• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 23 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Sultan Agung Mataram Menjadikan Karawang Sebagai Wilayah Kekuasaanya

Editor
Kamis, 24 November 2022 - 06:18
Sultan Agung Mataram Menjadikan Karawang Sebagai Wilayah Kekuasaanya

BANDUNG, – Karawang yang wilayahnya berada di Jawa Barat pernah menjadi bagian dari kekuasaan Mataram Islam di Jawa Tengah.

Saat itu Sultan Agung, raja Mataram Islam sedang berusaha memerangi Belanda di Batavia. Ia kemudian menjadikan Karawang sebagai basis penyerangan ke Batavia. Pada 14 September 1633, Sultan Agung melantik panglimanya Singaperbangsa sebagai Bupati Karawang yang pertama. Sehingga secara tradisi setiap tanggal ini diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Karawang.

RelatedPosts

Menelisik Gracie Mansion, Kediaman Resmi Wali Kota New York

Batik Sumedang, Bupati: Kuatkan Identitas Daerah

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Meski sebenarnya wilayah yang terkenal panas ini sudah menjadi bagian dari Umat Islam saat sekitar Abad XV Masehi, ulama besar Syeikh Hasanudin bin Yusup Idofi dari Champa yang terkenal dengan sebutan Syeikh Quro menyebarkan Agama Islam dan menjadikan wilayah ini sebagai basis penyebaran Agama Islam.

Pada masa itu daerah Karawang sebagian besar masih merupakan hutan belantara dan berawa-rawa.

Keberadaan daerah Karawang yang telah dikenal sejak Kerajaan Pajajaran yang berpusat di Daerah Bogor, karena Karawang pada masa itu merupakan jalur lalu lintas yang sangat penting untuk menghubungkan Kerajaan Pakuan Pajajaran dengan Galuh Pakuan yang berpusat di Daerah Ciamis.

Luas Wilayah Kabupaten Karawang pada saat itu, tidak sama dengan luas Wilayah Kabupaten Karawang pada masa sekarang. Pada waktu itu luas Wilayah Kabupaten Karawang meliputi Bekasi, Purwakarta, Subang dan Karawang sendiri .

Setelah Kerajaan Pajajaran runtuh pada tahun 1579 Masehi, pada tahun 1580 Masehi berdiri Kerajaan Sumedanglarang sebagai penerus Kerajaan Pajajaran dengan Rajanya Prabu Geusan Ulun.

Kerajaan Islam Sumedanglarang, pusat pemerintahannya di Dayeuhluhur dengan membawahi Sumedang, Galuh, Limbangan,Sukakerta dan Karawang.

Pada tahun 1608 Prabu Geusan Ulun wafat dan digantikan oleh putranya Ranggagempol Kusumahdinata. Pada masa itu di Jawa Tengah telah berdiri Kerajaan Mataram dengan Rajanya Sultan Agung (1613 – 1645).

Salah satu cita-cita Sultan Agung pada masa pemerintahannya adalah dapat menguasai Pulau Jawa dan mengusir Kompeni (Belanda) dari Batavia.

Ranggagempol Kusumahdinata sebagai Raja Sumendanglarang masih mempunyai hubungan keluarga dengan Sultan Agung dan mengakui kekuasaan Mataram. Maka pada Tahun 1620, Ranggagempol Kusumahdinata menghadap ke Mataram dan menyerahkan kerajaan Sumedanglarang di bawah naungan Kerajaan Mataram.

Ranggagempol Kusumahdinata oleh Sultan Agung diangkat menjadi Bupati (Wadana) untuk tanah Sunda dengan batas-batas wilayah disebelah Timur Kali Cipamali, disebelah Barat Kali Cisadane, disebelah Utara Laut Jawa, dan disebelah Selatan Laut Kidul.

Pada Tahun 1624 Ranggagempol Kusumahdinata wafat, dan sebagai penggantinya Sultan Agung mengangkat Ranggagede, Putra Prabu Geusan Ulun.

Ranggagempol II, putra Ranggagempol Kusumahdinata yang semestinya menerima tahta kerajaan, merasa disisihkan dan sakit hati. Kemudian beliau berangkat ke Banten untuk meminta bantuan Sultan Banten agar dapat menaklukkan Kerajaan Sumedanglarang dengan imbalan apabila berhasil, maka seluruh wilayah kekuasaan Sumedanglarang akan diserahkan kepada Banten.

Sejak itu banyak tentara Banten yang dikirim ke Karawang terutama di sepanjang Sungai Citarum, di bawah Pimpinan Sultan Banten bukan saja untuk memenuhi permintaan Ranggagempol II, Tetapi merupakan awal usaha Banten untuk menguasai Karawang sebagai persiapan merebut kembali pelabuhan Banten yang telah dikuasai oleh Kompeni (Belanda), yaitu pelabuhan Sunda Kelapa.

Masuknya tentara Banten ke Karawang beritanya telah sampai ke Mataram. Pada Tahun 1624, Sultan Agung mengutus Surengrono (Aria Wirasaba) dari Mojo Agung, Jawa Timur untuk berangkat ke Karawang dengan membawa 1000 Prajurit dengan keluarganya, dari Mataram melalui Banyumas dengan tujuan untuk membebaskan Karawang dari pengaruh Banten, mempersiapkan logistik dengan membangun gudang-gudang beras dan meneliti rute penyerangan Mataram ke Batavia.

Langkah awal yang dilakukan Aria Surengrono adalah dengan mendirikan 3 (tiga) Desa yaitu Waringinpitu (Telukjambe), Desa Parakansapi (di Kecamatan Pangkalan yang sekarang telah terendam Waduk Jatiluhur) dan Desa Adiarsa (Sekarang ternlasuk di Kecamatan Karawang Barat), dengan pusat kekuatan di ditempatkan di Desa Waringinpitu.

Karena jauh dan sulitnya hubungan antara Karawang dengan Mataram, Aria Wirasaba belum sempat melaporkan tugas yang sedang dilaksanakan kepada Sultan Agung. Keadaan ini menjadikan Sultan Agung mempunyai angqapan bahwa tuqas yang diberikan kepada Aria Wirasaba gagal dilaksanakan.

Demi menjaga keselamatan Wilayah Kerajaan Mataram sebelah barat, pada tahun 1628 dan 1629, bala tentara Kerajaan Mataram diperintahkan Sultan Agung untuk melakukan penyerangan terhadap VOC (Belanda) di Batavia. Namun serangan ini gagal disebabkan keadaan medan yang sangat berat. Sultan Agung kemudian menetapkan Daerah Karawang sebagai pusat logistik yang harus mempunyai pemerintahan sendiri dan langsung berada dibawah pengawasan Mataram serta harus dipimpin oleh seorang pemimpin yang cakap dan ahli perang sehingga mampu menggerakkan masyarakat untuk membangun pesawahan guna mendukung pengadaan logistik dalam rencana penyerangan kembali terhadap VOC (belanda) di Batavia.

Pada tahun 1632, Sultan Agung mengutus kembali Wiraperbangsa Sari Galuh dengan membawa 1.000 prajurit dengan keluarganya menuju Karawang. Tujuan pasukan yang dipimpin oleh Wiraperbangsa adalah membebaskan Karawang dari pengaruh Banten, mempersiapkan logistik sebagai bahan persiapan melakukan penyerangan terhadap VOC (Belanda) di Batavia, sebagaimana halnya tugas yang diberikan kepada Aria Wirasaba yang dianggap gagal.

Tugas yang diberikan kepada Wiraperbangsa dapat dilaksanakan dengan baik dan hasilnya langsung dilaporkan kepada Sultan Agung. Atas keberhasilannya Wiraperbangsa oleh Sultan Agung dianugrahi jabatan Wedana (Setingkat Bupati) di Karawang dan diberi gelar Adipati Kertabumi III serta diberi hadiah sebilah keris yang bernama “Karosinjang”.

Setelah penganugrahan gelar tersebut yang dilakukan di Mataram, Wiraperbangsa bermaksud akan segera kembali ke Karawang, namun sebelumnya ia singgah dahulu ke Galuh untuk menjenguk keluarganya. Sayangnya, ia meninggal saat berada di Galuh.

Setelah Wiraperbangsa Wafat, Jabatan Bupati di Karawang dilanjutkan oleh putranya yang bernama Raden Singaperbangsa dengan gelar Adipati Kertabumi IV yang memerintah pada tahun 1633-1677.

 

Tags: bataviakarawangpakuan pajajaransingaperbangsasultan agungsumedang

Related Posts

Gracie Mansion, kediaman Wali Kota New York.(Foto: Wikipedia)

Menelisik Gracie Mansion, Kediaman Resmi Wali Kota New York

Editor
22 September 2026

Di tengah jajaran pencakar langit Manhattan yang megah dan modern, berdiri sebuah struktur kayu bergaya Federal yang tenang di tepi...

BATIK SUMEDANG: Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di sela penutupan rangkaian kegiatan Sumedang Membatik Tahun 2026 di Pendopo Kecamatan Sumedang Utara, Sabtu (20/9/2026) seperti dikabarkan Humas Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Batik Sumedang, Bupati: Kuatkan Identitas Daerah

Editor
20 September 2026

SUMEDANG - Batik Kasumedang didorong tidak sekadar menjadi warisan budaya yang dilestarikan, tetapi berkembang menjadi identitas daerah yang memiliki karakter...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Dok. Humas Kemenbud)

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Editor
15 September 2026

MOJOKERTO - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa...

Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari ribuan warga yang tumpah ruah ke jalanan, Minggu (13/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Editor
14 September 2026

KUNINGAN – Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan  bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme...

Salah satu area di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Bangbayang, Desa di Pinggir Hutan Lindung

Editor
13 September 2026

Jumlah rumah di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja tak pernah bertambah. Jumlahnya selalu 70 rumah, tak kurang dan...

– Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid 5: Sport n’ Ethno Carnaval”, kegiatan ini resmi dibuka pada Kamis (10/9/2026), bertempat di Stadion Rana Diraksa.(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Gelar Budaya dan Olahraga Desa Suganangan Membangun Kolaborasi

Editor
11 September 2026

KUNINGAN – Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.