Len, PT Len Industri menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem pertahanan nasional dan mendorong kemandirian bangsa berbasis inovasi teknologi. Program tersebut mencakup berbagai bidang strategis, antara lain Artificial Intelligence, Semiconductors, Radar & Electronic Warfare System, Satellite & Remote Sensing Technologies, Electro-Optic & Sensor Technologies, Robotic Automation & Electronic for UAS, Cybersecurity dan Datalink & Combat Management System.
Joga menilai kapabilitas riset yang dimiliki BRIN sangat relevan untuk mendukung pengembangan roadmap teknologi bersama melalui riset kolaboratif. Sinergi ini juga diharapkan mampu mengintegrasikan kemampuan dan sumber daya kedua belah pihak dalam lingkup Holding BUMN Industri Pertahanan DEFEND ID.
Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika (OREI) BRIN, Budi Prawara, menambahkan bahwa program Asta Cita Len sejalan dengan berbagai kegiatan riset yang tengah dikembangkan di OREI. Riset tersebut meliputi sistem deteksi dan sensor, telekomunikasi dan Internet of Things (IoT), radar untuk deteksi tsunami, pengembangan semikonduktor dan chip AI, otomasi robotik, hingga citra satelit.
Budi juga menyoroti pengembangan sistem deteksi bawah air, termasuk platform sensor, sistem telekomunikasi bawah air, serta sel surya yang mampu menghasilkan energi di lingkungan bawah air sebagai sumber daya bagi sensor.
Audiensi ini ditutup dengan pemaparan teknis dari para peneliti BRIN terkait peluang pemanfaatan hasil riset dan potensi penerapan teknologi yang dapat dikolaborasikan, mencakup bidang fotonika dan laser, radar dan telekomunikasi, serta mekatronika dan robotik. Momentum ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri.







