• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 7 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Yuks Tonton Semaraknya Pesona Cuene dan Bujang Ngarot  Indramayu Sambut Musim Rendengan

Editor
Jumat, 20 Desember 2024 - 07:53
Sejumlah peserta adat Ngarot berangkat menuju Balai Desa Lelea, Kec. Lelea, Indramayu, Jawa Barat. (Dok. Istimewa)

Sejumlah peserta adat Ngarot berangkat menuju Balai Desa Lelea, Kec. Lelea, Indramayu, Jawa Barat. (Dok. Istimewa)

Dalam upacara adat Ngarot itu, secara simbolis diserahkan sarana pertanian mulai dari bibit padi, air kahirupan (air kehidupan), cangkul, pedang dan topi caping kepada perwakilan jejaka dan gadis Ngarot.

SATUAJABR, INDRAMAYU — Memasuki musim penghujan 2025, para petani di sentra produksi padi, khususnya Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, memiliki cara tersendiri yang cukup unik. Ya, setiap memasuki musim tanam rendegan itu, mereka menggelar upacara adat Ngarot.

RelatedPosts

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Siswa Wajib Pakai Masker

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Husein Ditutup Hingga Pukul 08.59 WIB

Liga Indonesia 2026-2027: Persib Amankan 3 Poin Kandang

Pesta rakyat tradisiona ini pun mampu menyedot perhatian ribuan warga dari berbagai daerah. Mereka antusias mendatangi Desa/ Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, belum lama ini, Rabu (18/12/2024). Kedatangan mereka tak lain untuk melihat Ngarot, terutama penampilan para gadis (cuene) Ngarot dan jejaka (bujang) Ngarot.

Ngarot merupakan upacara adat menyambut pelaksanaan musim tanam yang dilakukan setiap tahun di Desa Lelea. Kegiatan itu rutin dilaksanakan setiap pekan ketiga Desember, tepatnya hari Rabu, yang dipercaya masyarakat setempat sebagai hari yang dikeramatkan.

Ngarot telah diadakan sejak ratusan tahun lalu dan masih lestari hingga kini. Adat tersebut pertama kali dirintis oleh Ki Buyut Kapol, yakni seorang tokoh di Desa Lelea. Dia rela memberikan sawahnya seluas 26.100 meter persegi untuk digunakan para muda mudi bercocok tanam.

Dalam pelaksanaan Ngarot, kehadiran para gadis Ngarot menjadi hal yang sangat dinantikan. Warga rela berdesak-desakan di sisi kiri dan kanan jalan Desa Lelea untuk melihat kehadiran mereka.

Dengan mengenakan pakaian kebaya tradisional dan hiasan warna-warni bunga di kepalanya, para gadis Ngarot diarak menuju balai desa. Bunga segar yang dirangkai menjadi penutup kepala itu menjadi simbol kesucian gadis Ngarot.

Selain gadis Ngarot, jejaka Ngarot yang mengenakan pakaian komboran dan ikat kepala, juga turut dalam arak-arakan itu. Arak-arakan tersebut dipimpin oleh kepala Desa Lelea.

Arak-arakan berakhir di Balai Desa Lelea, yang menjadi lokasi dilaksanakannya upacara adat Ngarot. Dalam upacara adat Ngarot itu, secara simbolis diserahkan sarana pertanian mulai dari bibit padi, air kahirupan (air kehidupan), sarana pertanian berupa cangkul, pedang dan topi caping kepada perwakilan jejaka dan gadis Ngarot.

Diserahkan pula dedaunan yang terdiri dari daun klaras (daun pisang kering), bambu kuning, daun andong dan lainnya. Upacara adat itu juga disertai dengan doa agar musim tanam berjalan dengan baik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu Caridin menyatakan, Pemkab Indramayu memberikan dukungan penuh dalam mempromosikan Adat Ngarot Lelea. Apalagi sejak 2015, Adat Ngarot telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh UNESCO.

‘’Kami dukung peningkatan promosi agar Adat Ngarot ini bisa dikenal bukan saja skala nasional, tetapi juga skala internasional. Kami juga mengapresiasi Pemdes Lelea yang konsisten untuk menjaga warisan budaya Ngarot dengan mengadakan Adat Ngarot setiap tahun,’’ ujarnya.

Salah satu bentuk dukungan pemda itu di antaranya melalui pembangunan Rumah Adat Ngarot. Selain itu, Pemkab Indramayu melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga juga telah meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Pariwisata Indramayu (Sipayu).

Dalam aplikasi Sipayu itu memasukkan pelaksanaan Adat Ngarot sebagai salah satu khazanah pariwisata adat yang ada di Kabupaten Indramayu. ‘’Kami ajak semua lapisan masyarakat, mulai dari tokoh agama, adat, masyarakat, pemuda, bisa memperkenalkan Adat Ngarot agar menambah khazanah budaya di Indramayu supaya dikenal sampai keluar negeri,’’ kata Caridin.

Kepala Desa Lelea, Raidi, berharap, melalui adat Ngarot, para gadis dan jejaka Ngarot serta seluruh warga Desa Lelea, bisa selalu mendukung penuh jalannya program Pemerintah Desa Lelea. ‘’Hal itu demi kemajuan desa dan masyarakat,’’ ucap Raidi. (yul)

Tags: budaya ngarotcuene dan bujang ngarotmusim tanam rendengwbtb unesco

Related Posts

Siswa sekolah memakai masker sebagai antisipasi dari abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakakatau.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Siswa Wajib Pakai Masker

Editor
7 September 2026

BANDUNG - Erupsi Gunung Anak Krakatau menebarkan abu vulkanik yang menjangkau wilayah Bandung. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung telah menginstruksikan...

Potret penutupan sejumlah bandara/lanud akibat debu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.(Image: BMKG, diambil 7/9/2026, pukul 04.15 WIB)

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Husein Ditutup Hingga Pukul 08.59 WIB

Editor
7 September 2026

BANDUNG – Erupsi Gunung Anak Krakatau menebarkan abu vulkanik yang memasuki wilayah Bandung Jawa Barat. Akibatnya, Bandara Internasional Husein Sastranegara...

Liga Indonesia, Liga Super,Logo Persib Bandung,persib

Liga Indonesia 2026-2027: Persib Amankan 3 Poin Kandang

Editor
7 September 2026

BANDUNG - Liga Indonesia 2026-2027 memasuki pekan pertamanya. Persib Bandung pada laga perdananya berhasil mengamankan 3 poin usai kalahkan PSM...

Tim Gabungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memergoki aksi perambahan hutan ilegal di Desa Sungai Awan Kiri, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (4/9).(Foto: Humas Kemenhut)

Hutan Kalimantan Terbakar, Petugas Pergoki Orang Lagi Buka Lahan Pakai Ekskavator

Editor
6 September 2026

KETAPANG - Di tengah upaya intensif pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Tim Gabungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memergoki aksi perambahan...

Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, menebarkan debu vulkanik terutama ke arah timur dan barat sehingga menyebabkan pada Minggu 6 September sebanyak 8 bandara atau landasan udara tutup, termasuk Bandara Internasional Husein Sastranegara.(Image: BMKG Diambil 6/9/2026 Pukul 17.00 WIB)

Erupsi Gunung Akan Krakatau, Bandara Husein Tutup Sementara

Editor
6 September 2026

BANDUNG – Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, menebarkan debu vulkanik terutama ke...

Jumlah hotspor 5 September 2026.(Image: Kemenhut)

Jumlah Hotspot High Confidence Nasional Turun 260 Titik

Editor
6 September 2026

JAKARTA - Jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional menunjukkan penurunan pada 5 September 2026. Kementerian Kehutanan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.