• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 11 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

3 Juru Pemkot Bandung Atasi Krisis Sampah

Editor
Selasa, 25 November 2025 - 05:14
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (baju putih) saat kunjungi Ciateul Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (baju putih) saat kunjungi Ciateul Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SATUJABAR, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan tiga langkah darurat penanganan sampah untuk menjawab krisis pengolahan dan peningkatan volume timbulan sampah kota.

Kebijakan tersebut diungkapkan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Ciateul, Senin 24 November 2025.

RelatedPosts

Hilirisasi Atsiri Melalui Pengembangan Pusat Flavor and Fragrance di Bali

Pria di Bandung Tikam Mantan Adik Ipar, Dendam karena Bercerai dengan Istri

Bank Negara Malaysia dan Bank Indonesia Perkuat Kerja Sama

Farhan mengatakan, Bandung perlu bergerak cepat dan tidak bergantung semata pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Ini kedaruratan sampah. Maka kami meluncurkan tiga langkah darurat untuk mempercepat pengolahan, mengurangi timbunan, dan membatasi sampah yang keluar dari RW,” tuturnya melalui keterangan resmi.

Langkah pertama yang disiapkan Pemkot Bandung adalah percepatan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemusnahan sampah, termasuk Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan penambahan 20 unit insinerator.

Mesin ini akan ditempatkan secara tersebar di wilayah kota sehingga residu dapat dimusnahkan langsung di tingkat wilayah, bukan hanya di TPA.

“Dengan insinerator, residu bisa dimusnahkan di wilayah. Tidak harus semua keluar kota,” jelas Farhan.

Langkah kedua adalah penambahan jam kerja dan jumlah penyapu jalan, terutama di titik peremajaan timbulan sampah harian. Penyapu jalan akan mulai bekerja sejak pukul 04.00 WIB, lebih pagi dari jadwal sebelumnya. Dengan waktu kerja yang bertambah, jumlah tenaga kebersihan juga akan ditingkatkan.

“Karena jam kerjanya lebih pagi, jumlah penyapu harus ditambah. Memang butuh anggaran besar, tapi sangat mendesak,” ujarnya.

Langkah ketiga yang tidak kalah penting yakni perekrutan petugas pemilah sampah (Gaslah) di setiap RW. Gaslah bertugas memilah sampah rumah tangga minimal tiga kali seminggu dengan skema gaji yang sepenuhnya ditanggung Pemkot Bandung.

“Prinsipnya, satu RW satu petugas Gaslah. Gajinya seratus persen dari Pemkot. Tugasnya memastikan sampah organik habis di RW,” kata Farhan.

Program Gaslah juga mendorong setiap kelurahan memiliki titik pengolahan sampah organik. Untuk wilayah Ciateul, lahan pengolahan direncanakan berada di belakang TPST Kobana, memanfaatkan area milik pemerintah yang akan dikoordinasikan dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Badan Keuangan dan Aset Daerah.

“Sampah organik itu tidak akan diangkut. Habis di RW, diolah di kelurahan. Sampah yang diangkut hanya residu,” tambahnya.

Farhan menyebut, ketiga langkah darurat ini hanya akan berhasil jika warga ikut melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah, bukan hanya mengandalkan fasilitas pemerintah.

Tags: sampah kota bandung

Related Posts

Hilirisasi Atsiri Melalui Pengembangan Pusat Flavor and Fragrance di Bali.(Foto: Kemenperin)

Hilirisasi Atsiri Melalui Pengembangan Pusat Flavor and Fragrance di Bali

Editor
11 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Hilirisasi atsiri berujung dengan penguatan Pusat Flavor and Fragrance (PFF) Bali sebagai pusat inovasi, pelatihan, dan inkubasi...

Ilustrasi senjata tajam pisau.(foto: istimewa)

Pria di Bandung Tikam Mantan Adik Ipar, Dendam karena Bercerai dengan Istri

Editor
11 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Seorang pria di Kota Bandung, Jawa Barat, menghabisi mantan adik ipar usai bercerai dengan istrinya. Aksi nekat pria berusia...

Gubernur Bank Negara Malaysia, Dato' Abdul Rasheed Ghaffour (kiri) dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.(Foto: Humas Bank Indonesia)

Bank Negara Malaysia dan Bank Indonesia Perkuat Kerja Sama

Editor
11 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Bank Negara Malaysia (BNM) dan Bank Indonesia (BI) Senin 11 Mei 2026 menandatangani Nota Kesepahaman (NK) untuk...

Survei optimisme konsumen kondisi ekonomi

Survei Konsumen April 2026: Porsi Konsumsi Relatif Stabil

Editor
11 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA- Survei konsumen April 2026 oleh Bank Indonesia menunjukkan, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume...

Survei konsumen April 2024

Survei Konsumen April 2026: Yakin Ekonomi Tetap Kuat

Editor
11 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Survei Konsumen April 2026 oleh Bank Indonesia mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Hal ini...

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar bertemu Keluarga Puri Ubud di Gianyar, Bali, Sabtu 9 Mei 2025.(Foto: Humas Kemenekraf)

Raja Ubud dan Kemenekraf Kolaborasi Bangun Ekosistem Kreatif

Editor
11 Mei 2026

Raja Ubud, Tjokorda Gde Putra Sukawati berharap dukungan Kementerian Ekraf dapat memperkuat ekosistem kreatif di Kawasan. SATUJABAR, JAKARTA - Wakil...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.