• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 22 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Terapkan Urban Farming di Atap Rumah, Warga Bandung Raup Jutaan Rupiah

Editor
Selasa, 30 Desember 2025 - 06:04
Pertanian perkotaan atau urban farming.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pertanian perkotaan atau urban farming.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SATUJABAR, BANDUNG – Pemanfaatan ruang sempit di tengah kota membuahkan hasil nyata di RW 7 Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler Kota Bandung. Urban farming yang dikembangkan warga setempat mampu menghasilkan pendapatan hingga jutaan rupiah per bulan.

Inovasi pertanian perkotaan ini mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat melakukan monitoring, Senin 29 Desember 2025.

RelatedPosts

Batik Sumedang, Bupati: Kuatkan Identitas Daerah

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Urban farming tersebut dikelola oleh Bara Hidro milik Kartibayu bersama warga setempat. Uniknya, lahan pertanian tidak berada di tanah lapang, melainkan memanfaatkan atap bangunan di lantai empat.

Di lokasi ini, berbagai jenis sayuran ditanam dengan sistem hidroponik dan organik.

“Ini urban farming dalam arti yang sebenarnya. Dilakukan di tengah Kota Bandung, bahkan di atap rumah, tapi bisa efektif dan menghasilkan,” ujar Farhan melalui keterangan resmi Humas Pemkot Bandung.

Farhan mengapresiasi kreativitas warga RW 7 yang mampu mengubah keterbatasan lahan menjadi peluang ekonomi.

Menurutnya, urban farming ini menjadi bukti bahwa pertanian tidak harus selalu dilakukan di pedesaan, melainkan bisa tumbuh dan berkembang di kawasan perkotaan.

Dalam pengelolaannya, Bara Hidro menerapkan dua metode tanam. Sistem hidroponik masih menggunakan nutrisi berbasis kimia, sementara sistem organik sepenuhnya memanfaatkan pupuk alami tanpa pestisida. Pupuk organik tersebut dibuat sendiri dari sisa makanan dan sampah organik warga sekitar.

Farhan berharap konsep ini dapat direplikasi di wilayah lain. Ia menargetkan RW 7 menjadi kawasan yang semakin hijau dan produktif, sekaligus menjadi contoh pengembangan ketahanan pangan berbasis masyarakat.

“Kalau ini bisa dikembangkan, setiap RW bisa punya urban farming sendiri. Kota akan lebih hijau, warga lebih mandiri, dan ekonomi lokal ikut bergerak,” kata Farhan.

Sementara itu, Pemilik Bara Hidro, Kartibayu, menjelaskan seluruh proses dilakukan secara terpadu, mulai dari pembenihan, pembesaran tanaman, panen, hingga pengemasan dan pemasaran.

Urban farming ini telah berjalan sejak 2023 dan melibatkan sejumlah petani binaan di lingkungan sekitar.

“Dalam satu bulan kami bisa panen sekitar delapan kali. Totalnya kurang lebih 160 kilogram. Rata-rata pendapatan per bulan berkisar Rp5-6 juta,” ungkap Kartibayu.

Selain mengelola lahan di atap bangunan, kelompok ini juga membina petani lain. Bibit disiapkan di satu titik, kemudian pembesaran dilakukan oleh petani mitra.

Setelah panen, hasilnya kembali diserap untuk dipasarkan bersama, sehingga menciptakan ekosistem pertanian perkotaan yang saling menguatkan.

Tak hanya berdampak pada ekonomi, urban farming RW 7 Suka Asih juga berkontribusi terhadap pengelolaan lingkungan.

Pemanfaatan sampah organik sebagai pupuk dinilai mampu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan nilai tambah.

Tags: buruan saeurban farming

Related Posts

BATIK SUMEDANG: Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di sela penutupan rangkaian kegiatan Sumedang Membatik Tahun 2026 di Pendopo Kecamatan Sumedang Utara, Sabtu (20/9/2026) seperti dikabarkan Humas Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Batik Sumedang, Bupati: Kuatkan Identitas Daerah

Editor
20 September 2026

SUMEDANG - Batik Kasumedang didorong tidak sekadar menjadi warisan budaya yang dilestarikan, tetapi berkembang menjadi identitas daerah yang memiliki karakter...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Dok. Humas Kemenbud)

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Editor
15 September 2026

MOJOKERTO - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa...

Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari ribuan warga yang tumpah ruah ke jalanan, Minggu (13/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Editor
14 September 2026

KUNINGAN – Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan  bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme...

Salah satu area di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Bangbayang, Desa di Pinggir Hutan Lindung

Editor
13 September 2026

Jumlah rumah di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja tak pernah bertambah. Jumlahnya selalu 70 rumah, tak kurang dan...

– Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid 5: Sport n’ Ethno Carnaval”, kegiatan ini resmi dibuka pada Kamis (10/9/2026), bertempat di Stadion Rana Diraksa.(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Gelar Budaya dan Olahraga Desa Suganangan Membangun Kolaborasi

Editor
11 September 2026

KUNINGAN – Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid...

Rapat persiapan Karnaval Budaya di Hari Jadi Kabupaten Kuningan.(Foto: Dok. Diskominfo Kab. Kuningan)

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528, Kirab Sejarah di Ujung Perayaan

Editor
8 September 2026

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 akan diwarnai dengan Karnaval Budaya yang persiapannya terus dimatangkan. Mengusung tema “Tumapak Ka Jaman Baheula:...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.