• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 5 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Hampir 90 Persen Jalan di Kota Bandung Sudah Diperbaiki

Editor
Selasa, 21 Oktober 2025 - 05:43
Perbaikan jalan di Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Perbaikan jalan di Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SATUJABAR, BANDUNG – Hingga pertengahan Oktober 2025, realisasi penanganan jalan telah mencapai 26,53 kilometer atau sekitar 89,65 persen dari total target yang ditetapkan.

Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung menargetkan perbaikan jalan sepanjang 29,52 kilometer pada tahun anggaran 2025.

RelatedPosts

BMKG: Dentuman di Bandung Bukan dari Gempa Bumi

Harga Emas Sabtu 5/9/2026 Antam Rp 2.640.000 Per Gram

Pemkot Bandung Hadirkan Infrastrurkur Ramah Pesepeda hingga Disabilitas

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Kota Bandung, Sandi Suhendar, saat ditemui dalam sesi wawancara mengenai progres pembangunan infrastruktur jalan di Kota Bandung, Jumat, 17 Oktober 2025.

“Untuk tahun 2025 ini, sesuai dengan DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran), kami menargetkan penanganan jalan sepanjang 29,52 kilometer. Sampai saat ini realisasi overlay dan perbaikan jalan sudah mencapai 26,53 kilometer. Jadi masih ada sekitar 3 kilometer lagi yang sedang kami kebut hingga akhir tahun,” ujar Sandi dilansir laman bandung.go.id.

Dari total ruas jalan yang direncanakan, sebanyak 266 ruas masuk dalam daftar penanganan tahun ini. Hingga kini, 165 ruas telah terealisasi, sementara 101 ruas lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Beberapa ruas besar yang telah selesai di antaranya Jalan Ir. H. Juanda (Dago), Batu Nunggal, Pahlawan, dan Cemara. Ruas-ruas tersebut termasuk dalam kategori jalan protokol dengan tingkat mobilitas tinggi, sehingga menjadi prioritas utama perbaikan tahun ini.

“Kalau yang besar-besar itu di antaranya Dago, Batu Nunggal, Pahlawan, dan Cemara. Semua sudah selesai. Sisanya kami terus kejar agar seluruh target bisa tuntas sesuai jadwal,” jelasnya.

Dalam proses pelaksanaan, DSDABM mengakui terdapat sejumlah tantangan teknis dan nonteknis yang mempengaruhi progres pekerjaan. Faktor cuaca menjadi salah satu hambatan utama, terutama menjelang musim hujan yang dapat mengganggu proses pengaspalan.

Selain itu, pemanfaatan ruang milik jalan (rumija) yang tidak semestinya juga turut menjadi kendala. Banyak ruas jalan yang sebagian lahannya digunakan untuk parkir liar atau aktivitas usaha warga, yang berdampak pada kualitas pengerjaan dan hasil akhir perbaikan.

“Aspal itu sangat dipengaruhi oleh suhu dan kondisi cuaca. Belum lagi di lapangan sering kali kami temui jalan yang dijadikan tempat parkir, sehingga kepadatan lapisannya tidak maksimal,” ungkap Sandi.

“Ada juga kendala teknis seperti kondisi saluran di bawah badan jalan yang kadang ambrol atau rusak, dan itu memerlukan penanganan tambahan,” tambahnya.

Menurut Sandi, keberhasilan pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif dari masyarakat dalam menjaga dan memelihara hasil pembangunan.

“Sebagus apa pun jalan yang kita bangun, tanpa dukungan masyarakat untuk menjaga dan memelihara-misalnya dengan tidak menutup saluran air atau memanfaatkan bahu jalan untuk parkir liar-maka daya tahannya akan berkurang,” tuturnya.

Ia menjelaskan, jalan dan saluran air merupakan dua elemen yang saling memengaruhi. Genangan air dapat merusak struktur jalan, sementara kebersihan lingkungan turut menentukan umur infrastruktur.

“Kami berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan saluran dan tidak memanfaatkan jalan untuk hal-hal yang tidak semestinya, seperti berdagang atau parkir sembarangan. Koordinasi dengan pihak utilitas juga penting agar tidak ada penggalian tanpa izin,” tuturnya.

Selain meningkatkan konektivitas dan keselamatan pengguna jalan, program penanganan jalan DSDABM juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat aspek keindahan kota.

“Infrastruktur jalan yang baik mendukung kelancaran pergerakan barang dan jasa, meningkatkan keselamatan, serta memperindah wajah Kota Bandung,” ujar Sandi menutup pernyataannya.

Dengan sisa waktu dua bulan hingga akhir tahun anggaran, DSDABM optimistis dapat mencapai target 29,52 kilometer penanganan jalan dan menutup tahun 2025 dengan capaian kemantapan jalan mendekati 90 persen di seluruh wilayah Kota Bandung.

Tags: kota bandungperbaikan jalan

Related Posts

BMKG

BMKG: Dentuman di Bandung Bukan dari Gempa Bumi

Editor
5 September 2026

BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Bandung memastikan bahwa fenomena suara dentuman yang terdengar di...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Sabtu 5/9/2026 Antam Rp 2.640.000 Per Gram

Editor
5 September 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Sabtu 5/9/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.640.000 per gram...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan hadiri kegiatan Gerakan Nyapedah Nyakola di Balai Kota Bandung, Sabtu 5 September 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pemkot Bandung Hadirkan Infrastrurkur Ramah Pesepeda hingga Disabilitas

Editor
5 September 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong terciptanya lingkungan jalan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan, termasuk...

Koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.(Foto: Kemenhut)

Karhutla Kalimantan, Peluang Hujan Turun 4-8 September 2026

Editor
5 September 2026

PONTIANAK - Pemerintah memaksimalkan potensi awan hujan pada 4-8 September 2026 untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan Barat....

Orangutan di habitat hutan Kalimantan.(Foto: Kemenhut)

Orangutan Terdampak Karhutla, Kemenhut Perkuat Call Center

Editor
5 September 2026

PALANGKA RAYA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat jalur pelaporan penyelamatan satwa liar untuk mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang dipimpin Jaksa Agung ST Burhanuddin di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat (04/09/2026).(Foto: Setneg)

Presiden Prabowo Perintahkan Penertiban Kawasan Hutan Dilakukan Tegas, Transparan, dan Akuntabel

Editor
5 September 2026

BOGOR - Presiden Prabowo Subianto menerima Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang dipimpin Jaksa Agung ST Burhanuddin di...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.