• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 6 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Yuks Tonton Semaraknya Pesona Cuene dan Bujang Ngarot  Indramayu Sambut Musim Rendengan

Editor
Jumat, 20 Desember 2024 - 07:53
Sejumlah peserta adat Ngarot berangkat menuju Balai Desa Lelea, Kec. Lelea, Indramayu, Jawa Barat. (Dok. Istimewa)

Sejumlah peserta adat Ngarot berangkat menuju Balai Desa Lelea, Kec. Lelea, Indramayu, Jawa Barat. (Dok. Istimewa)

Dalam upacara adat Ngarot itu, secara simbolis diserahkan sarana pertanian mulai dari bibit padi, air kahirupan (air kehidupan), cangkul, pedang dan topi caping kepada perwakilan jejaka dan gadis Ngarot.

SATUAJABR, INDRAMAYU — Memasuki musim penghujan 2025, para petani di sentra produksi padi, khususnya Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, memiliki cara tersendiri yang cukup unik. Ya, setiap memasuki musim tanam rendegan itu, mereka menggelar upacara adat Ngarot.

RelatedPosts

Pemerintah Terbitkan Permen Komdigi Terkait PP TUNAS

Sustainability Bond Tahap II bank bjb Dapat Respons Positif, Perkuat Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan

bank bjb Perluas Akses Pembiayaan Produktif bagi Nelayan di Kabupaten Cirebon

Pesta rakyat tradisiona ini pun mampu menyedot perhatian ribuan warga dari berbagai daerah. Mereka antusias mendatangi Desa/ Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, belum lama ini, Rabu (18/12/2024). Kedatangan mereka tak lain untuk melihat Ngarot, terutama penampilan para gadis (cuene) Ngarot dan jejaka (bujang) Ngarot.

Ngarot merupakan upacara adat menyambut pelaksanaan musim tanam yang dilakukan setiap tahun di Desa Lelea. Kegiatan itu rutin dilaksanakan setiap pekan ketiga Desember, tepatnya hari Rabu, yang dipercaya masyarakat setempat sebagai hari yang dikeramatkan.

Ngarot telah diadakan sejak ratusan tahun lalu dan masih lestari hingga kini. Adat tersebut pertama kali dirintis oleh Ki Buyut Kapol, yakni seorang tokoh di Desa Lelea. Dia rela memberikan sawahnya seluas 26.100 meter persegi untuk digunakan para muda mudi bercocok tanam.

Dalam pelaksanaan Ngarot, kehadiran para gadis Ngarot menjadi hal yang sangat dinantikan. Warga rela berdesak-desakan di sisi kiri dan kanan jalan Desa Lelea untuk melihat kehadiran mereka.

Dengan mengenakan pakaian kebaya tradisional dan hiasan warna-warni bunga di kepalanya, para gadis Ngarot diarak menuju balai desa. Bunga segar yang dirangkai menjadi penutup kepala itu menjadi simbol kesucian gadis Ngarot.

Selain gadis Ngarot, jejaka Ngarot yang mengenakan pakaian komboran dan ikat kepala, juga turut dalam arak-arakan itu. Arak-arakan tersebut dipimpin oleh kepala Desa Lelea.

Arak-arakan berakhir di Balai Desa Lelea, yang menjadi lokasi dilaksanakannya upacara adat Ngarot. Dalam upacara adat Ngarot itu, secara simbolis diserahkan sarana pertanian mulai dari bibit padi, air kahirupan (air kehidupan), sarana pertanian berupa cangkul, pedang dan topi caping kepada perwakilan jejaka dan gadis Ngarot.

Diserahkan pula dedaunan yang terdiri dari daun klaras (daun pisang kering), bambu kuning, daun andong dan lainnya. Upacara adat itu juga disertai dengan doa agar musim tanam berjalan dengan baik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu Caridin menyatakan, Pemkab Indramayu memberikan dukungan penuh dalam mempromosikan Adat Ngarot Lelea. Apalagi sejak 2015, Adat Ngarot telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh UNESCO.

‘’Kami dukung peningkatan promosi agar Adat Ngarot ini bisa dikenal bukan saja skala nasional, tetapi juga skala internasional. Kami juga mengapresiasi Pemdes Lelea yang konsisten untuk menjaga warisan budaya Ngarot dengan mengadakan Adat Ngarot setiap tahun,’’ ujarnya.

Salah satu bentuk dukungan pemda itu di antaranya melalui pembangunan Rumah Adat Ngarot. Selain itu, Pemkab Indramayu melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga juga telah meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Pariwisata Indramayu (Sipayu).

Dalam aplikasi Sipayu itu memasukkan pelaksanaan Adat Ngarot sebagai salah satu khazanah pariwisata adat yang ada di Kabupaten Indramayu. ‘’Kami ajak semua lapisan masyarakat, mulai dari tokoh agama, adat, masyarakat, pemuda, bisa memperkenalkan Adat Ngarot agar menambah khazanah budaya di Indramayu supaya dikenal sampai keluar negeri,’’ kata Caridin.

Kepala Desa Lelea, Raidi, berharap, melalui adat Ngarot, para gadis dan jejaka Ngarot serta seluruh warga Desa Lelea, bisa selalu mendukung penuh jalannya program Pemerintah Desa Lelea. ‘’Hal itu demi kemajuan desa dan masyarakat,’’ ucap Raidi. (yul)

Tags: budaya ngarotcuene dan bujang ngarotmusim tanam rendengwbtb unesco

Related Posts

Menkomdigi Meutya Hafid menandatangani Peraturan Menkomdigi No. 9 Tahun 2026 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Jumat (06/03/2026). Foto: Ardi W/Komdigi

Pemerintah Terbitkan Permen Komdigi Terkait PP TUNAS

Editor
6 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan pelaksanaan dari Peraturan...

bank bjb. (Foto: Istimewa)

Sustainability Bond Tahap II bank bjb Dapat Respons Positif, Perkuat Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan

Editor
6 Maret 2026

BANDUNG – Komitmen bank bjb dalam memperkuat pembiayaan berkelanjutan kembali mendapat respons positif dari pasar. Hal ini tercermin dari tingginya...

(Foto: Istimewa)

bank bjb Perluas Akses Pembiayaan Produktif bagi Nelayan di Kabupaten Cirebon

Editor
6 Maret 2026

CIREBON - bank bjb memperluas literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat pesisir melalui partisipasi aktif dalam kegiatan edukasi keuangan bertajuk...

Alwi Farhan.(Foto: Dok. PBSI)

All England 2026: Sedih! Wakil Indonesia Berguguran di Babak Perempatfinal

Editor
6 Maret 2026

SATUJABAR, BIRMINGHAM – Sedih memang melihat wakil Indonesia berguguran. Tetapi, ingatlah kata pepatah orang boleh terjatuh tapi jangan sampai kehilangan...

Kecelakaan beruntun di KM 93-B Tol Cipularang mengakibatkan 2 orang tewas.(Foto:Istimewa).

Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang 2 Orang Tewas, Sopir Truk Kontainer Jadi Tersangka

Editor
6 Maret 2026

SATUJABAR, PURWAKARTA--Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Tol Cipularang, setelah sembilan kendaraan terlibat tabrakan beruntun. Tabrakan beruntun yang dipicu truk...

Pelabuhan.(Foto: Pelindo)

Angkutan Lebaran 2026: Pelindo Regional 2 Banten Uji Sandar Kapal di Pelabuhan Ciwandan

Editor
6 Maret 2026

SATUJABAR, CILEGON - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten melaksanakan uji sandar KMP Amadea dan KMP Wira Qaila di...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.