• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 30 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Bagaimana Membangun Bisnis Berkelanjutan Bagi IKM Fesyen dan Kriya?

Editor
Rabu, 14 Januari 2026 - 02:18
(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Perindustrian terus memperkuat transformasi industri kecil dan menengah (IKM) agar semakin berdaya saing, berkelanjutan, dan berbasis nilai budaya lokal. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) dengan Universitas Mahasaraswati (UNMAS) Denpasar dalam pengembangan Sustainability and Culture Business Model Canvas (SC-BMC).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, transformasi model bisnis IKM menjadi agenda strategis dalam mendukung Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) yang menempatkan keberlanjutan, inovasi, dan penguatan identitas lokal sebagai fondasi pengembangan industri nasional.

RelatedPosts

Wamendag Roro Dorong UMKM Naik Kelas di Era Digital

Pertamina Patra Niaga Regional JBB Sukses Gelar Pertamina SMEXPO Cirebon 2026

FashionLink Jakarta Fashion Week 2027, Wamendag: Dorong UMKM

“IKM fesyen dan kriya memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi berkelanjutan berbasis budaya. Melalui pendekatan model bisnis yang terintegrasi antara aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan budaya, IKM tidak hanya mampu meningkatkan daya saing, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan dan berkarakter Indonesia,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (14/1) melalui keterangan resmi.

Sebagai wujud konkret kolaborasi tersebut, BPIFK dan UNMAS Denpasar telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan melaksanakan penelitian bersama terkait penerapan SC-BMC. Model ini merupakan pengembangan dari Business Model Canvas (BMC) klasik yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan (sustainability) dan nilai budaya (culture) ke dalam perancangan model bisnis.

“Dengan demikian, SC-BMC tidak hanya menjawab aspek profitabilitas, tetapi juga dampak positif terhadap manusia, lingkungan, serta pelestarian nilai lokal,” tutur Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita.

Menurut Reni, pilot test penerapan SC-BMC berbasis budaya lokal telah dilakukan pada 15 IKM di Bali dalam kondisi usaha nyata. Adapun hasil uji coba menunjukkan bahwa model ini membantu pelaku IKM memahami potensi dan tantangan bisnis secara lebih menyeluruh, sekaligus mendorong praktik usaha yang seimbang antara aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan budaya.

“Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku industri merupakan kunci dalam mempercepat transformasi industri nasional,” jelasnya. Dengan dukungan SDM, riset terapan, dan kebijakan yang tepat, IKM fesyen dan kriya diyakini dapat naik kelas dan menembus pasar nasional maupun global.

Integrasi

Lebih lanjut, hasil penelitian menunjukkan bahwa SC-BMC mampu mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan secara terpadu. Model ini tidak hanya berfungsi sebagai alat perencanaan bisnis, tetapi juga menjadi pendekatan transformasi IKM menuju usaha yang berdaya saing, berkelanjutan, serta memiliki legitimasi sosial dan budaya.

Model bisnis yang dikembangkan terdiri atas 15 blok terintegrasi yang menggabungkan dimensi ekonomi, sosial, lingkungan, dan budaya. Hasil riset bersama antara BPIFK dan UNMAS Denpasar ini merupakan salah satu enabling factors yang dapat mendukung keberhasilan SBIN, serta diharapkan dapat dipraktikkan secara luas oleh IKM sebagai alat pengembangan usaha.

“Hasil penelitian ini menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan penguatan IKM fesyen dan kriya. Model bisnis SC-BMC membuktikan bahwa keberlanjutan dan budaya dapat berjalan seiring dengan profitabilitas. Ini adalah fondasi penting bagi penguatan IKM hijau dan berdaya saing global,” imbuh Reni.

Dari sisi pasar, SC-BMC dinilai efektif dalam merespons tren nasional dan global seperti conscious consumer, keberlanjutan, digitalisasi, serta kebangkitan produk berbasis budaya lokal. Diferensiasi berbasis identitas budaya memberikan nilai tambah yang sulit ditiru oleh produk mass manufacturing, khususnya untuk segmen pasar premium, pariwisata budaya, dan ekspor berbasis nilai.

Aspek sosial dan budaya juga menunjukkan dampak signifikan melalui pemberdayaan sumber daya manusia lokal, pelestarian pengetahuan tradisional, serta penguatan nilai komunitas. Sementara dari sisi lingkungan, penerapan prinsip circularity, penggunaan eco-material, praktik reuse, dan efisiensi energi terbukti mampu menekan penggunaan sumber daya dan emisi tanpa mengurangi nilai produk.

“Kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan kunci dalam mendorong transformasi industri. Kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi menjadi komitmen bersama untuk menghadirkan pendampingan, inovasi, dan model bisnis yang aplikatif bagi IKM fesyen dan kriya di Indonesia,” ujar Kepala BPIFK, Dickie Sulistya.

Ke depan, kerja sama BPIFK dan UNMAS Denpasar diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam pasar fesyen dan kriya nasional maupun internasional melalui pendekatan bisnis yang berkelanjutan, berakar pada budaya lokal, dan inklusif bagi pelaku IKM.

Tags: fesyenIKMkemenperinkriyaukm

Related Posts

Wamendag Dyah Roro Esti pada kegiatan Kompetisi Pelaku Usaha Jagoan Pencari Cuan (PUJAAN) Vol. 5 yang diselenggarakan BukaLapak di Jakarta, Selasa (27/10).(Foto: Humas Kemendag)

Wamendag Roro Dorong UMKM Naik Kelas di Era Digital

Editor
28 Oktober 2026

JAKARTA - Menyikapi digitalisasi yang telah masuk ke dalam kebutuhan sehari-hari, Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri menekankan...

(Foto: Istimewa)

Pertamina Patra Niaga Regional JBB Sukses Gelar Pertamina SMEXPO Cirebon 2026

Editor
27 Oktober 2026

Mengusung tema “Lokal Jadi Vokal”, kegiatan ini menghadirkan 32 UMKM binaan Pertamina Grup sebagai upaya memperkenalkan produk unggulan lokal sekaligus...

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti menghadiri Pembukaan FashionLink – Jakarta Fashion Week 2027 di Jakarta, Senin (26/10/2026).(Foto: Dok. Kemendag)

FashionLink Jakarta Fashion Week 2027, Wamendag: Dorong UMKM

Editor
27 Oktober 2026

JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti menghadiri Pembukaan FashionLink – Jakarta Fashion Week 2027 di Jakarta, Senin (26/10/2026)....

IKM Juara.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pemkot Bandung Gandeng SBM ITB Cetak IKM Juara

Editor
25 Oktober 2026

BANDUNG - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung memperkuat pendampingan bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui program Pendampingan...

(Foto: Istimewa)

Pertamina Patra Niaga Regional JBB Buka Akses Pasar 32 UMKM Binaan

Editor
24 Oktober 2026

CIREBON– Meriah dan penuh antusiasme, pembukaan Pertamina SMEXPO Cirebon 2026 berlangsung di Cirebon Super Block Mall, Kota Cirebon, Jumat (23/10)....

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, beserta jajaran.(Foto: Humas Kemenhaj)

Menhaj Buka Expo UMKM di Yogyakarta

Editor
24 Oktober 2026

YOGYAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong produk unggulan daerah masuk ke rantai pasok kebutuhan haji dan umrah melalui...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.