• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 3 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Ayam Penyet: Lezatnya Tradisi yang Dipenyet dengan Cinta

Editor
Senin, 08 September 2025 - 09:30
Kuliner Ayam Penyet D'Penyetz.(Image: Instagram/d'penyetz_bdg)

Kuliner Ayam Penyet D'Penyetz.(Image: Instagram/d'penyetz_bdg)

Suatu hari di Bulan September 2025 dimana cuaca tidak begitu terik bahkan cenderung sejuk, aroma menggoda tercium dari sebuah rumah makan di salah satu sudut food court The Kings Shopping Centre di Kota Bandung.

D’Penyetz, begitu nama tempatnya. Di tengah hiruk-pikuk kota, tempat ini menyajikan sesuatu yang akrab, sederhana, namun selalu berhasil mengundang selera: Ayam Penyet.

RelatedPosts

BRIN Jelaskan Kematian Massal Ikan di Danau Batur Bali

Komunitas Reptil Bandung Edukasi Warga

The Local Market Jadi Agenda Rutin Bulanan

Namun, tahukah Anda dari mana makanan ini berasal? Dan apa yang sebenarnya membuatnya begitu digemari di seluruh penjuru Indonesia?

 

Asal Usul Ayam Penyet

Ayam Penyet berasal dari daerah Jawa Timur, tepatnya dikenal luas dari kota Surabaya. Dalam bahasa Jawa, “penyet” berarti “ditekan” atau “dilumatkan”. Ayam goreng yang telah digoreng renyah, kemudian dipenyet atau ditekan di atas sambal, membuat bumbu dan rasa meresap lebih dalam. Inilah ciri khas utamanya: ayam goreng yang dihancurkan di atas sambal pedas.

 

Beda Ayam Penyet Jawa dan Sunda

Meski berasal dari Jawa Timur, ayam penyet kemudian menyebar ke berbagai daerah—dan seperti halnya budaya kuliner lainnya di Indonesia, setiap daerah memberikan sentuhannya sendiri.

 

Ayam Penyet Jawa Timur (Asli):

Bumbu ayam menggunakan ungkep kuning dengan rempah khas seperti lengkuas, ketumbar, dan kunyit.

Sambalnya cenderung sangat pedas, berbasis sambal terasi, dengan rasa yang kuat, tajam, dan sedikit manis.

 

Ayam Penyet Sunda (Versi Jawa Barat):

Cita rasa cenderung lebih ringan, lebih segar.

Sambalnya bisa berbasis sambal dadak (sambal yang diulek langsung saat dipesan), tanpa terasi, lebih banyak tomat.

Kadang, disajikan dengan lalapan khas Sunda seperti kemangi, leunca, dan mentimun.

 

Ayam Penyet Kekinian (Versi Restoran Modern seperti D’Penyetz):

Variasi sambal beragam: sambal ijo, sambal bawang, bahkan sambal matah.

Penyajian lebih modern dan cepat saji, namun tetap mempertahankan inti rasa.

 

Apa yang Membuat Ayam Penyet Populer?

Jawabannya mungkin bukan hanya satu. Tapi ada beberapa faktor utama:

 

Sambal yang jadi Bintang

Orang Indonesia sangat mencintai sambal. Dalam ayam penyet, sambal bukan sekadar pelengkap, melainkan tokoh utama. Rasa pedasnya menggoda, dan setiap restoran punya resep rahasia sendiri.

 

Tekstur Ayam yang Unik

Setelah digoreng, ayamnya dipenyet sehingga jadi lebih lembut, namun tetap garing di luar. Ini menciptakan pengalaman makan yang berbeda dari ayam goreng biasa.

 

Nasi yang Pulen dan Hangat

Ayam penyet biasanya disajikan dengan nasi putih pulen, dari jenis beras lokal yang wangi. Di beberapa tempat, seperti di D’Penyetz, pengunjung bisa minta tambah nasi sepuasnya.

 

Harga Terjangkau dan Mengenyangkan

Dengan harga yang relatif ramah di kantong, satu porsi ayam penyet sudah cukup membuat perut kenyang dan hati senang.

D’Penyetz: Ayam Penyet yang Naik Kelas di Bandung

Salah satu tempat yang kini menjadi favorit pecinta ayam penyet di Bandung adalah D’Penyetz. Dengan konsep semi-restoran cepat saji, D’Penyetz menyajikan berbagai varian ayam penyet—dari sambal ijo, sambal matah, hingga sambal super pedas.

Interior yang nyaman, pelayanan cepat, dan menu yang konsisten menjadikan D’Penyetz bukan hanya tempat makan, tapi juga tempat berkumpul.

 

Lebih dari Sekadar Makanan

Ayam Penyet bukan hanya sekadar sajian di atas piring. Ia adalah perpaduan budaya, rasa, dan kebiasaan makan masyarakat Indonesia. Dari warung tenda hingga restoran ternama, dari desa hingga pusat kota—ayam penyet telah menjadi bagian dari identitas kuliner Nusantara.

Dan siapa sangka, dari sebuah teknik sederhana “menyet” ayam di atas sambal, lahirlah satu ikon kuliner yang kini mendunia.

 

Menikamti Hidangan

Jadi, lain kali Anda menyantap ayam penyet, jangan buru-buru. Rasakan bumbunya, hirup aroma sambalnya, dan ingat bahwa di balik setiap gigitan, ada cerita panjang tentang budaya, rasa, dan kecintaan orang Indonesia terhadap makanan.

Selamat menikmati. Pedasnya mungkin membakar lidah, tapi hangatnya akan tinggal di hati.

Tags: ayam penyet

Related Posts

Danau Batur Bali.(Foto: Humas BRIN)

BRIN Jelaskan Kematian Massal Ikan di Danau Batur Bali

Editor
3 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan penjelasan ilmiah terkait fenomena kematian massal ikan yang terjadi di...

Komunitas Reptil Bandung saat mengedukasi warga tentang ular.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Komunitas Reptil Bandung Edukasi Warga

Editor
3 Agustus 2026

Di balik stigma sebagai hewan yang menakutkan dan berbahaya, reptil memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Melalui berbagai kegiatan...

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (tengah), bersama Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan (kiri), meninjau salah satu tenant seusai membuka The Local Market ID: Pasar Wiwitan SCBD, Jakarta, Sabtu (1/08/2026).(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif)

The Local Market Jadi Agenda Rutin Bulanan

Editor
2 Agustus 2026

The Local Market tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang interaksi antara kreator dan masyarakat. SATUJABAR, JAKARTA - Wakil...

HoYo FEST di Pondok Indah Mall 3, Jakarta.(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif)

HoYo FEST 2026, Wamen Ekraf: Perkuat Sinergi

Editor
2 Agustus 2026

HoYo FEST menunjukkan bahwa kolaborasi antara IP global dan kreator lokal mampu menciptakan nilai ekonomi yang saling menguntungkan. SATUJABAR, JAKARTA...

Padaringan Leuweung Awi Cisurupan berlokasi di kawasan Bukit Mbah Garut, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Padaringan Leuweung Awi Cisurupan Dibuka, Topang Sustainable Tourism

Editor
2 Agustus 2026

Padaringan Leuweung Awi Cisurupan berlokasi di kawasan Bukit Mbah Garut, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru Kota Bandung. SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah...

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mencoba salah satu produk sepatu di Jakarta Sneakers Day (JSD) Blok M Festival 2026, Jakarta, Jumat (31/07/2026).(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif)

Jakarta Sneakers Day Blok M Festival 2026 Diapresiasi

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi penyelenggaraan Jakarta Sneakers Day (JSD) Blok...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat