• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 24 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Polemik Dana Hibah Pesantren Dipangkas, Pemprov Jabar Pastikan Perhatikan Pesantren dan Pembangunan Keagamaan

Editor
Sabtu, 26 April 2025 - 05:37
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.(Foto:Istimewa).

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, memastikan, memberikan perhatian serius terhadap pembanguan keagamaan di Jawa Barat. Kepastian tersebut, menanggapi kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait pemangkasan dana hibah pesantren yang mendapat sorotan banyak pihak.

Publik dan banyak pihak menyoroti kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memangkas distribusi dana hibah pesantren. Pemangkasan tersebut, karena Dedi Mulyadi menilai timpang dan sarat dengan kepentingan poliltik.

RelatedPosts

Pemuda di Indramayu Tewas Dikeroyok, 3 Pelaku Diringkus Polisi

Masih Dikaji, Pengalihan Penerbangan dari Bandara Soetta ke Kertajati

Haji 2026: Sebanyak 6.000 Jemaah Tiba di Madinah, Diminta Jaga Kesehatan

Menanggapi polemik tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, memastikan, memberi perhatian serius terhadap pesantren dan pembangunan keagamaan di Jawa Barat.

“Tidak ada perhatian terhadap pesantren yang dikesampingkan, karena pengembangan pesantren dan pembangunan sarana-prasarana keagamaan sudah ada dalam kamus SIPD (Sistem Informasi Pemerintah Daerah) APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Tahun 2026, maupun dalam rancangan awal RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun 2025-2029,” ujar Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/04/2025).

Herman mengatakan, pengembangan pesantren ada dalam kamus SIPD, agar tidak menjadi anggapan negatif publik terhadap Pemprov Jawa Barat. Nomenklaturnya, atau sistem penamanaanya, meliputi pembangunan ruang kelas baru pesantren, ⁠perbaikan ruang kelas baru pesantren, serta pengembangan kegiatan-kegiatan pesantren. Terkait sarana-prasarana keagamaan, dalam kamus SIPD tercantum dengan penamaan, operasional organisasi kemasyarakatan keagamaan ruang lingkup Provinsi Jawa Barat, pembangunan dan rehabilitasi masjid/mushola/tempat peribadatan lainnya, sarana perlengkapan ibadah, dan perbaikan madrasah aliyah (MA) baik negeri maupun swasta.

“Kebijakan strategis pengembangan pesantren dan pembangunan keagamaan tercantum dalam rancangan awal RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 -2029. Tempo hari Pak Gubernur dan Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Barat, juga sudah menandatangani nota kesepakatan rancangan awal RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun 2025-2029, yang didalamnya tegas mencantumkan kebijakan terkait pengembangan pesantren dan pembangunan keagamaan,” kata Herman.

Herman menjelaskan, kebijakan gubernur tersebut, ada di misi dan visi ‘Mewujudkan Sumber Daya Manusia Berkarakter dan Unggul’, dengan tujuan agar terwujudnya sumber daya manusia Jawa Barat yang ‘Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer’.

“Sasarannya, mewujudkan masyarakat Jawa Barat berpengetahuan, berwawasan, beretika, dan berbudaya. Sedangkan arah kebijakannya adalah penguatan sekolah terbuka dan pesantren, serta pengembangan sekolah berbasis agama, terutama pada daerah afirmasi,” ungkap Herman.

Agar Adil dan Merata

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai distribusi dana hibah pesantren, timpang dan sarat dengan kepentingan politik. Langkah berani dilakukan Dedi dengan memangkas anggaran hibah pesantren pada tahun 2025 dari Rp.153 miliar menjadi Rp.9,25 miliar.

Dedi mengungkapkan, pemangkasan yang dilakukannya bukan tanpa dasar dan alasan. Selama ini bantuan kerap jatuh ke lembaga itu-itu saja, yang memiliki akses kuat ke pusat kekuasaan.

“Agar hibah ini tidak jatuh pada pesantren itu-itu juga. Kedua, tidak jatuh hanya pada lembaga, atau yayasan yang memiliki akses politik saja, artinya punya akses ke gubernur dan DPRD,” ungkap Dedi, kepada wartawan, Jum’at (25/04/2025).

Dedi menjelaskan, Pemprov Jawa Barat sedang fokus ke pembenahan tata kelola dan distribusi anggaran yang lebih adil. Dalam rapat bersama Kementrian Agama (Kemenag) se-Jawa Barat, Dedi menegaskan, pentingnya distribusi dana hubah yang adil dan merata.

“Makanya, saya sudah rapat dengan Kemenag seluruh Jawa Barat, ke depan kita akan mengarahkan bantuan pada distribusi rasa keadilan,” jelas Dedi.

Dedi juga menyoroti adanya yayasan dan lembaga yang menerima bantuan dana hingga puluhan miliar. Di sisi lain, banyak lainnya yang tidak tersentuh bantuan.

“Coba ada yayasan yang terimanya Rp.2 miliar, Rp5 miliar, hingga Rp.25 miliar. Bahkan, ada satu lembaga terimanya mencapai angka Rp.50 miliar. Menurut Anda, itu adil enggak,” tanya Dedi.

Dedi menilai, selama ini bantuan terhadap yayasan pendidikan keagamaan lebih banyak dipengaruhi pertimbangan politis, daripada kebutuhan nyata. Maka itu, pembenahan menjadi keniscayaan.

“Ini bagian audit kita untuk segera dilakukan pembenahan. Jadi, tujuannya untuk apa, karena ini untuk yayasan-yayasan pendidikan agama, maka proses dan distribusinya harus beragama,” tegas Dedi.(chd).

Tags: dedi mulyadigubernur jawa baratHibah Pesantrenjawa barat

Related Posts

Ilustrasi aksi pengeroyokan.(Foto:Istimewa).

Pemuda di Indramayu Tewas Dikeroyok, 3 Pelaku Diringkus Polisi

Editor
23 April 2026

SATUJABAR, INDRAMAYU--Seorang pemuda di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menjadi korban pengeroyokan hingga tewas. Tiga orang pelaku diringkus. Aksi pengeroyokan menewaskan...

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.(Foto:Istimewa).

Masih Dikaji, Pengalihan Penerbangan dari Bandara Soetta ke Kertajati

Editor
23 April 2026

SATUJABAR, MAJALENGKA--Pemerintah pusat masih menggodok wacana pengalihan sebagian penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten...

Jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.(Foto: Humas Kementerian Haji dan Umrah)

Haji 2026: Sebanyak 6.000 Jemaah Tiba di Madinah, Diminta Jaga Kesehatan

Editor
23 April 2026

Berdasarkan data, sebanyak 5.997 jemaah yang tergabung dalam 15 kelompok terbang (kloter) tiba secara bertahap hingga pukul 22.55 waktu Arab...

Stadion GBLA Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Jadwal Persib Vs Arema, Farhan Imbau Suporter Tamu Tak Hadir di Stadion

Editor
23 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Jelang laga Persib melawan Arema Malang, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengimbau seluruh suporter untuk menjaga kondusivitas....

Plt. Direktur Utama bank bjb Ayi Subarna (Tengah batik biru) bersama jajaran, berfoto bersama Gubernur Banten Andra Soni (Tengah baju cokelat), dan jajarannya. (Foto: Dok. bank bjb)

bank bjb Dorong Sinergi Pembangunan Daerah di Banten

Editor
23 April 2026

BANTEN, 21 April 2026 — bank bjb menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi pembangunan daerah di Provinsi Banten melalui kolaborasi...

Undian Simpeda 2026.(Foto: bank bjb)

Undian Simpeda 2026, Momentum Asbanda Dorong Ekonomi Daerah melalui Inovasi Pembiayaan

Editor
23 April 2026

Dari ribuan peserta undian Simpeda 2026, sebanyak 19 nasabah bank bjb berhasil menjadi pemenang dengan total hadiah Rp129 juta SURAKARTA...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.