• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 21 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Mohamad Hasyim Achmad: Pejuang Cibitung yang Tak Pernah Lelah Mengabdi

Editor
Selasa, 19 Agustus 2025 - 06:11
M. Hasyim Achmad (sebelah kiri Presiden Sukarno) saat mendampingi Presiden Sukarno dalam Rapat Akbar di Alun-alun Bekasi bersama Madmuin Hasibuan (paling kanan) dan Bupati Bekasi, Sampurno Kolopaking (baju putih berdasi) pada 8 April 1956. (Foto : Istimewa)

M. Hasyim Achmad (sebelah kiri Presiden Sukarno) saat mendampingi Presiden Sukarno dalam Rapat Akbar di Alun-alun Bekasi bersama Madmuin Hasibuan (paling kanan) dan Bupati Bekasi, Sampurno Kolopaking (baju putih berdasi) pada 8 April 1956. Foto : Istimewa)

CIBITUNG – Bekasi punya banyak cerita tentang perjuangan kemerdekaan. Salah satu nama yang patut dikenang adalah Mohamad Hasyim Achmad, tokoh asal Cibitung yang ikut berjuang sejak masa penjajahan hingga masa awal kemerdekaan. Lahir pada 19 April 1920, jejak perjuangannya kini jadi bagian dari sejarah nasional.

Sejak muda, Hasyim sudah aktif dalam perlawanan. Ia tercatat sebagai Komandan Barisan Pelopor Cibitung, bagian dari pemuda Jawa Hokokai yang kala itu dipimpin dr. Muwardi. Meski hanya berbekal bambu runcing dan kayu, semangatnya tak pernah kalah.

RelatedPosts

Batik Sumedang, Bupati: Kuatkan Identitas Daerah

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Tak hanya itu, ia juga menjadi Ketua Poetera Cibitung, organisasi yang didirikan oleh Bung Karno dan para tokoh bangsa. Dari situ, langkah perjuangan Hasyim terus meluas. Menjelang proklamasi kemerdekaan, ia mendapat mandat untuk membentuk pasukan dan mengumpulkan senjata. Bersama para pemuda, ia memimpin aksi melawan Jepang di Cikarang, Karawang, hingga Indramayu.

Setelah 17 Agustus 1945, pasukannya segera menurunkan bendera Jepang dan mengibarkan Merah Putih di berbagai tempat strategis. Ia juga ikut mengawal Bung Karno dan Bung Hatta lewat organisasi Angkatan Pemuda Indonesia (API) dan terlibat dalam rapat raksasa di Lapangan Ikada, Jakarta.

Semangat Hasyim tak berhenti di situ. Ia kemudian bergabung dengan Biro Perjuangan (cikal bakal TNI) dan ikut bergerilya di banyak daerah seperti Tambun, Cibarusah, hingga Karawang. Keberaniannya di medan tempur membuatnya dikenal dan dihormati.

Setelah perang, Hasyim tidak lantas beristirahat. Ia terjun ke dunia politik, menjadi Ketua KNI Kecamatan Cibitung, lalu anggota DPRD Bekasi, bahkan dipercaya menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bekasi pada 1960. Ia juga termasuk tokoh yang mendorong lahirnya Kabupaten Bekasi.

Di sisi lain, ia adalah seorang pengusaha yang memulai bisnis sejak 1938. Hasil usahanya pun digunakan untuk membantu logistik pasukan saat perang. Perjuangan lewat ekonomi menjadi bentuk lain dari cintanya kepada tanah air.

Sosok Hasyim Achmad dikenal sebagai pejuang, politisi, dan pengusaha yang religius dan nasionalis. Ia membuktikan bahwa perjuangan tidak hanya dengan senjata, tapi bisa juga lewat pemikiran dan pengorbanan pribadi.

Atas jasanya, pada 17 Agustus 1992, pemerintah memberikan penghargaan berupa Pemancangan Bambu Runcing di pusaranya — penghargaan yang hanya diberikan untuk pejuang angkatan 45.

Mohamad Hasyim Achmad wafat pada April 1978 di usia 58 tahun dan dimakamkan di Cikarang Barat. Meski telah tiada, semangat dan dedikasinya tetap hidup dalam ingatan warga Bekasi.

Sumber: Humas Pemkab Bekasi

Tags: Mohamad Hasyim AchmadPahlawanPejuang

Related Posts

BATIK SUMEDANG: Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di sela penutupan rangkaian kegiatan Sumedang Membatik Tahun 2026 di Pendopo Kecamatan Sumedang Utara, Sabtu (20/9/2026) seperti dikabarkan Humas Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Batik Sumedang, Bupati: Kuatkan Identitas Daerah

Editor
20 September 2026

SUMEDANG - Batik Kasumedang didorong tidak sekadar menjadi warisan budaya yang dilestarikan, tetapi berkembang menjadi identitas daerah yang memiliki karakter...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Dok. Humas Kemenbud)

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Editor
15 September 2026

MOJOKERTO - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa...

Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari ribuan warga yang tumpah ruah ke jalanan, Minggu (13/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Editor
14 September 2026

KUNINGAN – Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan  bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme...

Salah satu area di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Bangbayang, Desa di Pinggir Hutan Lindung

Editor
13 September 2026

Jumlah rumah di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja tak pernah bertambah. Jumlahnya selalu 70 rumah, tak kurang dan...

– Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid 5: Sport n’ Ethno Carnaval”, kegiatan ini resmi dibuka pada Kamis (10/9/2026), bertempat di Stadion Rana Diraksa.(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Gelar Budaya dan Olahraga Desa Suganangan Membangun Kolaborasi

Editor
11 September 2026

KUNINGAN – Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid...

Rapat persiapan Karnaval Budaya di Hari Jadi Kabupaten Kuningan.(Foto: Dok. Diskominfo Kab. Kuningan)

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528, Kirab Sejarah di Ujung Perayaan

Editor
8 September 2026

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 akan diwarnai dengan Karnaval Budaya yang persiapannya terus dimatangkan. Mengusung tema “Tumapak Ka Jaman Baheula:...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.