• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 21 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Bersama Prancis, Indonesia Siap Bawa Fesyen dan Kriya ke Panggung Dunia

Editor
Rabu, 30 Juli 2025 - 06:56
(Foto: Humas Ekraf)

(Foto: Humas Ekraf)

JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) Indonesia semakin memperkuat kolaborasi di sektor fesyen dan kriya dengan Prancis. Melalui program residensi bersama yang akan melibatkan desainer dari kedua negara, kerja sama ini menargetkan peningkatan ekspor produk kreatif, pertukaran ilmu, serta penguatan daya saing talenta ekraf Indonesia di kancah global.

“Kami ingin kerja sama seperti ini tidak hanya berhenti pada seremoni atau wacana. Harus ada alih ilmu, peluang bisnis, dan penguatan ekosistem yang dirasakan langsung oleh para pelaku industri kreatif,” kata Wakil Menteri Ekraf (Wamen Ekraf) saat menghadiri Indonesian–French Seminar on Fashion and Craftsmanship di Institut Français d’Indonésie (IFI) Jakarta, Selasa (29/7/2025).

RelatedPosts

Rokok Elektrik, Bahayanya Sama dengan Rokok Konvensional

Konser Lullaboy, Wamen Ekraf Sempatkan Diri Hadir

Kuliner Kota Bandung: Roti Premium Drunk Baker

Wamen Ekraf menekankan bahwa kerja sama internasional harus mampu menghasilkan dampak nyata bagi para pelaku industri. Ia juga menggarisbawahi pentingnya pendekatan kolaboratif berbasis hexahelix—melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media—untuk memperluas manfaat program lintas negara.

“Pertukaran talenta, lokakarya kolaboratif, dan co-creation produk menjadi elemen kunci dalam mendorong subsektor fesyen dan kriya sebagai the new engine of growth sekaligus mendukung peningkatan daya saing ekraf secara global,” tambahnya melalui keterangan resmi.

MoU dengan Prancis hingga Inkubasi PINTU

Sejak akhir Mei 2025, hubungan strategis Indonesia–Prancis di sektor kreatif mendapat momentum baru melalui kunjungan kenegaraan Presiden Emmanuel Macron ke Jakarta. Kunjungan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang mencakup subsektor fesyen, kriya, desain, film, hingga gim. Kolaborasi ini menjadi pijakan untuk membangun ekosistem lintas negara yang berpijak pada inovasi dan nilai budaya.

Salah satu implementasi konkretnya adalah penguatan platform Inkubasi PINTU. Tahun ini, PINTU menyelenggarakan Residency Program dan Focus Week di Jakarta dan Yogyakarta, mempertemukan talenta kreatif dari kedua negara dalam ruang kerja bersama.

Duta Besar Prancis untuk Indonesia, H.E. Fabien Penone, menilai sektor kreatif sebagai sarana diplomasi yang efektif dalam membangun kedekatan antarbangsa. Menurutnya, kolaborasi budaya bukan hanya tentang ekspresi artistik, tetapi juga strategi masa depan untuk menciptakan dunia yang lebih terbuka, inklusif, dan lestari.

“Kami percaya bahwa budaya bukan hanya warisan, tetapi juga kekuatan yang mampu menyatukan bangsa-bangsa dan membuka peluang baru dalam kerja sama global,” ujarnya.

JF3 Soroti Peran PINTU dalam Peningkatan Kapasitas

Sementara itu, Ketua Jakarta Fashion & Food Festival (JF3), Soegianto Nagaria, menyoroti peran program PINTU sebagai ruang tumbuh bagi desainer dan perajin dari Indonesia dan Prancis. Menurutnya, keterlibatan langsung dalam proses kreatif bersama memberikan pengalaman mendalam yang melampaui sekadar pameran atau promosi karya.

“Melalui PINTU, kami melihat bagaimana kerja sama bisa menciptakan dampak konkret. Desainer dan perajin tidak hanya memamerkan karya, tapi juga membangun jejaring, menciptakan produk bersama, dan berbagi nilai budaya,” ungkapnya.

Seminar ini sekaligus mempertegas peran subsektor fesyen dan kriya dalam mendukung visi ekonomi kreatif Indonesia sebagai pilar diplomasi budaya dan motor baru pertumbuhan ekonomi. Kolaborasi ini juga sejalan dengan program prioritas Sinergi Ekraf dalam Asta Ekraf, yang mendorong kemitraan antar pelaku industri untuk membangun ekosistem usaha kreatif yang saling terhubung dan berdaya saing.

Turut mendampingi Wamen Ekraf dalam kegiatan ini adalah Kasubdit Komersialisasi dan Pemasaran Kriya, Benedictus Permadi, beserta tim dari Direktorat Kriya. Hadir pula dalam seminar tersebut, Alain Soreil (Director, Ecole Duperré Paris) dan Simpriwati Simarno (Managing Director, Louis Vuitton Indonesia).

Tags: fesyenkriyaPrancis

Related Posts

Ilustrasi vape, atau rokok elektrik.(Foto:Istimewa)

Rokok Elektrik, Bahayanya Sama dengan Rokok Konvensional

Editor
21 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Rokok elektrik bukanlah alternatif yang lebih aman dibandingkan rokok konvensional, ungkap Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi...

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (kiri) bersama penyanyi Lullaboy (kanan) pada acara konser regional musisi lullaboy bertajuk Hotels & Heartbreaks Tour, di Jakarta, Sabtu (18/07/2026).(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.)

Konser Lullaboy, Wamen Ekraf Sempatkan Diri Hadir

Editor
20 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Konser Lullabory berlangsung 19 Juli 2026 bertajuk Hotels & Heartbreaks Tour di Jakarta. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil...

KULINER KOTA BANDUNG: Drunk Bakery.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Kuliner Kota Bandung: Roti Premium Drunk Baker

Editor
19 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Kuliner Kota Bandung kini menghadirkan destinasi kuliner yang bisa jadi menjadi pilihan favorit wisatawan. Salah satunya adalah...

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (kiri), berbincang dengan penyanyi, penulis lagu, dan produser musik asal Korea Selatan, ILHOON (kanan) seusai menerima kunjungan , di Jakarta, Jumat (26/06/2026).(FotoL Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif)

Ketika Wamen Ekraf Kedatangan Penyanyi Korea ILHOON

Editor
19 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menerima kunjungan penyanyi, penulis lagu, dan...

Roemah Koffie.(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.), cafe,kopi

Roemah Koffie Luncurkan Cublak Suweng, Wamen Ekraf Dukung Kopi Berbasis Narasi Budaya

Editor
17 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar mengapresiasi peluncuran varian kopi terbaru dari...

Forum Film Bandung (FFB) resmi mengumumkan daftar nominasi Film dan Narafilm Terpuji Festival Film Bandung (FFB) ke-39 Tahun 2026 di Gulapadi Bandung, Jalan Asia Afrika No. 49, Kamis 16 Juli 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Festival Film Bandung 2026 Umumkan Nominasi

Editor
17 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Forum Film Bandung (FFB) resmi mengumumkan daftar nominasi Film dan Narafilm Terpuji Festival Film Bandung (FFB) ke-39...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat