SATUJABAR, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung sepertinya optimistis dengan laju pertumbuhan ekonominya untuk tahun 2026 ini. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan optimistis pertumbuhan ekonomi akan di atas 5 persen seiring dengan membaiknya kinerja sektor pariwisata.
Menurutnya, suda ada pertanda pemulihan setelah sempat mengalami tekanan sepanjang tahun sebelumnya.
Farhan mengatakan pariwisata Kota Bandung sempat menghadapi dua pukulan besar, yakni kebijakan efisiensi anggaran di awal tahun serta penurunan kunjungan pada periode Ramadan dan Idulfitri.
Selain itu, gangguan keamanan pada akhir Agustus juga berdampak terhadap performa pariwisata, khususnya pada September.
“Namun, dalam tiga bulan terakhir kita melihat tren kebangkitan,” ujarnya di Balai Kota Bandung melalui keterangan resmi Humas Pemkot Bandung Selasa (6/1/2026).
Meski data resmi kunjungan wisatawan masih dalam proses finalisasi, indikasi pertumbuhan terlihat dari meningkatnya aktivitas ekonomi, okupansi, serta geliat berbagai event di Kota Bandung.
Dari sisi makro ekonomi, laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandung tercatat 4,99 persen pada triwulan I, meningkat menjadi 5,43 persen pada triwulan II, dan berada di angka 5,26 persen pada triwulan III.
Farhan berharap, capaian tersebut dapat dijaga sehingga rata-rata pertumbuhan ekonomi tahunan berada di atas 5 persen.
“Ini menjadi modal awal, semacam papan loncat, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat ke depan,” ujarnya.
Ia menuturkan, sektor pariwisata, budaya, olahraga, serta event kreatif akan terus didorong sebagai sektor unggulan penggerak ekonomi Kota Bandung.

