SATUJABAR, PANGANDARAN–Atlet terjun payung yang hilang setelah gagal landing, atau mendarat di titik seharusnya, ditemukan tewas. Korban atas nama Widiasih, berusia 58 tahun, ditemukan sudah menjadi mayat, jatuh di kawasan Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat, setelah empat hari Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian.
Tim SAR gabungan langsung mengevakuasi jenazah atlet terjun payung atas nama Widiasih, 58 tahun. Widiasih ditemukan sudah menjadi mayat oleh seorang nelayan pencari keong laut asal Cilacap, Jawa Tengah, di sekitar Keramba Susi di Pantai Timur Pangandaran,
Ketua SAR Barakuda Pangandaran, Sakio Andrianto, membenarkan penemuan mayat Widiasih. Widiasih ditemukan sudah menjadi mayat dalam posisi tengkurap masih mengenakan perlengkapan penerjun payung, Jum’at (02/01/2026) pagi, sekitar pukul 06.48 WIB.
“Benar, informasi diperoleh dari seorang nelayan pencari keong yang menemukannya di Pantai Timur Pangandaran Blok Keramba Susi. Korban ditemukan meninggal dunia masih mengenakan perlengkapan penerjun payung, Jum’at pagi, sekitar pukul 06.48 WIB,” ujar Sakio.
Sakio mengatakan, nelayan asal Cilacap, Jawa Tengah, bernama Anwar, menemukan mayat korban setelah Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian memasuki hari keempat. Korban bersama penerjun payung lainnya, diduga jatuh ke Pantai Pangandaran, setelah gagal landing, atau mendarat di titik seharusnya
Tim SAR gabungan telah membawa jenazah korban dari posko evakuasi di kawasan pesisir Pantai Batukaras ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega. Setelah proses identifikasi, jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Polres Pangandaran telah menghentikan kegiatan terjun payung yang digelar, Selasa (30/12/2025), setelah terjadi insiden gagal landing yang menewaskan dua orang penerjun. Perubahan arah angin diduga menjadi penyebab para penerjun kehilangan kendali hingga keluar arah titik pendaratan.








