• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 23 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Gerakan dari Hati: Nyaah ka Indung Jeung ka Budak Yatim di Sumedang

Editor
Sabtu, 12 April 2025 - 05:38
Gerakan dari Hati: Nyaah ka Indung Jeung ka Budak Yatim di Sumedang

(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

BANDUNG – Pada pagi yang hangat di Gedung Negara Sumedang, Jumat, 11 April 2025, sebuah gerakan lahir dari ketulusan hati. Bukan sekadar program rutin pemerintahan, tapi ikhtiar nyata dari manusia kepada sesama—Gerakan Nyaah ka Indung Jeung ka Budak Yatim.

Di tengah suasana pasca-Syawal yang masih terasa hangat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencanangkan gerakan ini sebagai bentuk cinta, empati, dan penghormatan tertinggi kepada perempuan yang selama ini menjadi pondasi keluarga: Indung—Ibu.

RelatedPosts

Menelisik Gracie Mansion, Kediaman Resmi Wali Kota New York

Batik Sumedang, Bupati: Kuatkan Identitas Daerah

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Gerakan ini bukan hanya tentang memberi, tapi tentang menyapa dan mendekap. Pemerintah mewajibkan para pejabat eselon 2 dan 3 di Kabupaten Sumedang untuk memiliki seorang indung asuh—perempuan berusia 55 tahun ke atas, dari keluarga prasejahtera—untuk disantuni secara rutin, dengan bentuk bantuan yang disesuaikan kemampuan.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyambutnya dengan penuh rasa syukur. Baginya, ini bukan sekadar program, tapi awal dari sebuah gerakan kebajikan yang akan terus mengalir.

“Di hari istimewa ini, kita memulai sesuatu yang baik. Setelah bulan penuh ibadah, semangatnya kita lanjutkan dalam bentuk kasih sayang kepada ibu dan anak yatim,” ujar Bupati dengan mata yang tampak berkaca-kaca.

Baginya, gerakan ini hanya akan bermakna jika dijalankan dari hati, bukan karena kewajiban struktural. “Jangan sekadar formalitas. Jalankan dengan cinta. Mudah-mudahan kita istiqomah,” ucapnya dengan penuh harap.

Dan bukan hanya kepada ibu—anak-anak yatim pun tak luput dari perhatian. Di tengah-tengah acara, beberapa dari mereka hadir, menjadi saksi harapan yang tumbuh dari pelukan negeri sendiri. Pemerintah Sumedang berkomitmen, tidak hanya lewat ASN, tapi juga melalui Baznas dan berbagai elemen masyarakat lainnya, anak-anak ini akan terus didampingi dan diberdayakan.

Dari tangan-tangan para ASN, akan hadir makanan di meja, pelukan hangat di hari raya, dan sapaan ramah di hari-hari biasa. Lebih dari itu, akan hadir doa-doa yang tak henti dipanjatkan dari para ibu yang diberi perhatian, agar negeri ini terus dilimpahi keberkahan.

Tak hanya berhenti di pemerintahan, Bupati ingin agar gerakan ini menjadi arus besar kolaborasi. “Kami akan ajak BUMN, perusahaan, perguruan tinggi, dan instansi vertikal lainnya. Karena membangun Sumedang tak bisa sendirian. Kita perlu duduk bersama dalam semangat pentahelix,” ucapnya mantap.

Sementara itu, Asep Uus Ruspandi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, menyebutkan bahwa ini adalah bagian dari jiwa Sunda yang sesungguhnya—silih asih, silih asah, silih asuh—falsafah hidup yang telah menjadi akar dalam masyarakat Jawa Barat.

“Di hari ini, seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat memulai gerakan Nyaah Ka Indung. Dan di Sumedang, kita menyempurnakannya dengan cinta kepada anak yatim juga,” katanya, mengukuhkan semangat kolektif yang kini sedang menyala.

Gerakan ini tak berbicara banyak soal anggaran atau angka statistik. Ini tentang rasa. Tentang bagaimana satu kebaikan kecil bisa menjadi cahaya bagi orang lain. Tentang bagaimana seorang ibu bisa merasa tak sendiri lagi. Tentang bagaimana seorang anak yatim bisa merasa punya keluarga baru.

Dan hari itu, di Sumedang, gerakan dari hati benar-benar dimulai.

Sumber: Pemkab Sumedang.

Tags: bupati sumedangDony Ahmad Munirnyaah ka indungsumedang

Related Posts

Gracie Mansion, kediaman Wali Kota New York.(Foto: Wikipedia)

Menelisik Gracie Mansion, Kediaman Resmi Wali Kota New York

Editor
22 September 2026

Di tengah jajaran pencakar langit Manhattan yang megah dan modern, berdiri sebuah struktur kayu bergaya Federal yang tenang di tepi...

BATIK SUMEDANG: Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di sela penutupan rangkaian kegiatan Sumedang Membatik Tahun 2026 di Pendopo Kecamatan Sumedang Utara, Sabtu (20/9/2026) seperti dikabarkan Humas Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Batik Sumedang, Bupati: Kuatkan Identitas Daerah

Editor
20 September 2026

SUMEDANG - Batik Kasumedang didorong tidak sekadar menjadi warisan budaya yang dilestarikan, tetapi berkembang menjadi identitas daerah yang memiliki karakter...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Dok. Humas Kemenbud)

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Editor
15 September 2026

MOJOKERTO - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa...

Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari ribuan warga yang tumpah ruah ke jalanan, Minggu (13/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Editor
14 September 2026

KUNINGAN – Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan  bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme...

Salah satu area di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Bangbayang, Desa di Pinggir Hutan Lindung

Editor
13 September 2026

Jumlah rumah di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja tak pernah bertambah. Jumlahnya selalu 70 rumah, tak kurang dan...

– Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid 5: Sport n’ Ethno Carnaval”, kegiatan ini resmi dibuka pada Kamis (10/9/2026), bertempat di Stadion Rana Diraksa.(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Gelar Budaya dan Olahraga Desa Suganangan Membangun Kolaborasi

Editor
11 September 2026

KUNINGAN – Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.