• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 31 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kontribusi Industri Pengolahan Nonmigas Terus Meningkat, Jadi Pilar Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Editor
Selasa, 06 Mei 2025 - 05:31
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.(Foto: Humas Kemenperin)

BANDUNG – Industri pengolahan nonmigas menunjukkan tren positif dalam kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan data terbaru, sektor ini mencatat kontribusi sebesar 17,50 persen pada triwulan I-2025, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 17,47 persen, serta lebih tinggi dari capaian sepanjang tahun 2024 yang berada pada angka 17,16 persen.

Kinerja positif ini juga mencerminkan tren pertumbuhan berkelanjutan pasca-pandemi Covid-19, di mana kontribusi sektor industri pengolahan nonmigas terus menunjukkan peningkatan sejak triwulan II-2022.

RelatedPosts

Kejadian Bencana Terdata BNPB Hingga Senin 31 Agustus 2026

Harga Emas Senin 31/8/2026 Antam Rp 2.670.000 Per Gram

Hotspot di Kalsel, Sumsel, Riau dan Jambi Turun

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi capaian tersebut dan menyatakan bahwa hal ini merupakan bukti ketahanan serta daya saing industri manufaktur nasional, meskipun di tengah tekanan ekonomi global dan derasnya arus impor produk murah.

“Tren peningkatan ini adalah sinyal positif bahwa upaya pemerintah dalam memperkuat struktur industri nasional terus membuahkan hasil. Tujuan akhirnya adalah membangun industri yang terintegrasi dari hulu ke hilir dan mampu menciptakan nilai tambah tinggi serta menyerap tenaga kerja secara luas,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/5).

Ia menjelaskan bahwa strategi utama untuk memperkuat sektor ini meliputi kebijakan hilirisasi industri dan optimalisasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), terutama melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Kami telah memulai reformasi kebijakan TKDN sejak awal Januari 2025. Ini langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta memperluas kesempatan kerja,” jelasnya.

Agus menekankan bahwa hilirisasi merupakan kunci transformasi ekonomi Indonesia dari berbasis komoditas mentah menjadi ekonomi bernilai tambah tinggi. Kebijakan tersebut telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional, termasuk dalam penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, dan ekspor.

Lebih lanjut, Agus menyatakan bahwa kombinasi kebijakan hilirisasi, peningkatan TKDN, serta transformasi industri berbasis teknologi dan riset akan terus mendorong kinerja sektor industri manufaktur sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan data World Bank, Indonesia masuk dalam jajaran 12 besar negara manufaktur dunia berdasarkan nilai tambah industri (Manufacturing Value Added/MVA) pada tahun 2023. Nilai MVA Indonesia mencapai USD255,96 miliar, meningkat 36,4 persen dari tahun sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.

“Peningkatan MVA ini menunjukkan bahwa sektor manufaktur kita memiliki daya saing global. Untuk menjaga tren ini, diperlukan kebijakan yang strategis, pro-bisnis, dan pro-investasi,” kata Agus.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 4,31 persen pada triwulan I-2025. Pertumbuhan ini didorong oleh sejumlah sektor unggulan, seperti industri makanan dan minuman yang tumbuh 6,04 persen karena tingginya permintaan selama Ramadan dan Idulfitri.

Selain itu, industri logam dasar mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 14,47 persen, didorong oleh meningkatnya permintaan ekspor, terutama besi dan baja. Industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki juga tumbuh 6,95 persen seiring meningkatnya permintaan domestik dan ekspor selama periode tersebut.

Tags: Industri pengolahan nonmigaskemenperinKementerian Perindustrian

Related Posts

Petugas gabungan melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan di Desa Santan Ilir, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu (26/8). (Foto: BPBD Kab. Kutai Kartanegara)

Kejadian Bencana Terdata BNPB Hingga Senin 31 Agustus 2026

Editor
31 Agustus 2026

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat enam kejadian baru kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah pada...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Senin 31/8/2026 Antam Rp 2.670.000 Per Gram

Editor
31 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Senin 31/8/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.670.000 per gram...

Titik panas atau hotspot di sejumlah provinsi menurut Data terbaru SiPongi Kementerian Kehutanan menunjukkan adanya penurunan.(Foto: Humas Kemenhut)

Hotspot di Kalsel, Sumsel, Riau dan Jambi Turun

Editor
31 Agustus 2026

JAKARTA – Hotspot di empat dari enam provinsi prioritas pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menunjukkan penurunan pada 29 Agustus...

Jajaran Kementerian mengevakuasi satu individu orangutan jantan dewasa yang lemah di kebun sawit masyarakat di Dusun 1 Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (30/8).(Foto: Humas Kemenhut)

Orangutan Sampai Lemas Kena Asap, Petugas Evakuasi

Editor
31 Agustus 2026

KETAPANG - Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI)...

Gus Kikin Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031, Ini Profilnya

Editor
31 Agustus 2026

BANDUNG – Gus Kikin atau K.H. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)...

Gus Kikin atau KH Abdul Hakim Mahfudz terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031. Gus Kikin terpiliha lewat sidang anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).(Foto: Wikipedia)

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031

Editor
31 Agustus 2026

JOMBANG – Gus Kikin atau KH Abdul Hakim Mahfudz terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.