• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 23 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Mohamad Hasyim Achmad: Pejuang Cibitung yang Tak Pernah Lelah Mengabdi

Editor
Selasa, 19 Agustus 2025 - 06:11
M. Hasyim Achmad (sebelah kiri Presiden Sukarno) saat mendampingi Presiden Sukarno dalam Rapat Akbar di Alun-alun Bekasi bersama Madmuin Hasibuan (paling kanan) dan Bupati Bekasi, Sampurno Kolopaking (baju putih berdasi) pada 8 April 1956. (Foto : Istimewa)

M. Hasyim Achmad (sebelah kiri Presiden Sukarno) saat mendampingi Presiden Sukarno dalam Rapat Akbar di Alun-alun Bekasi bersama Madmuin Hasibuan (paling kanan) dan Bupati Bekasi, Sampurno Kolopaking (baju putih berdasi) pada 8 April 1956. Foto : Istimewa)

CIBITUNG – Bekasi punya banyak cerita tentang perjuangan kemerdekaan. Salah satu nama yang patut dikenang adalah Mohamad Hasyim Achmad, tokoh asal Cibitung yang ikut berjuang sejak masa penjajahan hingga masa awal kemerdekaan. Lahir pada 19 April 1920, jejak perjuangannya kini jadi bagian dari sejarah nasional.

Sejak muda, Hasyim sudah aktif dalam perlawanan. Ia tercatat sebagai Komandan Barisan Pelopor Cibitung, bagian dari pemuda Jawa Hokokai yang kala itu dipimpin dr. Muwardi. Meski hanya berbekal bambu runcing dan kayu, semangatnya tak pernah kalah.

RelatedPosts

Perpustakaan Ranggawarsita Lengkapi Literasi Kebudayaan Indonesia

Ibu Kota Majapahit: BRIN Terapkan Penelitian Multidisiplin

Purwoceng, Tanaman Obat Endemik Indonesia Hampir Punah

Tak hanya itu, ia juga menjadi Ketua Poetera Cibitung, organisasi yang didirikan oleh Bung Karno dan para tokoh bangsa. Dari situ, langkah perjuangan Hasyim terus meluas. Menjelang proklamasi kemerdekaan, ia mendapat mandat untuk membentuk pasukan dan mengumpulkan senjata. Bersama para pemuda, ia memimpin aksi melawan Jepang di Cikarang, Karawang, hingga Indramayu.

Setelah 17 Agustus 1945, pasukannya segera menurunkan bendera Jepang dan mengibarkan Merah Putih di berbagai tempat strategis. Ia juga ikut mengawal Bung Karno dan Bung Hatta lewat organisasi Angkatan Pemuda Indonesia (API) dan terlibat dalam rapat raksasa di Lapangan Ikada, Jakarta.

Semangat Hasyim tak berhenti di situ. Ia kemudian bergabung dengan Biro Perjuangan (cikal bakal TNI) dan ikut bergerilya di banyak daerah seperti Tambun, Cibarusah, hingga Karawang. Keberaniannya di medan tempur membuatnya dikenal dan dihormati.

Setelah perang, Hasyim tidak lantas beristirahat. Ia terjun ke dunia politik, menjadi Ketua KNI Kecamatan Cibitung, lalu anggota DPRD Bekasi, bahkan dipercaya menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bekasi pada 1960. Ia juga termasuk tokoh yang mendorong lahirnya Kabupaten Bekasi.

Di sisi lain, ia adalah seorang pengusaha yang memulai bisnis sejak 1938. Hasil usahanya pun digunakan untuk membantu logistik pasukan saat perang. Perjuangan lewat ekonomi menjadi bentuk lain dari cintanya kepada tanah air.

Sosok Hasyim Achmad dikenal sebagai pejuang, politisi, dan pengusaha yang religius dan nasionalis. Ia membuktikan bahwa perjuangan tidak hanya dengan senjata, tapi bisa juga lewat pemikiran dan pengorbanan pribadi.

Atas jasanya, pada 17 Agustus 1992, pemerintah memberikan penghargaan berupa Pemancangan Bambu Runcing di pusaranya — penghargaan yang hanya diberikan untuk pejuang angkatan 45.

Mohamad Hasyim Achmad wafat pada April 1978 di usia 58 tahun dan dimakamkan di Cikarang Barat. Meski telah tiada, semangat dan dedikasinya tetap hidup dalam ingatan warga Bekasi.

Sumber: Humas Pemkab Bekasi

Tags: Mohamad Hasyim AchmadPahlawanPejuang

Related Posts

Peresmian Perpustakaan Ranggawarsita.(Foto: Humas Kemenbud)

Perpustakaan Ranggawarsita Lengkapi Literasi Kebudayaan Indonesia

Editor
22 Juli 2026

Perpustakaan Ranggawarsita berawal dari inisiatif untuk menghimpun kembali berbagai publikasi kebudayaan yang selama puluhan tahun diterbitkan pemerintah namun tersebar. SATUJABAR,...

Peninggalan sejarah di Ibu Kota Majapahit.(IMAGE: BRIN)

Ibu Kota Majapahit: BRIN Terapkan Penelitian Multidisiplin

Editor
17 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Penelitian mengenai ibu kota Kerajaan Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, perlu dilakukan melalui pendekatan multidisiplin...

Purwoceng.(Image: Halodoc via BRIN)

Purwoceng, Tanaman Obat Endemik Indonesia Hampir Punah

Editor
16 Juli 2026

Purwoceng merupakan spesies endemik Indonesia yang secara alami hanya tumbuh di kawasan dataran tinggi, terutama di Dieng, pada ketinggian sekitar...

NV Bima.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

N.V. BIMA Pabrik Panci Legendaris, Tembus Pasar Dunia

Editor
16 Juli 2026

N.V. BIMA adalah jejak manufaktur dunia yang terlihat di Kota Bandung. Kisahnya mewarnai jejak peradaban manusia yang terus beradaptasi dan...

Museum Musik rencananya akan menempati aset Jiwasraya di Jalan Asia-Afrika Bandung.(Foto: Dok. Jiwasraya)

Museum Musik di Bandung, Museum Film di Jakarta, Museum Fotografi di Semarang

Editor
15 Juli 2026

Museum Musik di Bandung, Museum Film di Jakarta, Museum Fotografi di Semarang akan menggunakan aset Jasa Raharja dan Jiwasraya dibawah...

Kereta api melintasi jembatan.(FOTO: Humas KAI). penumpang KAI 2024,ka parahyangan.layanan baru KAI, KA Cut Meutia.KA Pasundan

Rute Terpanjang Kereta Api, Sebagian Tembus 1.000 KM

Editor
14 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Rute terpanjang kereta api di Indonesian tercatat beberapa di antaranya ada yang menembus 1.000 KM, menurut data...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat