SATUJABAR, BANDUNG–Sedikitnya 89 orang dilaporkan hilang diduga masih tertimbun dalam bencana tanah longsor yang menimbun 30 rumah di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Petugas gabungan baru menemukan lima orang korban tewas tertimbun longsor.
Bencana tanah longsor disertai aliran deras air di Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, mengakibatkan sedikitnya 30 rumah tertimbun, rusak berat, dan terdampak, pada Sabtu (24/01/2026) dinihari. Hingga Sabtu siang, proses pencarian terus dilakukan tim gabungan terhadap korban dilaporkan hilang.
Menurut Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, data sementara dari laporan Linmas dan Pemerintah Desa, lima korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara 89 orang lainnya dilaporkan hilang dan diduga masih tertimbun longsor.
“Informasi sementara yang saya terima dari Linmas dan Kepala Desa, lima korban sudah dipastikan ditemukan meninggal dunia. Sementara korban dilaporkan hilang ada 89 orang, diduga masih tertimbun,” ujar Asep kepada wartawan, Sabtu (24/01/2026).
Asep mengatakan, bencana longsor disertai aliran air deras, berdampak langsung terhadap pemukiman warga di Kampung Babakan, Desa Pasirlangu. Sebanyak 20 rumah hancur, atau rusak berat, tertimbun material longsor dari lereng gunung, dan hanya menyisakan satu bangunan rumah masih berdiri utuh.
Material longsor yang menutup areal pemukiman warga, cukup menyulitkan proses evakuasi dan pencarian korban diduga masih tertimbun. Selain itu, kondisi medan curam dan licin akibat material longsor tersapu aliran air.
“Tim gabungan, terdiri dari BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI, Polri, serta para relawan, dikerahkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban. Mudah-mudahan seluruh korban hilang, bisa segera ditemukan dan dievakuasi,” kata Asep.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Bandung Barat telah menyiapkan lokasi penampungan sementara di wilayah Desa Pasirlangu bagi warga yang terdampak. Warga juga dingatkan tetap waspada terhadap potensi terjadinya longsor susulan.
Asep juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan tersebut setelah BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat sepekan ke depan, yang berpotensi memicu bencana banjir, longsor, dan angin kencang.
menyusul kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung Barat, untuk selalu waspada. Melihat kondisi cuaca saat ini dan peringatan BMKG, kesiapsiagaan menjadi hal utama untuk mengantisipasi bencana,” ungkap Asep.







