• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 16 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Dari Tanah Wakaf ke Ladang Berkah: Kisah Inspiratif Abi Dicky dan Ternak Ayam untuk Dakwah

Editor
Minggu, 18 Mei 2025 - 07:26
Abi Dicky (kanan) dan Dudi Herdiansyah (kiri) di Sahabi Farm.

Abi Dicky (kanan) dan Dudi Herdiansyah (kiri) di Sahabi Farm.

Di kaki pegunungan Lembang yang sejuk dan teduh, sebuah kampung bernama Sindang Waas menjadi saksi lahirnya gerakan kecil namun bermakna besar. Di atas tanah wakaf seluas lima tumbak, yang dulunya hanyalah sebidang lahan pertanian biasa, kini berdiri bukan hanya sebuah musala tempat berdoa dan mengaji, tetapi juga peternakan ayam petelur yang tumbuh perlahan sebagai penopang dakwah.

Di balik semua ini, berdiri sosok Ustadz Dicky Prima Adriansyah—yang akrab disapa Abi Dicky—seorang pendakwah asal Bandung yang percaya bahwa dakwah bukan hanya urusan mimbar, tapi juga soal kemandirian dan kebermanfaatan umat.

RelatedPosts

Paskibraka 17 Agustus 2026 Dikukuhkan, Ini Daftar Namanya

Pertumbuhan Ekonomi 2027 Ditarget 6%, Inflasi 2,5%

Alhamdulillah! Kebakaran Bromo Teratasi

 

Tanah Wakaf yang Dikelola dengan Amanah

Tahun 2024, Abi Dicky menerima amanah: sebidang tanah wakaf dari Bapak Ahdi di RT 4 RW 2, Kampung Sindang Waas. Tanah ini tidak hanya dijadikan tempat ibadah, melainkan juga dihidupkan. “Kami ingin tanah ini bukan hanya tempat shalat, tapi juga ladang produktif yang bisa menopang dakwah,” tutur Abi Dicky.

Bersama sahabatnya, Dudi Herdiansyah, serta dua rekan lainnya—Irfansyah, seorang yang berpengalaman dalam vaksin unggas, dan Heru Gunawan yang merangkap pengurus musala dan DKM—lahirlah ide: membangun peternakan ayam petelur berbasis syariah.

Pemberian pakan dilakukan setiap pukul 08.00 dan panen telur setiap pukul 16.30. Dalam aktivitas itu dilakukan tilawah Al Qur'an.
Pemberian pakan dilakukan setiap pukul 08.00 dan panen telur setiap pukul 16.30. Dalam aktivitas memberi pakan dan memanen telur itu juga dilakukan tilawah Al Qur’an.

Lahirnya Sahabi Farm: Dari Musyawarah ke Tindakan

Bermodal Rp 22 juta, peternakan yang mereka beri nama Sahabi Farm resmi berdiri pada April 2025. Di tahap awal, 60 ekor ayam petelur jenis Lohmann Brown dipelihara dalam kandang galvanis yang kokoh, bersih, dan aman dari hama. Ayam-ayam ini diperlakukan dengan standar tinggi: vaksin rutin, vitamin organik, dan tentu saja, tilawah Al-Qur’an saat pemberian pakan dan panen.

“Setiap pagi kami beri makan sambil membaca ayat suci. Begitu juga sore saat memanen telur. Ini semua bagian dari ibadah,” ungkap Abi Dicky ketika ditemui Sabtu 17 Mei 2025. Bagi mereka, bahkan memungut telur bisa menjadi ladang pahala jika diniatkan untuk Allah.

Pak Ahdi, mewakafkan sebidang tanah untuk kegiatan ibadah kepada Abi Dicky.
Pak Ahdi, mewakafkan sebidang tanah untuk kegiatan ibadah kepada Abi Dicky.

Produksi Tumbuh, Dakwah Mengalir

Kini, 60 ekor ayam di Sahabi Farm mampu menghasilkan sekitar 3 kilogram telur per hari. Namun permintaan terus mengalir, terutama dari komunitas pengajian yang menjadi jaringan pemasaran utama. Harga telur yang berkualitas baik ini (fresh) dibanderol Rp 30.000 per kilogram.

“Permintaan sekarang hampir tiga kali lipat dari produksi. Ini pertanda kita harus terus tumbuh,” kata Dudi Herdiansyah, pemuda kelahiran 1991 warga Kota Bandung.

Tak hanya menjual telur, Sahabi Farm pun mulai menyiapkan paket usaha ternak ayam petelur, yang bisa diikuti siapa saja dengan harga mulai Rp 3,5 juta untuk 10 ekor ayam lengkap dengan kandangnya. Sebuah langkah strategis agar lebih banyak umat bisa ikut mandiri dan berdaya.

Demikian juga dengan rencana Sahabi Farma untuk mulai menggarap peternakan ayam petelur sejak DOC (Day Old Chicken).

Bangunan Musala dari luar.

Peternakan Syariah, Usaha yang Bernafaskan Ibadah

Bagi Abi Dicky, usaha ini bukan sekadar bisnis. Prinsip syariah menjadi fondasi dalam setiap langkah. Tidak ada riba, tidak ada kecurangan, dan semua diniatkan untuk ibadah. Bahkan ayam-ayam pun tumbuh dalam lantunan ayat-ayat suci.

“Inilah yang kami yakini. Jika usaha ini dijalankan dengan niat ibadah, Allah akan berkahi. Telurnya pun insya Allah berkualitas dan membawa manfaat,” ucapnya dengan tenang.

Bagian dalam Musala.

Menuju Seribu Ayam, Menuju Seribu Kebaikan

Target mereka tak kecil. Tahun 2026, mereka menargetkan punya seribu ekor ayam. Bukan untuk kekayaan pribadi, melainkan untuk memperluas dampak dakwah, membuka peluang usaha umat, dan menunjukkan bahwa tanah wakaf bisa jadi motor penggerak ekonomi syariah.

Di tengah hiruk-pikuk dunia, kisah Abi Dicky dan Sahabi Farm adalah pengingat: bahwa dengan niat baik, amanah yang dijaga, serta kerja kolektif yang jujur, sepetak tanah bisa jadi ladang berkah—bagi dunia dan akhirat.

Tags: ayam petelurTernak Ayam

Related Posts

Wapres Gibran Rakabuming Raka menyematkan lencana kepada Paskibraka 2026.(Foto: Setneg)

Paskibraka 17 Agustus 2026 Dikukuhkan, Ini Daftar Namanya

Editor
15 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Sebanyak 76 pelajar dari 38 provinsi di Indonesia resmi dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)...

Pertumbuhan ekonomi cadangan devisa,ekonomi jabar triwulan

Pertumbuhan Ekonomi 2027 Ditarget 6%, Inflasi 2,5%

Editor
15 Agustus 2026

Pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6% disepakati Pemerintah bersama DPR dalam Asumsi Dasar Ekonomi Makro dalam RAPBN 2027, juga laju inflasi...

Petugas gabungan pemadam kebakaran di Bromo Tengger Semeru.(Foto: Humas Kemenhut)

Alhamdulillah! Kebakaran Bromo Teratasi

Editor
15 Agustus 2026

SATUJABAR, PROBOLINGGO - Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, dipastikan telah padam. Saat ini petugas...

Presiden Prabowo Subianto di Sidang Tahunan MPR Tahun 2026.(Foto: Setneg)

BUMN Ditutup Ditargetkan 300 Perusahaan Akhir 2026

Editor
14 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Pemerintah telah melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai...

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menerbitkan Permenko Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Perempuan Prasejahtera.(Foto: Kemenko Perekonomian)

Kredit Perempuan Prasejahtera Bunga 8% Flat, Pagu 15 Juta

Editor
13 Agustus 2026

Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS), yaitu skema kredit program yang menyediakan pembiayaan produktif dengan suku bunga/marjin 8% flat per tahun, plafon...

UMKM Perempuan.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pemkot Bandung dan PNM Dongkrak UMKM Perempuan

Editor
13 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pengusaha perempuan, melalui...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Ahadiat Hotel & Bungalow Bandung