• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 1 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Banjir Parah di Cisolok Sukabumi Surut, Warga Terserang Penyakit

Editor
Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:56
Warga korban banjir di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, mendatangi posko kesehatan.(Foto:Istimewa).

Warga korban banjir di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, mendatangi posko kesehatan.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, SUKABUMI–Bencana banjir paling parah yang melanda wilayah Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai surut. Banjir memunculkan keluhan warga terdampak terhadap kondisi kesehatannya, seperti merasakan demam, sakit badan, hingga badan lemas.

Bencana banjir paling parah di wilayah Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, melanda Kampung Tugu, Desa Cikahuripan. Ketinggian banjir yang menggenangi rumah-rumah warga, sejak Senin (27/10/2025) sore, akibat Sungai Cisolok meluap diguyur hujan deras, mulai surut.

RelatedPosts

Timur Tengah Memanas, Jajaran Kemlu Eratkan Komunikasi Dengan WNI

Minta Maaf, Menag: Zakat Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan

Kemenhaj Imbau Warga Tunda Umrah, Persiapan Haji Tetap Jalan

Bencana banjir memunculkan keluhan warga terdampak atas kondisi kesehatannya. Tidak sedikit warga terdampak yang mendatangi posko kesehatan darurat, merasakan demam, sakit badan, lemas, penyakit bawaan darah tinggi dan diabetesnya kambuh.

“Sejak dibuka posko kesehatan darurat , Senin (27/10/2025) malam, warga terdampak datang mengeluhkan kondisi kesehatannya. Mereka rata-rata merasakan demam, sakit badan, serta badan lemas,” ujar dokter Puskesmas Cisolok, Raudiya, Selasa (28/10/2025).

Raudiya menambahkan, memasuki Selasa, saat posko dibuka sejak pagi, tercatat sudah ada 85 orang warga datang. Mereka memeriksakan penyakit bawaan yang kambuh, seperti darah tinggi dan diabetes.

Pasca banjir, tingginya aktivitas warga terdampak kembali ke rumahnya untuk membersihkan dan merapikan barang-barang, bisa menjadi pemicu mereka mengeluhkan kondisi kesehatannya. Warga diminta tetap menjaga kesehatan dan memperhatikan kondisi tubuh saat beraktivitas pasca banjir.

“Iya, tidak menutup kemungkinan datang penyakit akibat infeksi, seperti gatal-gatal, gangguan pernapasan, batuk dan pilek. Itu harus diantisipasi dengan menjaga kondisi tubuh saat beraktivitas, ditambah kondisi cuaca dan mulai musim hujan,” kata Raudiya.

Bencana banjir di Kampung Tugu, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, selain menggenangi rumah-rumah warga, juga menerjang bangunan SDN Cikahuripan, dan kantor desa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Kecamatan Cisolok.

Status tanggap darurat ditetapkan dalam keputusan Bupati Sukabumi Nomor 300.2.1/kep 859 – BPBD/2025. Dalam surat tersebut, status tanggap darurat bencana banjir di wilayah Kecamatan Cisolok dan Cikakak, berlaku selama lima hari, sejak tanggal 27 Oktober hingga 31 Oktober 2025.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, musibah banjir dan tanah longsor di Kabupaten Sukabumi, melanda delapan kampung di wilayah Kecamatan Cisolok. Enam kampung terendam banjir, dan dua kampung lainnya dilanda tanah longsor.

Tercatat 626 Kepala Keluarga (KK), atau 1.873 warga terdampak banjir yang terjadi, Senin (27/10/2025) sore. Sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah saudara dan kerabatnya.

Enam wilayah terdampak banjir, yakni di Kampung Tugu Desa Cikahuripan, Kampung Cikondang dan Marinjung, Desa Karangpapak, Kampung Cigoler, Desa Cisolok, Kampung Cikondang, Kampung Cikelat, Desa Wangunreja. Dua wilayah yang dilanda tanah longsor, yakni Kampung Pamokoan, Desa Sukarame, dan Kampung Cikondang, Desa Wangun Sari.

Banjir di Kecamatan Cisolok paling parah terjadi di Kampung Tugu, Desa Cikahuripan. Banjir akibat Sungai Cisolok meluap setelah diguyur hujan deras.

Sedikitnya 500 Kepala Keluarga di Kampung Tugu, Desa Cikahuripan, terdampak banjir. Banjir merendam rumah-rumah warga dan juga memutus jembatan menghubungkan Desa Cisolok dengan Desa Cikahuripan.

Sementara itu, tanah longsor di Desa Wangunsari, mengakibatkan lima rumah warga rusak berat. Tidak ada laporan korban jiwa akibat banjir dan tanah longsor di Kecamatan Cisolok.

Tags: Bencana Banjir Cisolokjawa baratKabupaten SukabumiPemkab Sukabumitanggap darurat

Related Posts

Smartphone

Timur Tengah Memanas, Jajaran Kemlu Eratkan Komunikasi Dengan WNI

Editor
1 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) dan Perwakilan RI di kawasan...

Menteri Agama Nasaruddin Umar.(Foto: Istimewa)

Minta Maaf, Menag: Zakat Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan

Editor
1 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya terkait zakat yang menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat....

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak.(Foto: Istimewa)

Kemenhaj Imbau Warga Tunda Umrah, Persiapan Haji Tetap Jalan

Editor
1 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah mencermati perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang semakin dinamis dan tidak menentu. Dengan mempertimbangkan...

Bendungan Jatigede Sumedang

Mantap! Daya Saing Kabupaten Sumedang Peringkat Satu di Jawa Barat, Peringkat Lima Nasional

Editor
1 Maret 2026

SATUJABAR, SUMEDANG - Kabupaten Sumedang menempati peringkat pertama di Provinsi Jawa Barat dan peringkat kelima nasional berdasarkan hasil rilis Indeks...

Ilustrasi balapan liar.(Foto:Istimewa).

Balapan Liar di Garut Dibubarkan Polisi, 5 Pemuda dan 12 Sepeda Motor Diamankan

Editor
28 Februari 2026

SATUJABAR, GARUT--Aksi balapan liar di Bulan Ramadhan menjelang Sahur di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dibubarkan polisi. Lima pemuda berikut 12...

Ilustrasi wanita korban TPPO.(Foto:Istimewa)

Suami-Istri Pelaku TPPO 13 Warga Jabar ke NTT Ditahan Polisi

Editor
28 Februari 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Pasangan suami-istri, pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap 13 perempuan warga Jawa Barat ke Nusa Tenggara Timur (NTT),...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.